Henk Sneevliet

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Siapa Henk Sneevliet?

Henk Sneevliet adalah pendiri Indische Social-Democratische Vereniging (ISDV). Pada 1913 Henk Sneevliet meninggalkan negeri asalnya karena kerap merasa terasing setelah melakukan sejumlah tindakan radikal di Belanda.

Pada tahun keduanya di perantauan, Sneevliet mendirikan Indische Social-Democratische Vereniging (ISDV) di Surabaya.

Organisasi yang ia dirikan ini beraliran kiri yang suatu hari kemudian menjadi partai komunis pertama di Asia.

Pada awalnya organisasi yang ia dirikan itu sebagian besar anggotanya adalah orang Belanda namun karena ada kebutuhan akan kehadiran pribumi, ISDV pun menjalin persekutuan dengan Insulinde (Kepulauan Hindia).

Namun, rupanya organisasi itu hanya memiliki basis massa yang sedikit sehingga tidak ideal untuk menarik rakyat pribumi.

Oleh karena itu, Sneevliet menginisiasi untuk beralih kepada Sarekat Islam yang saat itu memiliki jumlah pengikut yang banyak.

Sejak itulah beberapa tokoh di Hindia-Belanda mulai berkenalan dengan ajaran Komunisme yang dibawa Sneevliet.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Sumpah Terlarang dan Akhir Dinasti Kerajaan Koto Besar Takluk oleh Belanda
Sumpah Terlarang dan Akhir Dinasti Kerajaan Koto Besar Takluk oleh Belanda
Dari Tragedi Karbala ke Pantai Pariaman: Perjalanan Spiritual Tradisi Tabuik
Dari Tragedi Karbala ke Pantai Pariaman: Perjalanan Spiritual Tradisi Tabuik
Siak Lengih dan Masjid Keramat: Warisan Spiritual yang Mengubah Wajah Kerinci
Siak Lengih dan Masjid Keramat: Warisan Spiritual yang Mengubah Wajah Kerinci
Jejak Imperium Terlupakan: Kisah Kerajaan Melayu yang Menguasai Nusantara Selama 9 Abad
Jejak Imperium Terlupakan: Kisah Kerajaan Melayu yang Menguasai Nusantara Selama 9 Abad
Penelitian DNA Membuktikan Kekerabatan Suku Sakai dengan Minangkabau Pagaruyung
Penelitian DNA Membuktikan Kekerabatan Suku Sakai dengan Minangkabau Pagaruyung
Ketika Islam Menulis Ulang Sejarah Minangkabau: Jejak Spiritual dalam Tambo Kuno
Ketika Islam Menulis Ulang Sejarah Minangkabau: Jejak Spiritual dalam Tambo Kuno