Harga Emas Antam Turun Tiga Hari Beruntun

Emas antam (Foto: Ist)

Emas antam (Foto: Ist)

Cekricek.id, Jakarta - Harga emas batangan 24 karat keluaran PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali terkoreksi pada perdagangan Senin (11/8/2025). Penurunan ini memperpanjang tren negatif yang sudah berlangsung sejak akhir pekan lalu.

Berdasarkan data di laman resmi Logam Mulia Antam, harga emas ukuran 1 gram hari ini turun Rp 6.000 menjadi Rp 1.945.000 per gram. Sebelumnya, pada Sabtu (9/8), harga emas melemah Rp 8.000 ke posisi Rp 1.951.000 per gram. Sementara pada Jumat (8/8), harga sempat menguat Rp 16.000 ke level Rp 1.959.000 per gram sebelum kembali terkoreksi.

Pergerakan harga dalam sepekan terakhir terpantau berada di kisaran Rp 1.943.000 hingga Rp 1.959.000 per gram. Adapun sepanjang sebulan terakhir, harga bergerak di rentang Rp 1.901.000 – Rp 1.970.000 per gram.

Harga jual kembali (buyback) emas Antam hari ini juga ikut terkoreksi Rp 6.000 menjadi Rp 1.791.000 per gram. Buyback adalah harga yang ditetapkan Antam jika pemilik ingin menjual kembali emas batangannya.

Baca Juga: MIND ID dan ANTAM Kolaborasi Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat dan Kelestarian Lingkungan di Pulau Buru

Berikut daftar harga emas Antam per Senin (11/8/2025):

0,5 gram: Rp 1.022.500
1 gram: Rp 1.945.000
2 gram: Rp 3.830.000
3 gram: Rp 5.720.000
5 gram: Rp 9.500.000
10 gram: Rp 18.945.000
25 gram: Rp 47.237.000
50 gram: Rp 94.395.000
100 gram: Rp 188.712.000
250 gram: Rp 471.515.000
500 gram: Rp 942.820.000
1.000 gram: Rp 1.885.600.000

Tag:

Baca Juga

Emas antam (Foto: Ist)
Pecah Rekor! Emas Antam Kini Rp 2,23 Juta per Gram
Emas antam (Foto: Ist)
Harga Emas Antam 24 Karat Naik Jadi Rp 1,927 Juta per Gram Hari Ini
Panci Anti Lengket Cepat Rusak? Ini 5 Penyebabnya!
Panci Anti Lengket Cepat Rusak? Ini 5 Penyebabnya!
Prof. Idris berfoto bersama (Foto: Ist)
Mengenal Prof. Dr. dr. H. Idris idham SpJP (K), FIHA, FACC, FESC, FAsCC, FSCAI dan kiprahnya pada Pengembangan Kardiologi dan Kedokteran Vascular di Indonesia
Investor asal Bahrain, Mr. Fareed Bahder, meninjau langsung proses produksi di Pabrik Mini Cokelat Chokato, Payakumbuh, Sabtu (22/11/2025), sebagai langkah awal penjajakan kerja sama investasi. (Foto: *Ag)
Investor Bahrain Lirik Cokelat Chokato, Siap Dorong Produksi Skala Besar
Inggris saat ini sedang memasuki musim panas. Biaya listrik yang mahal menjadi kendala untuk menghidupkan kipas angin sepanjang malam.
Fakta di Balik Tidur dengan Kipas Angin Disebut Picu Asam Urat: Mitos atau Nyata?