Inilah Kisah Cinta yang Menginspirasi untuk Muda-mudi, Terutama Para Pelajar yang Dimabuk Cinta

A A

Ilsutrasi. [Canva]

Berita terbaru hari ini: Sebuah kisah cinta yang menginspirasi ini dapat dijadikan patokan bagi para pemuda.

Cekricek.id - Di zaman kini banyak sekali muda-mudi yang terjebak akan yang namanya cinta. Karena cinta, seseorang sampai nekat meninggalkan segalanya.

Dalam hal ini ialah cinta pada lawan jenis yang bukan muhrimnya. Tak sedikit ditemui pemuda zaman kini yang tampaknya lebih fokus untuk mencari pasangan hidup dari pada mempersiapkan masa depannya.

Bahkan tak sedikit juga ditemui para pemuda yang tidak memiliki pekerjaan, namun memiliki pacar. Ternyata ada loh, yang mau sama orang pengangguran.

Mirisnya lagi, di zaman kini, muda-mudi tampak terjebak dengan yang namanya cinta.

Bahkan mereka yang masih duduk di bangku sekolah, bukannya memikirkan perihal pembelajaran di sekolah, namun malah memikirkan perihal jodoh.

Padahal jika dikaji-kaji lagi, jodoh itu sudah ditakdirkan untuk kita sebelum kita terlahir di dunia ini. Sungguh miris generasi di zaman kini yang banyak terpengaruh dengan cinta yang tak jelas tersebut.

Alangkah lebih baiknya perihal cinta atau pun jodoh itu di kesampingkan, toh nyatanya nanti takdirlah dengan sendirinya yang akan membawa kita ke sana.

Tampaknya, muda-mudi kini harus mendapatkan edukasi perihal cinta agar tak salah dalam bercinta di kemudian hari.

Kisah cinta sepasang kekasih ini dapat dijadikan inspirasi bagi muda-mudi zaman kini. Sepasang kekasih tersebut bernama Syafiqah Yusof dan Ahamd Hazieq Mohd Shuhaimi.

Syafiqah Yusof dan Ahamd Hazieq Mohd Shuhaimi kini menjadi pasangan suami istri dengan takdir yang telah ditetapkan yang maha Kuasa.

Kisah Cinta Menginspirasi

Kisah cinta Syafiqah Yusof dan Ahamd Hazieq Mohd Shuhaimi terbilang unik dan juga dapat menginspirasi muda-mudi di zaman kini.

Bagaimana tidak? Syafiqah Yusof dan Ahamd Hazieq Mohd Shuhaimi tak menyangkan bahwa mereka berdua akan berjodoh.

Syafiqah Yusof dan Ahamd Hazieq Mohd Shuhaimi merupakan teman sekelas sewaktu tingkat 4 dan 5. Kala itu mereka bersekolah di Terengganu, Malaysia.

Baca juga:

"Kami teman sekelas selama dua tahun. Suami dulu ketua kelas. Kami biasa aja kala itu," katanya.

Syafiqah bercerita pada masa mau kelulusan mereka sempat berfoto bersama. Mereka hanya berteman saja. Saat itu belum ada tumbuh rasa cinta di antara keduanya.

Hal itu lantaran mereka memang sibuk dengan akademiknya masing-masing. Bahkan mereka mengungkapkan tak pernah tersebut di dalam pikirannya akan berjodoh dengan teman sebangkunya dulu.

Mereka lebih memilih fokus ke karir masing-masing di masa mudanya. Hingga akhirnya, mereka telah tumbuh dewasa dan mapan di usia 25 tahun.

Di usia tersebut, mereka dipertemukan kembali, namun dengan rasa yang sudah berbeda.

Saat usia 25 tahun, keduanya saling ditumbuhkan rasa cinta satu sama lain hingga kemudia keduanya memutuskan untuk membina hubungan ke arah yang lebih serius.

Suami Syafiqah, yang saat ini berprofesi sebagai auditor, dulunya adalah ketua kelasnya. Dan Syaqiah sendiri kini berprofesi sebagai dokter gigi. Keduanya pun melangsungkan pernikahan pada

24 Desember tahun 2020 lalu di Taman Tamadun Islam, Terengganu. Kisah cintanya itu dibagikannya lewat akun Twitternya hingga membuat warganet tertarik dan kisahnya viral.

"Tak menyangka akan viral," tutur Syafiqah.

Meski demikian Syafiqah bersyukur karena kisah cintanya menjadi inspirasi banyak orang dan mereka mendapatkan doa terbaik.

Syafiqah juga meninggalajan nasehat untuk muda-mudia supaya mereka yang masih berstatus pelajar supaya fokus pelajaran dan tidak terlalu mengejar cinta semasa sekolah.

Menurutnya akademik penting. Jodoh akan menyusul dengan sendirinya.

"Yang penting sekolah. Jangan pacaran aja. Fokus akademik dulu. Tak perlu cinta-cinta" nasihatnya. [*]

---

Baca berita terbaru hari ini hanya di Cekricek.id

Tag:
Bagikan

Baca Juga

Ilustrasi regu pemadam kebakaran berseragam lengkap dan bertabung udara menjalani latihan penyelamatan di depan bangunan
Rahasia Lompatan Pemadam Kebakaran Ada di Belakang Paha
Ilustrasi seorang penampil mengenakan kostum karnaval bersayap lebar berhias bulu dan untaian lampu kecil dengan hiasan kepala menyerupai kepala naga, berarak di jalan kota berbangunan kolonial pada malam hari
Semarang Night Carnival dan Perajin Kostum di Baliknya
Ilustrasi nisan batu andesit berbentuk arca manusia bertopi datar dengan kalung manik dan kedua tangan bersedekap, berdiri di antara nisan lempeng tua berlumut di lereng perbukitan
Nisan Arca Bugis: Dua Zaman dalam Satu Batu
Ilustrasi dua atlet bela diri berseragam hitam bersabuk berlatih tendangan tinggi dan tangkisan di ruang latihan
Cedera Pesilat Remaja Lebih Banyak Lahir Saat Latihan
Ilustrasi gudang lada kayu dan bata tua di tepi muara sungai dengan tumpukan karung goni, dermaga papan, dan tongkang kayu bermuatan karung
Kenegerian Lada: Warisan yang Tersisa di Nama Kampung
Ilustrasi dua pemain sepak bola muda memasang plester kinesiologi pada lutut dan pergelangan kaki di tepi lapangan
Cedera Pemain Sepak Bola Muda dan Angka yang Terlewat