Iwa Kusumasumantri

Iwa Kusumasumantri adalah Tokoh pergerakan nasional, Menteri Sosial dan Perburuhan Pertama Republik Indonesia. Iwa dilahirkan di Ciamis 31 Mei 1899.

Iwa Kusumasumantri. [Foto: Istimewa]

Siapa Iwa Kusumasumantri?

Iwa Kusumasumantri adalah Tokoh pergerakan nasional, Menteri Sosial dan Perburuhan Pertama Republik Indonesia. Iwa dilahirkan di Ciamis 31 Mei 1899.

Ia menyelesaikan pendidikan sekolah hukum di Leiden Belanda. Pada masa menjadi mahasiswa di Belanda, Iwa aktif dalam organisasi Indische Vereniging.

Organisasi ini pada awalanya didirikan sebagai perkumpulan mahasiswa Indonesia di Belanda. Pada awalnya organisasi ini tidak bersifat politik dan lebih kepada perkumpulan sosial. Namun kehadiran tiga serangkai Indische Partij yaitu Tjiptomanoenkoesoemo, Soewardi Soerjaningrat pada 1913 mengubah haluan Indische Vereniging, yaitu Indonesia untuk Indonesia.

Indische Vereniging mengubah nama menjadi Indonesische Vereniging (perkumpulan Indonesia ) pada September 1922. Iwa sebagai ketua pada 1923, menyatakan 3 azas pokok, pada kongres 1923 yaitu: Indonesia menentukan nasibnya sendiri, Kemampuan dan kekuatan sendiri, dan Persatuan dalam menghadapi Belanda.

Dengan demikian organisasi ini menyatakan diri sebagai organisasi non kooperasi. Pada 3 Februari 1925 Indische Vereniging mengubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI) pada masa kepemimpinan Soekiman Wirjosandjojo.

Iwa Kusumasumantri aktif dalam pergerakan pro kemerdekaan Indonesia di Belanda. Pada 1927 ia kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai pengacara dan bergabung dalam PNI.

Ketika tinggal di Medan, Iwa menerbitkan koran Matahari Terbit yang mengadvokasi hak-hak pekerja pekebunan.

Ia juga mengorganisir sebuah serikat dagang. Pemerintah menangkap Iwa Kusumasumantri karena tulisan-tulisan dan aktivitasnya pada 1929 saat memimpin surat kabar Matahari Indonesia. Ia dibuang ke Banda Neira, Maluku. Ia terus aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada 31 Agustus – November 1945 Iwa diangkat menjadi Menteri Sosial.

Tetapi kemudian bergabung dalam Persatuan Pejuang yang dipimpin oleh Tan Malaka. Iwa bersama Muhammad Yamin, Achmad Subardjo dan Tan Malaka ditengarai terlibat dalam peristiwa 3 Juli 1946, pemerintah memenjarakan mereka.

Pada 1949 sampai 1950 Iwa menjadi anggota DPR. Iwa menjabat Menteri Pertahanan pada masa kabinet Ali Sastroamidjojo pada 1953 – 1955.

Ia kemudian menjadi Rektor Universitas Padjajdaran Bandung pada 1957. Pada 1963 – 1964 ia kembali ke kancah politik dengan menjabat menteri pada Kabinet Karya IV.

Setelah undur diri dari dunia politik, Iwa menekuni dunia penulisan dengan menerbitkan buku-bulu tentang hukum dan politik.

Iwa Kusumasumantri meninggal pada 27 November 1971 di Jakarta, dimakamkan di pemakaman umum Karet Bivak, Jakarta. Ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia pada 6 November 2002.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Mengungkap Kejayaan Kerajaan Melayu Kuno dari Jambi hingga Dharmasraya
Mengungkap Kejayaan Kerajaan Melayu Kuno dari Jambi hingga Dharmasraya
Eksistensi Trowulan: Menyingkap Kejayaan Majapahit di Era Rajasanagara
Eksistensi Trowulan: Menyingkap Kejayaan Majapahit di Era Rajasanagara
Terungkap! Manusia Purba Menghuni Dataran Tinggi Persia Selama 20.000 Tahun
Terungkap! Manusia Purba Menghuni Dataran Tinggi Persia Selama 20.000 Tahun
Kisah Pengorbanan Ritual Bangsa Maya saat Gerhana Matahari
Kisah Pengorbanan, Ritual Bangsa Maya saat Gerhana Matahari
Sisa-sisa Desa Kuno "Pompeii Inggris" Ungkap Rahasia Kehidupan Zaman Perunggu
Sisa-sisa Desa Kuno "Pompeii Inggris" Ungkap Rahasia Kehidupan Zaman Perunggu
Naskah Kuno Aztec Ungkap Sejarah Tenochtitlan dan Penaklukan Spanyol
Naskah Kuno Aztec Ungkap Sejarah Tenochtitlan dan Penaklukan Spanyol