<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	 xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Buku Kedua KUHP - Cekricek.id</title>
	<atom:link href="https://cekricek.id/tag/buku-kedua-kuhp/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://cekricek.id</link>
	<description>Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 Dec 2023 08:28:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2021/01/cropped-Fav-512-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Buku Kedua KUHP - Cekricek.id</title>
	<link>https://cekricek.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189108407</site>	<item>
		<title>Pasal 240 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)</title>
		<link>https://cekricek.id/pasal-240-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Dec 2023 23:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KUHP Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Kedua KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekhukum.com/?p=58456</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasal-240-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" title="Pasal 240 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-64_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Pasal 240 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-64_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-64_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-64_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-64_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasal 240 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) 1"></a>Pasal 240 KUHP masuk dalam Buku Kedua Tentang Tindak Pidana, BAB V tentang Tindak Pidana Terhadap Ketertiban Umum, Bagian Kesatu tentang Penghinaan terhadap Simbol Negara, Pemerintah atau Lembaga Negara, dan Golongan Penduduk, Paragraf 2 tentang Penghinaan terhadap Pemerintah atau Lembaga Negara. Pasal 240 KUHP Penjelasan Pasal 240 KUHP Yang dimaksud dengan “menghina” adalah perbuatan yang merendahkan atau merusak kehormatan atau citra pemerintah atau lembaga negara, termasuk menista atau memfitnah. Menghina berbeda dengan kritik yang merupakan hak berekspresi dan hak berdemokrasi, misalnya melalui unjuk rasa atau menyampaikan pendapat yang berbeda dengan kebijakan pemerintah atau lembaga negara. Dalam negara demokratis, kritik menjadi hal penting sebagai bagian dari kebebasan berekspresi yang sedapat mungkin bersifat konstruktif, walaupun mengandung ketidaksetujuan terhadap perbuatan, kebijakan, atau tindakan pemerintah atau lembaga negara. Pada dasarnya, kritik dalam ketentuan ini merupakan bentuk pengawasan, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Ayat (1) Yang dimaksud dengan “pemerintah” adalah]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasal-240-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" title="Pasal 240 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-64_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Pasal 240 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-64_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-64_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-64_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-64_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasal 240 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) 2"></a>
<p class="wp-block-paragraph">Pasal 240 KUHP masuk dalam <strong>Buku Kedua</strong> Tentang Tindak Pidana, <strong>BAB V</strong> tentang Tindak Pidana Terhadap Ketertiban Umum, <strong>Bagian Kesatu</strong> tentang Penghinaan terhadap Simbol Negara, Pemerintah atau Lembaga Negara, dan Golongan Penduduk, <strong>Paragraf 2</strong> tentang Penghinaan terhadap Pemerintah atau Lembaga Negara.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pasal 240 KUHP</h2>



<ol class="wp-block-list">
<li>Setiap Orang yang Di Muka Umum dengan lisan atau tulisan menghina pemerintah atau lembaga negara, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) Bulan atau pidana denda paling banyak kategori II. </li>



<li>Dalam hal Tindak Pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berakibat terjadinya kerusuhan dalam masyarakat, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV. </li>



<li>Tindak Pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dituntut berdasarkan aduan pihak yang dihina. </li>



<li>Aduan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan secara tertulis oleh pimpinan pemerintah atau lembaga negara.</li>
</ol>



<h2 class="wp-block-heading">Penjelasan Pasal 240 KUHP</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Yang dimaksud dengan “menghina” adalah perbuatan yang merendahkan atau merusak kehormatan atau citra pemerintah atau lembaga negara, termasuk menista atau memfitnah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menghina berbeda dengan kritik yang merupakan hak berekspresi dan hak berdemokrasi, misalnya melalui unjuk rasa atau menyampaikan pendapat yang berbeda dengan kebijakan pemerintah atau lembaga negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam negara demokratis, kritik menjadi hal penting sebagai bagian dari kebebasan berekspresi yang sedapat mungkin bersifat konstruktif, walaupun mengandung ketidaksetujuan terhadap perbuatan, kebijakan, atau tindakan pemerintah atau lembaga negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada dasarnya, kritik dalam ketentuan ini merupakan bentuk pengawasan, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ayat (1) </p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang dimaksud dengan “pemerintah” adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan </p>



<p class="wp-block-paragraph">pemerintahan negara Republik Indonesia yang dibantu oleh Wakil Presiden dan menteri sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang dimaksud dengan “lembaga negara” adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Mahkamah Agung, dan Mahkamah Konstitusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ayat (2)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lihat Penjelasan Pasal 190 ayat (2).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ayat (3)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cukup jelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ayat (4) </p>



<p class="wp-block-paragraph">Cukup jelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Referensi</strong><br><a href="https://cekricek.id/tag/kuhp">Undang-undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)</a>. Courtesy of <em><strong>Cekricek.id</strong></em>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">58456</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasal 241 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)</title>
		<link>https://cekricek.id/pasal-241-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Dec 2023 23:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KUHP Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Kedua KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekhukum.com/?p=58457</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasal-241-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" title="Pasal 241 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-63_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Pasal 241 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-63_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-63_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-63_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-63_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasal 241 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) 3"></a>Pasal 241 KUHP masuk dalam Buku Kedua Tentang Tindak Pidana, BAB V tentang Tindak Pidana Terhadap Ketertiban Umum, Bagian Kesatu tentang Penghinaan terhadap Simbol Negara, Pemerintah atau Lembaga Negara, dan Golongan Penduduk, Paragraf 2 tentang Penghinaan terhadap Pemerintah atau Lembaga Negara. Pasal 241 KUHP Penjelasan Pasal 241 KUHP Cukup jelas. ReferensiUndang-undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Courtesy of Cekricek.id.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasal-241-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" title="Pasal 241 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-63_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Pasal 241 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-63_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-63_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-63_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-63_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasal 241 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) 4"></a>
<p class="wp-block-paragraph">Pasal 241 KUHP masuk dalam <strong>Buku Kedua</strong> Tentang Tindak Pidana, <strong>BAB V</strong> tentang Tindak Pidana Terhadap Ketertiban Umum, <strong>Bagian Kesatu</strong> tentang Penghinaan terhadap Simbol Negara, Pemerintah atau Lembaga Negara, dan Golongan Penduduk, <strong>Paragraf 2</strong> tentang Penghinaan terhadap Pemerintah atau Lembaga Negara.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pasal 241 KUHP</h2>



<ol class="wp-block-list">
<li>Setiap Orang yang menyiarkan, mempertunjukkan, atau menempelkan tulisan atau gambar sehingga terlihat oleh umum, memperdengarkan rekaman sehingga terdengar oleh umum, atau menyebarluaskan dengan sarana teknologi informasi yang berisi penghinaan terhadap pemerintah atau lembaga negara, dengan maksud agar isi penghinaan&nbsp; diketahui umum, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV.</li>



<li>Dalam hal Tindak Pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berakibat terjadinya kerusuhan dalam masyarakat, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV.</li>



<li>Tindak Pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dituntut berdasarkan aduan pihak yang dihina.</li>



<li>Aduan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan secara tertulis oleh pimpinan pemerintah atau lembaga negara.</li>
</ol>



<h2 class="wp-block-heading">Penjelasan Pasal 241 KUHP</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Cukup jelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Referensi</strong><br><a href="https://cekricek.id/tag/kuhp">Undang-undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)</a>. Courtesy of <em><strong>Cekricek.id</strong></em>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">58457</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasal 242 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)</title>
		<link>https://cekricek.id/pasal-242-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Dec 2023 22:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KUHP Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Kedua KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekhukum.com/?p=58471</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasal-242-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" title="Pasal 242 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-62_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Pasal 242 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-62_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-62_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-62_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-62_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasal 242 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) 5"></a>Pasal 242 KUHP masuk dalam Buku Kedua Tentang Tindak Pidana, BAB V tentang Tindak Pidana Terhadap Ketertiban Umum, Bagian Kesatu tentang Penghinaan terhadap Simbol Negara, Pemerintah atau Lembaga Negara, dan Golongan Penduduk, Paragraf 3 tentang Penghinaan terhadap Golongan Penduduk. Pasal 242 KUHP Setiap Orang yang Di Muka Umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap satu atau beberapa golongan atau kelompok penduduk Indonesia berdasarkan ras, kebangsaan, etnis,&#160; warna kulit, jenis kelamin, disabilitas mental, atau disabilitas fisik, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV. Penjelasan Pasal 242 KUHP Cukup jelas ReferensiUndang-undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Courtesy of Cekricek.id.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasal-242-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" title="Pasal 242 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-62_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Pasal 242 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-62_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-62_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-62_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-62_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasal 242 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) 6"></a>
<p class="wp-block-paragraph">Pasal 242 KUHP masuk dalam <strong>Buku Kedua</strong> Tentang Tindak Pidana, <strong>BAB V</strong> tentang Tindak Pidana Terhadap Ketertiban Umum, <strong>Bagian Kesatu</strong> tentang Penghinaan terhadap Simbol Negara, Pemerintah atau Lembaga Negara, dan Golongan Penduduk, <strong>Paragraf 3</strong> tentang Penghinaan terhadap Golongan Penduduk.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pasal 242 KUHP</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap Orang yang Di Muka Umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap satu atau beberapa golongan atau kelompok penduduk Indonesia berdasarkan ras, kebangsaan, etnis,&nbsp; warna kulit, jenis kelamin, disabilitas mental, atau disabilitas fisik, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penjelasan Pasal 242 KUHP</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Cukup jelas</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Referensi</strong><br><a href="https://cekricek.id/tag/kuhp">Undang-undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)</a>. Courtesy of <em><strong>Cekricek.id</strong></em>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">58471</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasal 243 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)</title>
		<link>https://cekricek.id/pasal-243-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Dec 2023 22:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KUHP Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Kedua KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekhukum.com/?p=58472</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasal-243-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" title="Pasal 243 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-61_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Pasal 243 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-61_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-61_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-61_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-61_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasal 243 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) 7"></a>Pasal 243 KUHP masuk dalam Buku Kedua Tentang Tindak Pidana, BAB V tentang Tindak Pidana Terhadap Ketertiban Umum, Bagian Kesatu tentang Penghinaan terhadap Simbol Negara, Pemerintah atau Lembaga Negara, dan Golongan Penduduk, Paragraf 3 tentang Penghinaan terhadap Golongan Penduduk. Pasal 243 KUHP Penjelasan Pasal 243 KUHP Cukup jelas. ReferensiUndang-undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Courtesy of Cekricek.id.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasal-243-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" title="Pasal 243 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-61_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Pasal 243 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-61_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-61_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-61_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-61_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasal 243 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) 8"></a>
<p class="wp-block-paragraph">Pasal 243 KUHP masuk dalam <strong>Buku Kedua</strong> Tentang Tindak Pidana, <strong>BAB V</strong> tentang Tindak Pidana Terhadap Ketertiban Umum, <strong>Bagian Kesatu</strong> tentang Penghinaan terhadap Simbol Negara, Pemerintah atau Lembaga Negara, dan Golongan Penduduk, <strong>Paragraf 3</strong> tentang Penghinaan terhadap Golongan Penduduk.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pasal 243 KUHP</h2>



<ol class="wp-block-list">
<li>Setiap Orang yang menyiarkan, mempertunjukkan, atau menempelkan tulisan atau gambar sehingga terlihat oleh umum atau memperdengarkan rekaman sehingga terdengar oleh umum atau menyebarluaskan dengan sarana teknologi informasi, yang berisi pernyataan perasaan permusuhan dengan maksud agar isinya diketahui atau lebih diketahui oleh umum, terhadap satu atau beberapa golongan atau kelompok penduduk Indonesia berdasarkan ras, kebangsaan, etnis, warna kulit,&nbsp; agama,&nbsp; kepercayaan, jenis kelamin, disabilitas mental, atau disabilitas fisik yang berakibat timbulnya Kekerasan terhadap orang atau Barang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV. </li>



<li>Jika Setiap Orang sebagaimana dimaksud pada&nbsp; ayat&nbsp; (1)&nbsp; melakukan Tindak Pidana tersebut dalam menjalankan profesinya dan pada waktu itu belum lewat 2 (dua) tahun sejak adanya putusan pemidanaan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan Tindak Pidana yang sama, pelaku dapat dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86 huruf f.</li>
</ol>



<h2 class="wp-block-heading">Penjelasan Pasal 243 KUHP</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Cukup jelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Referensi</strong><br><a href="https://cekricek.id/tag/kuhp">Undang-undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)</a>. Courtesy of <em><strong>Cekricek.id</strong></em>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">58472</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasal 244 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)</title>
		<link>https://cekricek.id/pasal-244-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Dec 2023 22:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KUHP Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Kedua KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekhukum.com/?p=58499</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasal-244-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" title="Pasal 244 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-60_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Pasal 244 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-60_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-60_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-60_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-60_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasal 244 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) 9"></a>Pasal 244 KUHP masuk dalam Buku Kedua Tentang Tindak Pidana, BAB V tentang Tindak Pidana Terhadap Ketertiban Umum, Bagian Kesatu tentang Penghinaan terhadap Simbol Negara, Pemerintah atau Lembaga Negara, dan Golongan Penduduk, Paragraf 4 tentang Tindak Pidana atas Dasar Diskriminasi Ras dan Etnis. Pasal 244 KUHP Setiap Orang yang melakukan pembedaan, pengecualian, pembatasan, atau pemilihan berdasarkan pada ras dan etnis yang mengakibatkan pencabutan atau pengurangan pengakuan, perolehan atau pelaksanaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam suatu kesetaraan di bidang sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling banyak kategori III. Penjelasan Pasal 244 KUHP Yang dimaksud dengan “pembedaan” misalnya, pimpinan suatu perusahaan yang melakukan pembedaan terhadap gaji atau upah pegawainya berdasarkan pada suku tertentu. Yang dimaksud dengan “pengecualian”, misalnya, pengecualian seseorang dari ras atau etnis tertentu untuk menjadi pegawai atau karyawan tertentu. Yang dimaksud dengan “pembatasan”, misalnya, pembatasan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasal-244-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" title="Pasal 244 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-60_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Pasal 244 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-60_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-60_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-60_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-60_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasal 244 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) 10"></a>
<p class="wp-block-paragraph">Pasal 244 KUHP masuk dalam <strong>Buku Kedua</strong> Tentang Tindak Pidana, <strong>BAB V</strong> tentang Tindak Pidana Terhadap Ketertiban Umum, <strong>Bagian Kesatu</strong> tentang Penghinaan terhadap Simbol Negara, Pemerintah atau Lembaga Negara, dan Golongan Penduduk, <strong>Paragraf 4</strong> tentang Tindak Pidana atas Dasar Diskriminasi Ras dan Etnis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pasal 244 KUHP </h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap Orang yang melakukan pembedaan, pengecualian, pembatasan, atau pemilihan berdasarkan pada ras dan etnis yang mengakibatkan pencabutan atau pengurangan pengakuan, perolehan atau pelaksanaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam suatu kesetaraan di bidang sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling banyak kategori III.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penjelasan Pasal 244 KUHP</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Yang dimaksud dengan “pembedaan” misalnya, pimpinan suatu perusahaan yang melakukan pembedaan terhadap gaji atau upah pegawainya berdasarkan pada suku tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang dimaksud dengan “pengecualian”, misalnya, pengecualian seseorang dari ras atau etnis tertentu untuk menjadi pegawai atau karyawan tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang dimaksud dengan “pembatasan”, misalnya, pembatasan seseorang dari ras atau etnis tertentu untuk memasuki lembaga pendidikan atau untuk menduduki suatu jabatan publik hanya seseorang dari ras atau etnis tertentu. Yang dimaksud dengan “pemilihan”, misalnya, pemilihan untuk jabatan tertentu berdasarkan pada ras atau etnis tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Referensi</strong><br><a href="https://cekricek.id/tag/kuhp">Undang-undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)</a>. Courtesy of <em><strong>Cekricek.id</strong></em>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">58499</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasal 245 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)</title>
		<link>https://cekricek.id/pasal-245-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Dec 2023 22:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KUHP Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Kedua KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekhukum.com/?p=58505</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasal-245-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" title="Pasal 245 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-59_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Pasal 245 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-59_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-59_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-59_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-59_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasal 245 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) 11"></a>Pasal 245 KUHP masuk dalam Buku Kedua Tentang Tindak Pidana, BAB V tentang Tindak Pidana Terhadap Ketertiban Umum, Bagian Kesatu tentang Penghinaan terhadap Simbol Negara, Pemerintah atau Lembaga Negara, dan Golongan Penduduk, Paragraf 4 tentang Tindak Pidana atas Dasar Diskriminasi Ras dan Etnis. Pasal 245 KUHP Setiap Orang yang melakukan perampasan nyawa orang, penganiayaan, perkosaan, perbuatan cabul, pencurian dengan Kekerasan, atau perampasan kemerdekaan berdasarkan diskriminasi ras dan etnis, pidananya dapat ditambah 1/3 (satu per tiga). Penjelasan Pasal 245 KUHP Cukup jelas. ReferensiUndang-undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Courtesy of Cekricek.id.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasal-245-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" title="Pasal 245 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-59_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Pasal 245 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-59_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-59_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-59_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-59_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasal 245 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) 12"></a>
<p class="wp-block-paragraph">Pasal 245 KUHP masuk dalam <strong>Buku Kedua</strong> Tentang Tindak Pidana, <strong>BAB V</strong> tentang Tindak Pidana Terhadap Ketertiban Umum, <strong>Bagian Kesatu</strong> tentang Penghinaan terhadap Simbol Negara, Pemerintah atau Lembaga Negara, dan Golongan Penduduk, <strong>Paragraf 4</strong> tentang Tindak Pidana atas Dasar Diskriminasi Ras dan Etnis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pasal 245 KUHP</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap Orang yang melakukan perampasan nyawa orang, penganiayaan, perkosaan, perbuatan cabul, pencurian dengan Kekerasan, atau perampasan kemerdekaan berdasarkan diskriminasi ras dan etnis, pidananya dapat ditambah 1/3 (satu per tiga).</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penjelasan Pasal 245 KUHP</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Cukup jelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Referensi</strong><br><a href="https://cekricek.id/tag/kuhp">Undang-undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)</a>. Courtesy of <em><strong>Cekricek.id</strong></em>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">58505</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasal 246 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)</title>
		<link>https://cekricek.id/pasal-246-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Dec 2023 21:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KUHP Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Kedua KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekhukum.com/?p=58510</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasal-246-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" title="Pasal 246 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-58_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Pasal 246 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-58_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-58_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-58_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-58_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasal 246 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) 13"></a>Pasal 246 KUHP masuk dalam Buku Kedua Tentang Tindak Pidana, BAB V tentang Tindak Pidana Terhadap Ketertiban Umum, Bagian Kedua tentang Penghasutan dan Penawaran untuk Melakukan Tindak Pidana, Paragraf 1 tentang Penghasutan untuk Melawan Penguasa Umum. Pasal 246 KUHP Dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak kategori V, Setiap Orang yang Di Muka Umum dengan lisan atau tulisan: a. menghasut orang untuk melakukan Tindak Pidana; ataub. menghasut orang untuk melawan penguasa umum dengan Kekerasan. Penjelasan Pasal 246 KUHP Yang dimaksud dengan “menghasut” adalah mendorong, mengajak, membangkitkan, atau membakar semangat orang supaya berbuat sesuatu. Menghasut dapat dilakukan dengan&#160; lisan&#160; atau&#160; tulisan, dan harus dilakukan Di Muka Umum, artinya di tempat yang didatangi publik atau di tempat yang khalayak ramai dapat mengetahui. ReferensiUndang-undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Courtesy of Cekricek.id.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasal-246-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" title="Pasal 246 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-58_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Pasal 246 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-58_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-58_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-58_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-58_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasal 246 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) 14"></a>
<p class="wp-block-paragraph">Pasal 246 KUHP masuk dalam <strong>Buku Kedua</strong> Tentang Tindak Pidana, <strong>BAB V</strong> tentang Tindak Pidana Terhadap Ketertiban Umum, <strong>Bagian Kedua</strong> tentang Penghasutan dan Penawaran untuk Melakukan Tindak Pidana, <strong>Paragraf 1</strong> tentang Penghasutan untuk Melawan Penguasa Umum.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pasal 246 KUHP</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak kategori V, Setiap Orang yang Di Muka Umum dengan lisan atau tulisan:</p>



<p class="wp-block-paragraph">a. menghasut orang untuk melakukan Tindak Pidana; atau<br>b. menghasut orang untuk melawan penguasa umum dengan Kekerasan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penjelasan Pasal 246 KUHP</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Yang dimaksud dengan “menghasut” adalah mendorong, mengajak, membangkitkan, atau membakar semangat orang supaya berbuat sesuatu. Menghasut dapat dilakukan dengan&nbsp; lisan&nbsp; atau&nbsp; tulisan, dan harus dilakukan Di Muka Umum, artinya di tempat yang didatangi publik atau di tempat yang khalayak ramai dapat mengetahui.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Referensi</strong><br><a href="https://cekricek.id/tag/kuhp">Undang-undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)</a>. Courtesy of <em><strong>Cekricek.id</strong></em>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">58510</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasal 247 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)</title>
		<link>https://cekricek.id/pasal-247-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Dec 2023 21:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KUHP Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Kedua KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekhukum.com/?p=58511</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasal-247-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" title="Pasal 247 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-57_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Pasal 247 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-57_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-57_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-57_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-57_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasal 247 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) 15"></a>Pasal 247 KUHP masuk dalam Buku Kedua Tentang Tindak Pidana, BAB V tentang Tindak Pidana Terhadap Ketertiban Umum, Bagian Kedua tentang Penghasutan dan Penawaran untuk Melakukan Tindak Pidana, Paragraf 1 tentang Penghasutan untuk Melawan Penguasa Umum. Pasal 247 KUHP Setiap Orang yang menyiarkan, mempertunjukkan, atau menempelkan tulisan atau gambar sehingga terlihat oleh umum, atau memperdengarkan rekaman sehingga terdengar oleh umum, atau menyebarluaskan dengan sarana teknologi informasi yang berisi hasutan agar melakukan Tindak Pidana atau melawan penguasa umum dengan Kekerasan, dengan maksud agar isi penghasutan tersebut diketahui atau lebih diketahui oleh umum, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun 6 (enam) Bulan atau pidana denda paling banyak kategori V. Penjelasan Pasal 247 KUHP Yang dimaksud dengan “menyiarkan” termasuk perbuatan mentransmisikan, mendistribusikan, dan membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan dokumen elektronik dalam sistem elektronik. ReferensiUndang-undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Courtesy of Cekricek.id.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasal-247-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" title="Pasal 247 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-57_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Pasal 247 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-57_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-57_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-57_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-57_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasal 247 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) 16"></a>
<p class="wp-block-paragraph">Pasal 247 KUHP masuk dalam <strong>Buku Kedua</strong> Tentang Tindak Pidana, <strong>BAB V</strong> tentang Tindak Pidana Terhadap Ketertiban Umum, <strong>Bagian Kedua</strong> tentang Penghasutan dan Penawaran untuk Melakukan Tindak Pidana, <strong>Paragraf 1</strong> tentang Penghasutan untuk Melawan Penguasa Umum.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pasal 247 KUHP </h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap Orang yang menyiarkan, mempertunjukkan, atau menempelkan tulisan atau gambar sehingga terlihat oleh umum, atau memperdengarkan rekaman sehingga terdengar oleh umum, atau menyebarluaskan dengan sarana teknologi informasi yang berisi hasutan agar melakukan Tindak Pidana atau melawan penguasa umum dengan Kekerasan, dengan maksud agar isi penghasutan tersebut diketahui atau lebih diketahui oleh umum, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun 6 (enam) Bulan atau pidana denda paling banyak kategori V.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penjelasan Pasal 247 KUHP</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Yang dimaksud dengan “menyiarkan” termasuk perbuatan mentransmisikan, mendistribusikan, dan membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan dokumen elektronik dalam sistem elektronik.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Referensi</strong><br><a href="https://cekricek.id/tag/kuhp">Undang-undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)</a>. Courtesy of <em><strong>Cekricek.id</strong></em>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">58511</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasal 249 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)</title>
		<link>https://cekricek.id/pasal-249-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Dec 2023 21:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KUHP Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Kedua KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekhukum.com/?p=58523</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasal-249-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" title="Pasal 249 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-55_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Pasal 249 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-55_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-55_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-55_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-55_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasal 249 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) 17"></a>Pasal 249 KUHP masuk dalam Buku Kedua Tentang Tindak Pidana, BAB V tentang Tindak Pidana Terhadap Ketertiban Umum, Bagian Kedua tentang Penghasutan dan Penawaran untuk Melakukan Tindak Pidana, Paragraf 2 tentang Penawaran untuk Melakukan Tindak Pidana. Pasal 249 KUHP Setiap orang yang di muka umum dengan lisan atau tulisan menawarkan untuk memberi keterangan, kesempatan, atau sarana untuk melakukan Tindak Pidana, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling banyak kategori II. Penjelasan Pasal 249 KUHP Yang dimaksud dengan “menawarkan” misalnya, orang yang memberikan jasa berupa informasi dengan meminta imbalan. ReferensiUndang-undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Courtesy of Cekricek.id.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasal-249-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" title="Pasal 249 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-55_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Pasal 249 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-55_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-55_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-55_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-55_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasal 249 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) 18"></a>
<p class="wp-block-paragraph">Pasal 249 KUHP masuk dalam <strong>Buku Kedua</strong> Tentang Tindak Pidana, <strong>BAB V</strong> tentang Tindak Pidana Terhadap Ketertiban Umum, <strong>Bagian Kedua</strong> tentang Penghasutan dan Penawaran untuk Melakukan Tindak Pidana, <strong>Paragraf 2</strong> tentang Penawaran untuk Melakukan Tindak Pidana.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pasal 249 KUHP</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap orang yang di muka umum dengan lisan atau tulisan menawarkan untuk memberi keterangan, kesempatan, atau sarana untuk melakukan Tindak Pidana, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling banyak kategori II.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penjelasan Pasal 249 KUHP </h2>



<p class="wp-block-paragraph">Yang dimaksud dengan “menawarkan” misalnya, orang yang memberikan jasa berupa informasi dengan meminta imbalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Referensi</strong><br><a href="https://cekricek.id/tag/kuhp">Undang-undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)</a>. Courtesy of <em><strong>Cekricek.id</strong></em>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">58523</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasal 250 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)</title>
		<link>https://cekricek.id/pasal-250-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Dec 2023 17:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KUHP Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Kedua KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekhukum.com/?p=58524</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasal-250-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" title="Pasal 250 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-54_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Pasal 250 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-54_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-54_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-54_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-54_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasal 250 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) 19"></a>Pasal 250 KUHP masuk dalam Buku Kedua Tentang Tindak Pidana, BAB V tentang Tindak Pidana Terhadap Ketertiban Umum, Bagian Kedua tentang Penghasutan dan Penawaran untuk Melakukan Tindak Pidana, Paragraf 2 tentang Penawaran untuk Melakukan Tindak Pidana. Pasal 250 KUHP Penjelasan Pasal 250 KUHP Cukup jelas. ReferensiUndang-undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Courtesy of Cekricek.id.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasal-250-kuhp-kitab-undang-undang-hukum-pidana/" title="Pasal 250 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-54_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Pasal 250 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana)" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-54_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-54_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-54_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/12/Foto-54_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasal 250 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) 20"></a>
<p class="wp-block-paragraph">Pasal 250 KUHP masuk dalam <strong>Buku Kedua</strong> Tentang Tindak Pidana, <strong>BAB V</strong> tentang Tindak Pidana Terhadap Ketertiban Umum, <strong>Bagian Kedua</strong> tentang Penghasutan dan Penawaran untuk Melakukan Tindak Pidana, <strong>Paragraf 2</strong> tentang Penawaran untuk Melakukan Tindak Pidana.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pasal 250 KUHP</h2>



<ol class="wp-block-list">
<li>Setiap Orang yang menyiarkan, mempertunjukkan, atau menempelkan tulisan atau gambar sehingga terlihat oleh umum, atau memperdengarkan rekaman sehingga terdengar oleh umum, atau menyebarluaskan dengan sarana teknologi informasi yang berisi penawaran untuk memberi keterangan, kesempatan, atau sarana guna melakukan Tindak Pidana dengan maksud agar penawaran tersebut diketahui atau lebih diketahui oleh umum, dipidana dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) Bulan atau pidana denda paling banyak kategori II.</li>



<li>Jika Setiap Orang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melakukan perbuatan tersebut dalam menjalankan profesinya dan pada waktu itu belum lewat 2 (dua) tahun sejak adanya putusan pemidanaan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan Tindak Pidana yang sama, dapat dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86 huruf f.</li>
</ol>



<h2 class="wp-block-heading">Penjelasan Pasal 250 KUHP</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Cukup jelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Referensi</strong><br><a href="https://cekricek.id/tag/kuhp">Undang-undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)</a>. Courtesy of <em><strong>Cekricek.id</strong></em>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">58524</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Minified using Disk

Served from: cekricek.id @ 2026-06-15 01:35:49 by W3 Total Cache
-->