<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	 xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kanker - Cekricek.id</title>
	<atom:link href="https://cekricek.id/tag/kanker/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://cekricek.id</link>
	<description>Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Feb 2024 03:27:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2021/01/cropped-Fav-512-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kanker - Cekricek.id</title>
	<link>https://cekricek.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189108407</site>	<item>
		<title>13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker</title>
		<link>https://cekricek.id/13-jenis-makanan-yang-bisa-menurunkan-risiko-terkena-kanker/</link>
					<comments>https://cekricek.id/13-jenis-makanan-yang-bisa-menurunkan-risiko-terkena-kanker/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dina Adriana]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Feb 2024 03:27:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nuansa]]></category>
		<category><![CDATA[Editor Choice]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=265205</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/13-jenis-makanan-yang-bisa-menurunkan-risiko-terkena-kanker/" title="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker" rel="nofollow"><img width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-96_11zon-1.webp?fit=800%2C450&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-96_11zon-1.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-96_11zon-1.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-96_11zon-1.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-96_11zon-1.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-96_11zon-1.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" title="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker 1"></a>Cekricek.id - Menurut para ahli, terdapat sejumlah makanan tertentu yang mengandung senyawa bermanfaat seperti antioksidan. Jika dikonsumsi secara rutin, makanan-makanan ini bisa menjadi bagian dari pola makan sehat dan turut membantu menurunkan risiko terkena kanker. Berdasarkan serangkaian penelitian, setidaknya ada 13 jenis makanan berikut yang patut diperhitungkan baik untuk preventif kanker maupun bersifat antikanker. Broccoli Dikutip Healthline, broccoli mengandung sulforaphane, senyawa tanaman dari kelompok sayuran cruciferous yang berpotensi memiliki sifat antikanker kuat. Salah satu penelitian pada tahap uji tabung menunjukkan, sulforaphane mampu mengurangi ukuran dan jumlah sel kanker payudara hingga 75 persen. Penelitian lainnya yang menggunakan hewan coba tikus juga menemukan pemberian sulforaphane berhasil membunuh sel-sel kanker prostat serta menurunkan volume tumor hingga lebih dari 50 persen. Beberapa studi juga menemukan, asupan sayur-sayuran cruciferous yang lebih tinggi seperti brokoli dikaitkan dengan risiko kanker usus besar dan kolon yang lebih rendah. Wortel Beberapa studi telah menemukan bahwa mengonsumsi wortel lebih banyak]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/13-jenis-makanan-yang-bisa-menurunkan-risiko-terkena-kanker/" title="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker" rel="nofollow"><img width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-96_11zon-1.webp?fit=800%2C450&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-96_11zon-1.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-96_11zon-1.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-96_11zon-1.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-96_11zon-1.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-96_11zon-1.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker 15"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cekricek.id</strong> - Menurut para ahli, terdapat sejumlah makanan tertentu yang mengandung senyawa bermanfaat seperti antioksidan. Jika dikonsumsi secara rutin, makanan-makanan ini bisa menjadi bagian dari pola makan sehat dan turut membantu menurunkan risiko terkena kanker.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan serangkaian penelitian, setidaknya ada 13 jenis makanan berikut yang patut diperhitungkan baik untuk preventif kanker maupun bersifat antikanker.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Broccoli</h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-style-default"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-83_11zon.webp?resize=800%2C450&#038;ssl=1" alt="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker" class="wp-image-265206" title="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker 2" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-83_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-83_11zon.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-83_11zon.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-83_11zon.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-83_11zon.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dikutip <em>Healthline</em>, broccoli mengandung sulforaphane, senyawa tanaman dari kelompok sayuran cruciferous yang berpotensi memiliki sifat antikanker kuat. Salah satu penelitian pada tahap uji tabung menunjukkan, sulforaphane mampu mengurangi ukuran dan jumlah sel kanker payudara hingga 75 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian lainnya yang menggunakan hewan coba tikus juga menemukan pemberian sulforaphane berhasil membunuh sel-sel kanker prostat serta menurunkan volume tumor hingga lebih dari 50 persen. Beberapa studi juga menemukan, asupan sayur-sayuran cruciferous yang lebih tinggi seperti brokoli dikaitkan dengan risiko kanker usus besar dan kolon yang lebih rendah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Wortel</h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-style-default"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-84_11zon.webp?resize=800%2C450&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-265207" title="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker 3" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-84_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-84_11zon.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-84_11zon.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-84_11zon.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-84_11zon.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa studi telah menemukan bahwa mengonsumsi wortel lebih banyak dikaitkan dengan risiko terkena jenis kanker tertentu yang lebih rendah. Misalnya, analisis terhadap hasil 5 penelitian menyimpulkan bahwa makan wortel dapat menurunkan risiko kanker lambung hingga 26 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Studi lainnya juga menemukan asupan wortel yang lebih tinggi berkaitan dengan 18 persen lebih rendah terkena kanker prostat. Sayuran berwarna jingga ini bisa menjadi camilan sehat atau pelengkap menu makan siang dan malam sebanyak 2-3 kali seminggu untuk mendapatkan manfaatnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kacang Polong</h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-style-default"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-88_11zon-1.webp?resize=800%2C450&#038;ssl=1" alt="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker" class="wp-image-265211" title="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker 4" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-88_11zon-1.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-88_11zon-1.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-88_11zon-1.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-88_11zon-1.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-88_11zon-1.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kacang polong adalah Kacang-kacangan tinggi serat yang berperan penting membantu mencegah kanker usus besar. Salah satu studi meneliti 1.905 orang dengan riwayat tumor usus besar dan menemukan mereka yang mengonsumsi lebih banyak kacang polong kering memiliki risiko kambuhnya tumor yang lebih rendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hewan coba tikus yang diberi kacang hitam atau kacang polong kemudian diinduksi kanker usus besar juga menunjukkan perkembangan sel kanker berhasil diblokir hingga 75 persen. Menurut hasil penelitian ini, makan beberapa porsi kacang-kacangan setiap minggunya dapat meningkatkan asupan serat dan berkontribusi menurunkan risiko terkena kanker.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Beri</h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-style-default"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-86_11zon.webp?resize=800%2C450&#038;ssl=1" alt="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker" class="wp-image-265209" title="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker 5" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-86_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-86_11zon.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-86_11zon.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-86_11zon.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-86_11zon.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Buah beri kaya akan senyawa antosianin, pigmen tanaman dengan sifat antioksidan yang berkaitan dengan penurunan risiko kanker. Salah satu studi mengobati 25 orang pasien kanker usus besar menggunakan ekstrak buah bilberry selama tujuh hari dan menemukan pertumbuhan sel kanker berkurang hingga 7 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian kecil lainnya memberikan black raspberry kering beku kepada penderita kanker mulut dan hasilnya terbukti menurunkan kadar penanda tertentu terkait perkembangan kanker. Hewan coba tikus yang diberi ekstrak buah black raspberry juga menunjukkan risiko terkena kanker kerongkongan berkurang hingga 54 persen dan jumlah tumor menurun hingga 62 persen.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kayu manis</h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-style-default"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-87_11zon-1.webp?resize=800%2C450&#038;ssl=1" alt="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker" class="wp-image-265210" title="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker 6" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-87_11zon-1.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-87_11zon-1.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-87_11zon-1.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-87_11zon-1.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-87_11zon-1.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kayu manis dikenal karena banyak manfaat kesehatannya, termasuk untuk menurunkan gula darah dan peradangan. Di samping itu, beberapa penelitian tabung reaksi dan pada hewan coba menemukan kayu manis juga membantu menghambat penyebaran sel kanker.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekstrak kayu manis terbukti bisa menurunkan penyebaran sel-sel kanker serta menginduksi kematian mereka. Minyak esensial kayu manis juga menekan pertumbuhan sel kanker kepala dan leher. Pemberian ekstrak kayu manis pada tikus juga terbukti memicu kematian sel tumor, dan juga menurunkan pertumbuhan serta penyebaran tumor.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kacang-kacangan</h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-style-default"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-85_11zon.webp?resize=800%2C450&#038;ssl=1" alt="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker" class="wp-image-265208" title="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker 7" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-85_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-85_11zon.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-85_11zon.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-85_11zon.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-85_11zon.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa penelitian telah menemukan mengonsumsi kacang-kacangan dikaitkan dengan risiko terkena jenis kanker tertentu yang lebih rendah. Analisis terhadap hasil penelitian besar misalnya menyimpulkan makan lebih banyak kacang-kacangan berhubungan dengan risiko kematian akibat kanker yang lebih rendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Studi lain yang mengikuti 30.708 partisipan selama hingga 30 tahun juga menemukan makan kacang-kacangan secara rutin dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena kanker usus besar, pankreas, dan endometrium. Jenis kacang tertentu seperti kacang brasil misalnya, tinggi selenium yang membantu melindungi terhadap kanker paru-paru pada mereka dengan kadar selenium rendah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Minyak zaitun</h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-style-default"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-89_11zon-1.webp?resize=800%2C450&#038;ssl=1" alt="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker" class="wp-image-265212" title="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker 8" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-89_11zon-1.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-89_11zon-1.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-89_11zon-1.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-89_11zon-1.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-89_11zon-1.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Minyak zaitun dipuji karena banyak manfaat kesehatannya. Beberapa penelitian bahkan menemukan asupan minyak zaitun yang lebih tinggi membantu melindungi dari kanker. Tinjauan terhadap hasil penelitian besar terdiri 19 studi menunjukkan, mereka dengan konsumsi minyak zaitun terbanyak memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara dan pencernaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian lain yang menganalisis tingkat kanker di 28 negara di dunia juga menemukan wilayah dengan asupan minyak zaitun lebih tinggi memiliki tingkat kanker usus besar lebih rendah. Mengganti minyak yang biasa digunakan dengan minyak zaitun adalah cara mudah memanfaatkan kebaikannya. Anda bisa menuangkannya di atas salad maupun sayuran matang, atau gunakan untuk bumbu perendam daging, ikan, atau unggas.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kurkumin</h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-style-default"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-90_11zon.webp?resize=800%2C450&#038;ssl=1" alt="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker" class="wp-image-265213" title="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker 9" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-90_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-90_11zon.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-90_11zon.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-90_11zon.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-90_11zon.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kurkumin, senyawa bioaktif utama pada kunyit, dikenal karena efek antiinflamasi, antioksidan, dan juga antikanker. Salah satu penelitian melihat efek kurkumin pada 44 pasien dengan lesi di usus besar yang berpotensi menjadi kanker. Setelah diberi 4 gram kurkumin setiap hari selama 30 hari, jumlah lesi berkurang hingga 40 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada percobaan tabung, kurkumin juga terbukti mampu menghambat penyebaran sel kanker usus besar dengan menargetkan enzim spesifik terkait pertumbuhan kanker. Penelitian tabung lainnya memperlihatkan, minyak esensial kunyit juga efektif memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara, paru-paru, dan prostat. Untuk mendapatkan hasil terbaik, sasaran konsumsi sekitar 1-3 gram bubuk kunyit per hari yang bisa ditaburkan ke makanan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Buah-buahan bervitamin C</h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-style-default"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-91_11zon-1.webp?resize=800%2C450&#038;ssl=1" alt="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker" class="wp-image-265214" title="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker 10" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-91_11zon-1.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-91_11zon-1.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-91_11zon-1.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-91_11zon-1.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-91_11zon-1.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa penelitian telah menghubungkan konsumsi buah-buahan bervitamin C seperti lemon, jeruk, pepaya, dan jeruk dengan risiko kanker yang lebih rendah. Salah satu penelitian besar menemukan peserta yang makan lebih banyak buah-buahan bervitamin C memiliki risiko terkena kanker pada saluran pencernaan dan pernapasan bagian atas yang lebih rendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tinjauan terhadap sembilan studi yang melibatkan buah-buahan bervitamin C juga menemukan asupan vitamin C yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko kanker pankreas lebih rendah. Akhirnya, tinjauan 14 studi memperlihatkan konsumsi buah-buahan bervitamin C setidaknya tiga porsi per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko kanker lambung hingga 28 persen.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Biji rami</h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-style-default"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-92_11zon-1.webp?resize=800%2C450&#038;ssl=1" alt="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker" class="wp-image-265215" title="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker 11" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-92_11zon-1.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-92_11zon-1.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-92_11zon-1.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-92_11zon-1.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-92_11zon-1.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Biji rami kaya serat dan lemak sehat jenis omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan sejumlah penelitian menunjukkan memberi efek antikanker. Dalam salah satu studi 32 perempuan pasien kanker payudara diberi muffin biji rami atau plasebo setiap hari selama sebulan. Di akhir studi, kelompok biji rami menunjukkan penurunan kadar penanda tertentu terkait pertumbuhan tumor dan peningkatan kematian sel kanker.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Studi lain pada 161 pria dengan kanker prostat yang diberi biji rami juga menemukan pertumbuhan dan penyebaran sel kanker berkurang. Biji rami tinggi serat yang berperan mencegah kanker usus besar. Coba tambahkan 1 sendok makan biji rami ke dalam pola makan setiap harinya, misalnya untuk campuran smoothie, taburan sereal atau yogurt, atau bahan tambahan kue kesukaan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tomat</h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-style-default"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-93_11zon-1.webp?resize=800%2C450&#038;ssl=1" alt="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker" class="wp-image-265216" title="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker 12" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-93_11zon-1.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-93_11zon-1.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-93_11zon-1.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-93_11zon-1.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-93_11zon-1.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Likopen adalah senyawa yang memberikan warna merah terang pada tomat dan juga memiliki sifat mencegah kanker. Beberapa studi menemukan asupan likopen dan tomat yang lebih tinggi berpotensi menurunkan risiko kanker prostat. Tinjauan terhadap 17 penelitian juga menemukan konsumsi tomat mentah, tomat masak, dan likopen berkorelasi dengan risiko kanker prostat lebih rendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Studi lain yang melibatkan 47.365 orang juga menemukan asupan saus tomat lebih banyak secara spesifik dikaitkan dengan risiko kanker prostat yang lebih rendah. Agar asupan likopen makin tinggi, sertakan tomat dalam menu makan siang maupun makan malam, misalnya untuk isian sandwich, salad, saus, atau pasta.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bawang putih</h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-style-default"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-94_11zon-1.webp?resize=800%2C450&#038;ssl=1" alt="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker" class="wp-image-265217" title="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker 13" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-94_11zon-1.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-94_11zon-1.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-94_11zon-1.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-94_11zon-1.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-94_11zon-1.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kandungan aktif dalam bawang putih adalah allicin, senyawa yang terbukti mampu membunuh sel-sel kanker pada sejumlah penelitian tabung reaksi. Beberapa studi juga telah menemukan korelasi antara konsumsi bawang putih dan risiko kanker yang lebih rendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Misalnya, studi yang melibatkan 543.220 partisipan menemukan, mereka yang sering makan sayur-sayuran Allium seperti bawang putih, bawang bombay, bawang prei dan sebagainya memiliki risiko kanker lambung lebih rendah. Studi lain pada 471 pria juga menunjukkan asupan bawang putih lebih tinggi berhubungan dengan risiko kanker prostat yang lebih rendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, meskipun penelitian menjanjikan menunjukkan korelasi antara asupan bawang putih dan penurunan risiko kanker, diperlukan lebih banyak studi untuk memeriksa apakah faktor lain juga berperan di sini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ikan berlemak</h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-style-default"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-95_11zon-1.webp?resize=800%2C450&#038;ssl=1" alt="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker" class="wp-image-265218" title="13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker 14" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-95_11zon-1.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-95_11zon-1.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-95_11zon-1.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-95_11zon-1.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-95_11zon-1.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa penelitian menunjukkan menyertakan beberapa porsi ikan dalam pola makan setiap minggu dapat mengurangi risiko kanker. Salah satu studi besar misalnya menunjukkan asupan ikan yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko kanker pencernaan yang lebih rendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Studi lain yang mengikuti 478.040 dewasa juga menemukan makan ikan lebih banyak menurunkan risiko kanker usus besar, sementara daging merah dan olahan justru meningkatkan risikonya. Secara khusus, ikan-ikan berlemak seperti salmon, makerel, dan ikan teri mengandung nutrisi penting seperti vitamin D dan omega-3 yang terbukti menurunkan risiko kanker.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Misalnya, kadar vitamin D yang memadai dipercaya membantu mencegah dan mengurangi risiko kanker. Sementara, asam lemak omega-3 juga diyakini menghambat perkembangannya. Sasar konsumsi 2 porsi ikan berlemak per minggu untuk mendapat asupan omega-3 dan vitamin D yang optimal guna memaksimalkan potensi manfaatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga: </strong><a href="https://cekricek.id/deteksi-kanker-apakah-benar-memperpanjang-hidup/" data-type="post" data-id="255378">Deteksi Kanker: Apakah Benar Memperpanjang Hidup?</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesimpulan, penelitian terbaru semakin memperjelas betapa pola makan berdampak besar pada risiko kanker seseorang. Meski penelitian saat ini masih terbatas dan perlu diperdalam, mengonsumsi makanan alami yang kaya gizi dengan gaya hidup sehat tentu memberi banyak manfaat bagi kesehatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em>Baca <strong>Berita Riau Hari Ini</strong> setiap hari di <strong><a href="https://whatsapp.com/channel/0029VaJ0Pik545uqaSdu2G2b" rel="nofollow noopener" target="_blank">Channel Cekricek.id</a></strong>.</em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/13-jenis-makanan-yang-bisa-menurunkan-risiko-terkena-kanker/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">265205</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Organ &#039;Tidak Berguna&#039; yang Sering Dibuang Dokter Ternyata Bisa Melawan Kanker</title>
		<link>https://cekricek.id/organ-tidak-berguna-yang-sering-dibuang-dokter-ternyata-bisa-melawan-kanker/</link>
					<comments>https://cekricek.id/organ-tidak-berguna-yang-sering-dibuang-dokter-ternyata-bisa-melawan-kanker/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Dec 2023 23:08:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nuansa]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Kelenjar Timus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=256469</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/organ-tidak-berguna-yang-sering-dibuang-dokter-ternyata-bisa-melawan-kanker/" title="Organ &#039;Tidak Berguna&#039; yang Sering Dibuang Dokter Ternyata Bisa Melawan Kanker" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/12/Foto-36_11zon-1.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Organ &#039;Tidak Berguna&#039; yang Sering Dibuang Dokter Ternyata Bisa Melawan Kanker" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/12/Foto-36_11zon-1.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/12/Foto-36_11zon-1.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/12/Foto-36_11zon-1.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/12/Foto-36_11zon-1.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Organ &#039;Tidak Berguna&#039; yang Sering Dibuang Dokter Ternyata Bisa Melawan Kanker 16"></a>Cekricek.id - Sebuah penelitian terkini mengungkap bahwa kelenjar timus, yang sering dianggap 'tak berguna' pada masa dewasa, ternyata memiliki peran penting dalam melawan kanker. Studi retrospektif dari peneliti Amerika Serikat ini menyoroti risiko yang meningkat pada individu yang menjalani pengangkatan kelenjar timus (thymectomy), termasuk risiko kematian dan pengembangan kanker. Kelenjar timus, terletak di balik tulang dada, berperan vital dalam pengembangan sistem imun pada masa kanak-kanak. Namun, seiring bertambahnya usia, fungsinya sering dianggap menurun, sehingga pengangkatan kelenjar ini dianggap tidak berbahaya. Penemuan terbaru ini menggugat asumsi tersebut. Menurut David Scadden, seorang onkolog, risiko yang dikaitkan dengan pengangkatan kelenjar timus jauh lebih besar dari yang diperkirakan. Scadden, dalam wawancara dengan Anne Manning dari Harvard Gazette, menekankan pentingnya pelestarian kelenjar timus, terutama dalam konteks klinis. Analisis data pasien dari sistem perawatan kesehatan negara bagian Boston mengungkapkan perbandingan hasil antara lebih dari 6.000 orang yang tidak menjalani pengangkatan timus dengan 1.146 orang yang menjalaninya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/organ-tidak-berguna-yang-sering-dibuang-dokter-ternyata-bisa-melawan-kanker/" title="Organ &#039;Tidak Berguna&#039; yang Sering Dibuang Dokter Ternyata Bisa Melawan Kanker" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/12/Foto-36_11zon-1.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Organ &#039;Tidak Berguna&#039; yang Sering Dibuang Dokter Ternyata Bisa Melawan Kanker" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/12/Foto-36_11zon-1.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/12/Foto-36_11zon-1.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/12/Foto-36_11zon-1.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/12/Foto-36_11zon-1.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Organ &#039;Tidak Berguna&#039; yang Sering Dibuang Dokter Ternyata Bisa Melawan Kanker 17"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cekricek.id -</strong> Sebuah penelitian terkini mengungkap bahwa kelenjar timus, yang sering dianggap 'tak berguna' pada masa dewasa, ternyata memiliki peran penting dalam melawan <a href="https://cekricek.id/tag/kanker">kanker</a>. Studi retrospektif dari peneliti <a href="https://cekricek.id/tag/amerika-serikat">Amerika Serikat</a> ini menyoroti risiko yang meningkat pada individu yang menjalani pengangkatan kelenjar timus (thymectomy), termasuk risiko kematian dan pengembangan kanker.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://cekricek.id/tag/kelenjar-timus">Kelenjar timus</a>, terletak di balik tulang dada, berperan vital dalam pengembangan sistem imun pada masa kanak-kanak. Namun, seiring bertambahnya usia, fungsinya sering dianggap menurun, sehingga pengangkatan kelenjar ini dianggap tidak berbahaya. Penemuan terbaru ini menggugat asumsi tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut David Scadden, seorang onkolog, risiko yang dikaitkan dengan pengangkatan kelenjar timus jauh lebih besar dari yang diperkirakan. Scadden, dalam wawancara dengan Anne Manning dari Harvard Gazette, menekankan pentingnya pelestarian kelenjar timus, terutama dalam konteks klinis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Analisis data pasien dari sistem perawatan kesehatan negara bagian Boston mengungkapkan perbandingan hasil antara lebih dari 6.000 orang yang tidak menjalani pengangkatan timus dengan 1.146 orang yang menjalaninya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang menjalani thymectomy hampir dua kali lebih mungkin meninggal dalam lima tahun, meskipun telah disesuaikan dengan faktor-faktor seperti jenis kelamin, usia, ras, dan kondisi kesehatan tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih jauh, studi ini menemukan bahwa kanker pada pasien yang menjalani pengangkatan kelenjar timus cenderung lebih agresif dan sering kambuh setelah perawatan, dibandingkan dengan kelompok kontrol. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyebab pasti dari asosiasi ini masih belum jelas, namun para peneliti menduga bahwa kehilangan kelenjar timus dapat mengganggu fungsi sistem imun dewasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya itu, pasien yang menjalani thymectomy menunjukkan keragaman reseptor sel T yang lebih rendah dalam darah mereka, yang dapat berkontribusi pada pengembangan kanker atau penyakit autoimun pasca-operasi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penemuan ini mendukung gagasan bahwa kelenjar timus berkontribusi pada produksi sel T baru pada orang dewasa dan memelihara kesehatan manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis studi menyimpulkan bahwa kelenjar timus memainkan peran penting dalam kesehatan berkelanjutan kita, bahkan hingga akhir hidup. </p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga: </strong><a href="https://cekricek.id/inovasi-gene-solutions-dalam-deteksi-kanker-mendapat-sorotan-di-esmo-asia-2023/" data-type="post" data-id="256422">Inovasi Gene Solutions dalam Deteksi Kanker Mendapat Sorotan di ESMO Asia 2023</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil penelitian ini, yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine, menantang pandangan tradisional dan membuka jalan baru dalam pemahaman kita tentang sistem imun dan perawatan kanker.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/organ-tidak-berguna-yang-sering-dibuang-dokter-ternyata-bisa-melawan-kanker/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">256469</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Remaja AS Ciptakan Sabun Pengobatan Kanker Kulit</title>
		<link>https://cekricek.id/remaja-as-ciptakan-sabun-pengobatan-kanker-kulit/</link>
					<comments>https://cekricek.id/remaja-as-ciptakan-sabun-pengobatan-kanker-kulit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nadia Putri]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Nov 2023 05:46:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nuansa]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sabun Pengobatan Kanker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=256256</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/remaja-as-ciptakan-sabun-pengobatan-kanker-kulit/" title="Remaja AS Ciptakan Sabun Pengobatan Kanker Kulit" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/11/Foto-5_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Remaja AS Ciptakan Sabun Pengobatan Kanker Kulit" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/11/Foto-5_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/11/Foto-5_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/11/Foto-5_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/11/Foto-5_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Remaja AS Ciptakan Sabun Pengobatan Kanker Kulit 18"></a>Cekricek.id - Heman Bekel, ilmuwan muda berusia 14 tahun dari Amerika Serikat, baru-baru ini mengukir prestasi mengagumkan dengan menciptakan sabun yang mampu mendukung sistem imun tubuh dalam memerangi kanker kulit. Inovasi unik ini telah membawanya memenangkan penghargaan utama dalam Tantangan Ilmuwan Muda, sebuah kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh perusahaan multinasional asal AS, 3M Company. 3M Company, yang terkenal dengan pengembangan dan paten masker N95 di tahun 1970-an dan 80-an, mengadakan kompetisi ini untuk mendorong anak-anak dan remaja mengembangkan solusi inovatif untuk masalah sehari-hari. Heman Bekel, yang tinggal di Ethiopia selama empat tahun sebelum pindah ke AS, terinspirasi oleh pengalamannya melihat orang-orang bekerja di bawah terik matahari. Hal ini memotivasi dia untuk menciptakan sabun ini yang diharapkan suatu hari nanti akan terjangkau dan efektif. Sabun ini bekerja dengan mengirimkan obat melalui kulit yang mengaktifkan sistem imun tubuh untuk memerangi sel-sel kanker. Jika terbukti berhasil dan aman sebagai pengobatan, produk ini bisa]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/remaja-as-ciptakan-sabun-pengobatan-kanker-kulit/" title="Remaja AS Ciptakan Sabun Pengobatan Kanker Kulit" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/11/Foto-5_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Remaja AS Ciptakan Sabun Pengobatan Kanker Kulit" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/11/Foto-5_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/11/Foto-5_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/11/Foto-5_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/11/Foto-5_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Remaja AS Ciptakan Sabun Pengobatan Kanker Kulit 19"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cekricek.id -</strong> Heman Bekel, ilmuwan muda berusia 14 tahun dari <a href="https://cekricek.id/tag/Amerika-Serikat">Amerika Serikat</a>, baru-baru ini mengukir prestasi mengagumkan dengan menciptakan sabun yang mampu mendukung sistem imun tubuh dalam memerangi <a href="https://cekricek.id/tag/kanker-kulit">kanker</a> kulit. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Inovasi unik ini telah membawanya memenangkan penghargaan utama dalam Tantangan Ilmuwan Muda, sebuah kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh perusahaan multinasional asal AS, 3M Company.</p>



<p class="wp-block-paragraph">3M Company, yang terkenal dengan pengembangan dan paten masker N95 di tahun 1970-an dan 80-an, mengadakan kompetisi ini untuk mendorong anak-anak dan remaja mengembangkan solusi inovatif untuk masalah sehari-hari. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Heman Bekel, yang tinggal di Ethiopia selama empat tahun sebelum pindah ke AS, terinspirasi oleh pengalamannya melihat orang-orang bekerja di bawah terik matahari. Hal ini memotivasi dia untuk menciptakan sabun ini yang diharapkan suatu hari nanti akan terjangkau dan efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sabun ini bekerja dengan mengirimkan obat melalui kulit yang mengaktifkan sistem imun tubuh untuk memerangi sel-sel kanker. Jika terbukti berhasil dan aman sebagai pengobatan, produk ini bisa menjadi perubahan besar bagi mereka yang tidak mampu membiayai perawatan kanker kulit mahal yang saat ini dapat mencapai biaya sekitar 40.000 dolar AS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan Heman dalam mengembangkan sabun ini dimulai di rumah, namun kemudian mendapat dukungan dari Universitas Virginia dan Universitas Georgetown, serta mentor-nya, Deborah Isabelle, seorang insinyur produk di 3M. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahan utama yang digunakan adalah imidazoquinoline, yang sudah digunakan sebagai pengobatan topikal untuk kondisi seperti kutil, infeksi jamur, dan jerawat. FDA juga telah menyetujuinya untuk mengobati basal cell carcinoma, salah satu jenis kanker kulit yang menjadi perhatian Heman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keunikan sabun ini terletak pada tambahan bahan yang membuat senyawa pengobatan kanker tetap melekat pada kulit bahkan setelah dibilas. "</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memang terasa sedikit lebih lengket [dibandingkan sabun biasa] karena mengandung nanopartikel berbasis lipid, dan tujuan utamanya adalah agar bagian obat tetap menempel di kulit meskipun sabun sudah dibilas," jelas Heman dalam wawancara dengan Max Barnhart dari NPR.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nanopartikel lipid, yang pertama kali disetujui FDA sebagai kendaraan pengiriman obat pada tahun 2018 dan dikenal luas dalam penggunaannya pada vaksin COVID-19 oleh Moderna dan Pfizer, menunjukkan potensi baru dalam pengiriman obat. Diterapkan pada kulit, nanopartikel lipid membentuk lapisan tak terlihat di permukaannya, membantu penetrasi kulit sambil mengantar senyawa aktif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masih belum jelas seberapa efektif nanopartikel lipid meresap ke jaringan hidup seperti kulit, namun inovasi Heman mungkin akan membantu memulai pengujian tersebut. "Sejauh ini, saya berfokus pada pengujian molekuler digital, yang merupakan proses pengujian baru, di mana Anda dapat menguji berbagai bahan dan menggabungkannya (dalam model komputer) dan melihat apa yang mereka lakukan," kata Heman kepada NPR.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun masih memerlukan persetujuan untuk pengujian manusia dan sertifikasi FDA, Heman memiliki visi jangka panjang. "Pada tahun 2028, saya berharap bisa mengubah proyek ini menjadi organisasi nirlaba di mana saya dapat menyediakan perawatan kanker kulit yang terjangkau dan dapat diakses oleh sebanyak mungkin orang," ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui inovasi ini, Heman berharap bisa menginspirasi orang lain untuk mencari solusi berkelanjutan bagi masalah global. Inovasi remaja ini bukan hanya tentang menciptakan produk baru, tapi juga tentang membuka jalan bagi penemuan yang dapat mengubah dunia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/remaja-as-ciptakan-sabun-pengobatan-kanker-kulit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">256256</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Deteksi Kanker: Apakah Benar Memperpanjang Hidup?</title>
		<link>https://cekricek.id/deteksi-kanker-apakah-benar-memperpanjang-hidup/</link>
					<comments>https://cekricek.id/deteksi-kanker-apakah-benar-memperpanjang-hidup/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Sep 2023 08:36:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nuansa]]></category>
		<category><![CDATA[Deteksi Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=255378</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/deteksi-kanker-apakah-benar-memperpanjang-hidup/" title="Deteksi Kanker: Apakah Benar Memperpanjang Hidup?" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-19T152852.152_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Penelitian terbaru menimbulkan keraguan tentang efektivitas deteksi kanker dalam memperpanjang hidup. Namun, para ahli menyarankan agar tidak terburu-buru menyimpulkan." style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-19T152852.152_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-19T152852.152_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-19T152852.152_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-19T152852.152_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Deteksi Kanker: Apakah Benar Memperpanjang Hidup? 20"></a>Penelitian terbaru menimbulkan keraguan tentang efektivitas deteksi kanker dalam memperpanjang hidup. Namun, para ahli menyarankan agar tidak terburu-buru menyimpulkan. Cekricek.id - Deteksi kanker adalah upaya untuk menemukan tanda-tanda penyakit mematikan ini sebelum gejala muncul. Tujuannya adalah untuk mendeteksi kanker secepat mungkin, memudahkan pengobatan, dan menyelamatkan nyawa. Namun, sebuah penelitian terbaru menimbulkan keraguan mengenai efektivitas deteksi kanker dalam memperpanjang hidup. Penelitian yang diterbitkan pada 28 Agustus di jurnal JAMA Internal Medicine ini meninjau 18 uji klinis acak (RCT) yang melibatkan 2,1 juta orang. Penelitian ini fokus pada enam tes untuk empat jenis kanker: payudara, paru-paru, prostat, dan kolorektal. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya satu tes skrining kanker kolorektal, sigmoidoskopi, yang tampaknya memperpanjang hidup orang rata-rata sekitar tiga bulan. Namun, para ahli mengingatkan untuk tidak terburu-buru menyimpulkan. Leigh Jackson, seorang dosen di University of Exeter, mengatakan bahwa meskipun penelitian melibatkan lebih dari 2 juta orang, setiap uji coba melibatkan jumlah pasien yang]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/deteksi-kanker-apakah-benar-memperpanjang-hidup/" title="Deteksi Kanker: Apakah Benar Memperpanjang Hidup?" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-19T152852.152_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Penelitian terbaru menimbulkan keraguan tentang efektivitas deteksi kanker dalam memperpanjang hidup. Namun, para ahli menyarankan agar tidak terburu-buru menyimpulkan." style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-19T152852.152_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-19T152852.152_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-19T152852.152_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-19T152852.152_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Deteksi Kanker: Apakah Benar Memperpanjang Hidup? 21"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><em>Penelitian terbaru menimbulkan keraguan tentang efektivitas deteksi kanker dalam memperpanjang hidup. Namun, para ahli menyarankan agar tidak terburu-buru menyimpulkan.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cekricek.id </strong>- <a href="https://cekricek.id/tag/deteksi-kanker">Deteksi kanker</a> adalah upaya untuk menemukan tanda-tanda penyakit mematikan ini sebelum gejala muncul. Tujuannya adalah untuk mendeteksi kanker secepat mungkin, memudahkan pengobatan, dan menyelamatkan nyawa. Namun, sebuah penelitian terbaru menimbulkan keraguan mengenai efektivitas deteksi kanker dalam memperpanjang hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian yang diterbitkan pada 28 Agustus di jurnal <em>JAMA Internal Medicine</em> ini meninjau 18 uji klinis acak (RCT) yang melibatkan 2,1 juta orang. Penelitian ini fokus pada enam tes untuk empat jenis kanker: payudara, paru-paru, prostat, dan kolorektal. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya satu tes skrining kanker kolorektal, sigmoidoskopi, yang tampaknya memperpanjang hidup orang rata-rata sekitar tiga bulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, para ahli mengingatkan untuk tidak terburu-buru menyimpulkan. Leigh Jackson, seorang dosen di University of Exeter, mengatakan bahwa meskipun penelitian melibatkan lebih dari 2 juta orang, setiap uji coba melibatkan jumlah pasien yang jauh lebih sedikit. Beberapa penelitian bahkan berasal dari tahun 1989, yang mungkin membatasi relevansinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Stephen Duffy, profesor deteksi kanker di Queen Mary University of London, menambahkan bahwa pendekatan penelitian ini mungkin mempengaruhi interpretasi hasil. Peneliti memfokuskan pada "kematian akibat semua penyebab" daripada hanya kematian akibat kanker, yang dapat mempengaruhi interpretasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Jackson berpendapat bahwa pendekatan ini mungkin tepat, tetapi peneliti harus mempertimbangkan data tambahan dalam analisis mereka. Data dunia nyata dari kelompok orang yang lebih besar bisa memberikan wawasan tambahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Duffy menekankan bahwa bukti eksperimental yang mapan mengenai deteksi kanker untuk payudara, kolorektal, dan paru-paru tetap relevan. Sedangkan menurut USPSTF, deteksi kanker prostat dapat mengurangi risiko kematian pada beberapa orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jackson menambahkan bahwa pesan yang harus disampaikan adalah bahwa ada bukti terbatas bahwa beberapa tes deteksi memperpanjang hidup secara signifikan. Dia juga menekankan pentingnya deteksi kanker serviks, yang disarankan oleh CDC dan USPSTF.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dr. Montserrat García-Closas, profesor epidemiologi di The Institute of Cancer Research, menekankan pentingnya mempertimbangkan risiko pribadi seseorang terhadap kanker tertentu. Dia menyarankan agar orang mencari saran medis yang disesuaikan dengan keadaan pribadi mereka.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/deteksi-kanker-apakah-benar-memperpanjang-hidup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">255378</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Artemisia Annua, Tanaman Ajaib yang Dapat Mengobati Covid-19 dan Kanker</title>
		<link>https://cekricek.id/artemisia-annua-tanaman-ajaib-yang-dapat-mengobati-covid-19-dan-kanker/</link>
					<comments>https://cekricek.id/artemisia-annua-tanaman-ajaib-yang-dapat-mengobati-covid-19-dan-kanker/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nadia Putri]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Sep 2023 03:26:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nuansa]]></category>
		<category><![CDATA[Artemisia Annua]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Editor Choice]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sweet Annie]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=255019</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/artemisia-annua-tanaman-ajaib-yang-dapat-mengobati-covid-19-dan-kanker/" title="Artemisia Annua, Tanaman Ajaib yang Dapat Mengobati Covid-19 dan Kanker" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-12T101625.908_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Artemisia Annua, Tanaman Ajaib yang Dapat Mengobati Covid-19 dan Kanker - Sweet Annie" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-12T101625.908_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-12T101625.908_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-12T101625.908_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-12T101625.908_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Artemisia Annua, Tanaman Ajaib yang Dapat Mengobati Covid-19 dan Kanker 22"></a>Peneliti mengungkap tanaman Artemisia annua atau Sweet Annie dapat mengobati kanker dan COVID-19. Sweet Annie telah digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok selama lebih dari 2.000 tahun. Cekricek.id - Di laboratorium biologi Universitas Texas di San Antonio (UTSA), Valerie Sponsel memelihara tanaman tinggi dengan daun hijau cerah yang tumbuh di pot tanah liat. Satu lantai di atasnya, Francis Yoshimoto tengah mengekstrak daun tanaman tersebut untuk mendapatkan senyawanya. Mereka berdua akan segera bertemu dengan peneliti UTSA lainnya, Annie Lin, untuk menguji senyawa yang telah diekstrak terhadap sel kanker. Tanaman yang tengah menjadi sorotan ini adalah Artemisia annua, atau yang dikenal dengan Sweet Annie. Tanaman ini mengandung senyawa medis yang sedang diteliti oleh para peneliti UTSA untuk memahami sifat bioaktif salah satu senyawanya, Arteannuin B, terhadap sel kanker dan COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Menurut Sponsel, sekitar 50% obat resep berasal dari produk alami, yang dibuat oleh tumbuhan, jamur, atau bakteri.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/artemisia-annua-tanaman-ajaib-yang-dapat-mengobati-covid-19-dan-kanker/" title="Artemisia Annua, Tanaman Ajaib yang Dapat Mengobati Covid-19 dan Kanker" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-12T101625.908_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Artemisia Annua, Tanaman Ajaib yang Dapat Mengobati Covid-19 dan Kanker - Sweet Annie" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-12T101625.908_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-12T101625.908_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-12T101625.908_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-12T101625.908_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Artemisia Annua, Tanaman Ajaib yang Dapat Mengobati Covid-19 dan Kanker 24"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><em>Peneliti mengungkap tanaman Artemisia annua atau Sweet Annie dapat mengobati kanker dan COVID-19. Sweet Annie telah digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok selama lebih dari 2.000 tahun.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cekricek.id</strong> - Di laboratorium biologi Universitas Texas di San Antonio (UTSA), Valerie Sponsel memelihara tanaman tinggi dengan daun hijau cerah yang tumbuh di pot tanah liat. Satu lantai di atasnya, Francis Yoshimoto tengah mengekstrak daun tanaman tersebut untuk mendapatkan senyawanya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka berdua akan segera bertemu dengan peneliti UTSA lainnya, Annie Lin, untuk menguji senyawa yang telah diekstrak terhadap sel kanker.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanaman yang tengah menjadi sorotan ini adalah <a href="https://cekricek.id/tag/Artemisia-annua">Artemisia annua</a>, atau yang dikenal dengan Sweet Annie. Tanaman ini mengandung senyawa medis yang sedang diteliti oleh para peneliti UTSA untuk memahami sifat bioaktif salah satu senyawanya, Arteannuin B, terhadap sel kanker dan COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Sponsel, sekitar 50% obat resep berasal dari produk alami, yang dibuat oleh tumbuhan, jamur, atau bakteri. Dari jumlah tersebut, setengahnya berasal dari tumbuhan. Fakta ini mengejutkan jika kita memikirkan berbagai obat yang ada di dunia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap tumbuhan menghasilkan senyawa medis yang berbeda, dan untuk kanker sendiri, ada beberapa jenis senyawa yang baru ditemukan dalam setengah abad terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sweet Annie telah digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok selama lebih dari 2.000 tahun. Tanaman ini menghasilkan artemisinin yang digunakan untuk pengobatan malaria. Ekstrak daunnya juga telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit lain, termasuk kanker dan COVID-19. </p>



<figure class="wp-block-image size-full is-style-default"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-12T101601.968_11zon.webp?resize=800%2C475&#038;ssl=1" alt="Artemisia Annua, Tanaman Ajaib yang Dapat Mengobati Covid-19 dan Kanker - Sweet Annie" class="wp-image-255021" title="Artemisia Annua, Tanaman Ajaib yang Dapat Mengobati Covid-19 dan Kanker 23" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-12T101601.968_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-12T101601.968_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-12T101601.968_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-12T101601.968_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption class="wp-element-caption">Artemisia Annua. [Foto: Canva]</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini, kopi yang mengandung Sweet Annie sedang menjadi fokus uji klinis terkait kanker, sementara ekstrak tanaman ini yang diseduh menjadi teh telah digunakan di Afrika untuk melawan COVID.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, hingga baru-baru ini, para peneliti belum sepenuhnya memahami bagaimana senyawa tanaman ini bekerja. Sponsel, Yoshimoto, dan Lin adalah yang pertama menunjukkan mekanisme salah satu molekul ini melalui kerja sama lintas disiplin ilmu dalam bidang biokimia, kimia, dan biologi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lin, yang merupakan profesor asosiasi di Departemen Biologi Integratif UTSA, menyatakan bahwa mereka sedang mempelajari bagaimana mekanisme aksi senyawa medis Artemisia Annua atau Sweet Annie untuk menentukan cara terbaik dalam menyampaikannya dan menargetkan terapi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian ini merupakan hasil kerja sama dengan Mitchel S. Berger, direktur Pusat Tumor Otak Universitas California San Francisco (UCSF). Berger menyediakan sumber daya untuk sel glioblastoma primer dari Bank Jaringan Tumor Otak UCSF.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam proses ekstraksi dan analisis, Yoshimoto, asisten profesor kimia di UTSA, menggunakan metanol sebagai pelarut untuk mengekstrak senyawa. Kaitlyn Varela, mahasiswa doktoral di laboratorium Yoshimoto, memisahkan dan mengkarakterisasi ekstrak daun Sweet Annie dengan menggunakan spektroskopi NMR dan kromatografi cair-spektrometri massa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para peneliti menguji fraksi untuk aktivitas sitotoksik terhadap sel glioblastoma, bentuk tumor otak yang ganas. Selama proses ini, arteannuin B secara konsisten menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker GBM. Mereka percaya senyawa ini mungkin menghambat protease sistein yang berlebihan pada sel kanker.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai kesimpulan, Yoshimoto menambahkan bahwa mereka ingin memahami bagaimana mekanisme ini bekerja agar dapat memberikan obat kepada pasien dengan cara yang lebih cerdas. Memahami mekanisme kerja obat sangat penting karena memungkinkan obat diberikan dengan lebih efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em><strong>Referensi</strong>: "Inhibition of Cysteine Proteases via Thiol-Michael Addition Explains the Anti-SARS-CoV-2 and Bioactive Properties of Arteannuin B" oleh Kaitlyn Varela, Hadi D. Arman, Mitchel S. Berger, Valerie M. Sponsel, Chin-Hsing Annie Lin, dan Francis K. Yoshimoto, 17 Juli 2023, Journal of Natural Products.</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/artemisia-annua-tanaman-ajaib-yang-dapat-mengobati-covid-19-dan-kanker/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">255019</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diabetes Berdampak pada Pertumbuhan Sel Kanker?</title>
		<link>https://cekricek.id/diabetes-berdampak-pada-pertumbuhan-sel-kanker/</link>
					<comments>https://cekricek.id/diabetes-berdampak-pada-pertumbuhan-sel-kanker/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rola Cantika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Sep 2023 19:02:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nuansa]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Resistensi Insulin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=254976</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/diabetes-berdampak-pada-pertumbuhan-sel-kanker/" title="Diabetes Berdampak pada Pertumbuhan Sel Kanker?" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-11T223932.075_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Diabetes Berdampak pada Pertumbuhan Sel Kanker?" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-11T223932.075_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-11T223932.075_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-11T223932.075_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-11T223932.075_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Diabetes Berdampak pada Pertumbuhan Sel Kanker? 25"></a>Penelitian terbaru mengungkap hubungan antara resistensi insulin, yang biasanya dikaitkan dengan diabetes tipe 2, dengan pertumbuhan sel kanker. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana resistensi insulin dapat mempercepat penyebaran kanker. Cekricek.id - Pada era 1920-an, aroma manis pada urin pasien kanker menjadi misteri bagi dokter. Namun, tak lama kemudian, mereka menyadari bahwa hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah. "Ini adalah salah satu hal pertama yang kami ketahui tentang pasien kanker," ungkap Associate Professor Lykke Sylow. Aroma manis tersebut mengindikasikan bahwa kanker mempengaruhi kadar gula darah tubuh. Namun, bagaimana bisa? Sebuah penelitian terbaru siap menjawab pertanyaan tersebut. Meskipun banyak penelitian sebelumnya yang telah mengeksplorasi hubungan antara kanker dan insulin, penelitian yang dilakukan oleh Lykke Sylow dan timnya ini menjadi yang pertama yang mengkompilasi penelitian terbaik mengenai topik tersebut. Dalam temuannya, Sylow menjelaskan, "Pada pasien kanker, sel-sel tidak merespon dengan baik terhadap hormon insulin. Oleh karena itu, dibutuhkan insulin]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/diabetes-berdampak-pada-pertumbuhan-sel-kanker/" title="Diabetes Berdampak pada Pertumbuhan Sel Kanker?" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-11T223932.075_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Diabetes Berdampak pada Pertumbuhan Sel Kanker?" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-11T223932.075_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-11T223932.075_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-11T223932.075_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-11T223932.075_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Diabetes Berdampak pada Pertumbuhan Sel Kanker? 26"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><em>Penelitian terbaru mengungkap hubungan antara resistensi insulin, yang biasanya dikaitkan dengan diabetes tipe 2, dengan pertumbuhan sel kanker. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana resistensi insulin dapat mempercepat penyebaran kanker.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cekricek.id</strong> - Pada era 1920-an, aroma manis pada urin pasien <a href="https://cekricek.id/tag/kanker">kanker</a> menjadi misteri bagi dokter. Namun, tak lama kemudian, mereka menyadari bahwa hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah. "Ini adalah salah satu hal pertama yang kami ketahui tentang pasien kanker," ungkap Associate Professor Lykke Sylow.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aroma manis tersebut mengindikasikan bahwa kanker mempengaruhi kadar gula darah tubuh. Namun, bagaimana bisa? Sebuah penelitian terbaru siap menjawab pertanyaan tersebut. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun banyak penelitian sebelumnya yang telah mengeksplorasi hubungan antara kanker dan insulin, penelitian yang dilakukan oleh Lykke Sylow dan timnya ini menjadi yang pertama yang mengkompilasi penelitian terbaik mengenai topik tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam temuannya, Sylow menjelaskan, "Pada pasien kanker, sel-sel tidak merespon dengan baik terhadap hormon insulin. Oleh karena itu, dibutuhkan insulin lebih banyak untuk menciptakan efek yang sama pada pasien kanker. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika Anda mengalami resistensi insulin, tubuh Anda harus memproduksi insulin lebih banyak dari biasanya untuk dapat mengatur gula darah."</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemampuan tubuh untuk merespons insulin ternyata terganggu, baik pada pasien kanker maupun pada orang dengan <a href="https://cekricek.id/tag/diabetes">diabetes</a> tipe 2. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Gejala diabetes tipe 2 seperti kelelahan dan peningkatan rasa haus serta buang air kecil berkembang secara bertahap dan oleh karena itu sulit untuk dikenali. Pada pasien kanker, resistensi insulin bisa lebih sulit dikenali karena mereka sudah mengalami beberapa gejala ini, seperti kelelahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam penelitian ini, para peneliti melakukan meta-analisis dari 15 studi tentang sensitivitas insulin dan kanker. Ini mencakup 187 pasien yang menderita berbagai jenis kanker, termasuk kanker paru-paru dan kolon, serta 154 subjek kontrol. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka hanya memasukkan studi yang menggunakan standar emas, yaitu metode analisis sensitivitas insulin yang sangat akurat pada manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain dampak negatif dari resistensi insulin, kondisi ini juga dapat menyebabkan sel kanker berkembang biak. "Kami tahu dari studi sel, studi hewan, dan beberapa studi manusia bahwa insulin adalah hormon pertumbuhan dan memiliki efek yang sama pada sel kanker. Artinya, kadar insulin yang tinggi dapat membuat sel kanker tumbuh lebih cepat," kata penulis utama kedua dari studi tersebut, Joan Màrmol.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, resistensi insulin dapat mempengaruhi akumulasi protein di otot. Jika tubuh gagal merespon insulin, akan kehilangan massa otot dan kekuatan, dan ini menjadi masalah besar bagi banyak pasien kanker.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kanker dan resistensi insulin adalah kombinasi yang sangat buruk. Sylow berharap para ahli onkologi akan mulai memeriksa kadar gula darah pasien - bahkan ketika tampak normal, karena resistensi insulin bisa sulit dikenali saat tubuh hanya mengkompensasi dengan memproduksi lebih banyak insulin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika ditemukan bahwa pasien menderita resistensi insulin, mereka perlu mulai mengobatinya. "Kami dapat mengobati resistensi insulin karena kami memiliki pengetahuan mendalam tentang kondisi ini - kami hanya biasa mengaitkannya dengan diabetes tipe 2," kata Sylow.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, aspek-aspek dari hubungan ini memerlukan lebih banyak penelitian. "Langkah selanjutnya adalah mencoba menentukan siapa yang mengembangkan resistensi insulin. Pasien kanker jenis apa yang berisiko di sini? Apakah mereka memiliki jenis kanker tertentu atau faktor risiko tertentu? Atau mungkin berkaitan dengan pengobatan?" tambah Sylow.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah mengidentifikasi mereka yang berisiko tinggi mengembangkan kondisi ini, Sylow berharap akan ada lebih banyak studi jangka panjang tentang pengobatan resistensi insulin dan apakah memiliki efek positif pada pasien.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Referensi: <em>“Insulin resistance in patients with cancer: a systematic review and meta-analysis” oleh Joan M. Màrmol, Michala Carlsson, Steffen H. Raun, Mia K. Grand, Jonas Sørensen, Louise Lang Lehrskov, Erik A. Richter dan Ole Norgaard, 12 April 2023, Acta Oncologica.</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/diabetes-berdampak-pada-pertumbuhan-sel-kanker/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">254976</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengkhawatirkan! Kasus Kanker di Bawah 50 Tahun Melonjak 80% dalam Tiga Dekade, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://cekricek.id/mengkhawatirkan-kasus-kanker-di-bawah-50-tahun-melonjak-80-dalam-tiga-dekade-ini-penyebabnya/</link>
					<comments>https://cekricek.id/mengkhawatirkan-kasus-kanker-di-bawah-50-tahun-melonjak-80-dalam-tiga-dekade-ini-penyebabnya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rola Cantika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Sep 2023 01:25:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nuansa]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=254645</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/mengkhawatirkan-kasus-kanker-di-bawah-50-tahun-melonjak-80-dalam-tiga-dekade-ini-penyebabnya/" title="Mengkhawatirkan! Kasus Kanker di Bawah 50 Tahun Melonjak 80% dalam Tiga Dekade, Ini Penyebabnya" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-06T081701.897_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Kasus Kanker di Bawah 50 Tahun Melonjak 80% dalam Tiga Dekade, Ini Penyebabnya" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-06T081701.897_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-06T081701.897_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-06T081701.897_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-06T081701.897_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Mengkhawatirkan! Kasus Kanker di Bawah 50 Tahun Melonjak 80% dalam Tiga Dekade, Ini Penyebabnya 27"></a>Penelitian terbaru menunjukkan peningkatan dramatis dalam kasus kanker pada individu di bawah 50 tahun di seluruh dunia. Apa penyebabnya dan bagaimana kita bisa mencegahnya? Cekricek.id - Dalam tiga dekade terakhir, dunia telah menyaksikan lonjakan dramatis dalam kasus kanker pada orang di bawah 50 tahun. Menurut penelitian terbesar yang pernah dilakukan, angka diagnosis kanker pada kelompok usia ini meningkat hampir 80%. Dari 1,82 juta kasus pada tahun 1990, angka tersebut melonjak menjadi 3,26 juta pada tahun 2019. Lebih mengkhawatirkan lagi, kematian akibat kanker pada orang dewasa yang berusia 40-an, 30-an, atau lebih muda meningkat sebesar 27%. Saat ini, lebih dari satu juta individu di bawah 50 tahun meninggal akibat kanker setiap tahunnya. Meski para ahli masih berupaya memahami alasan di balik lonjakan ini, penulis studi yang diterbitkan dalam BMJ Oncology menduga bahwa pola makan yang buruk, konsumsi alkohol dan tembakau, kurangnya aktivitas fisik, dan obesitas berkontribusi pada peningkatan tersebut. Sejak tahun]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/mengkhawatirkan-kasus-kanker-di-bawah-50-tahun-melonjak-80-dalam-tiga-dekade-ini-penyebabnya/" title="Mengkhawatirkan! Kasus Kanker di Bawah 50 Tahun Melonjak 80% dalam Tiga Dekade, Ini Penyebabnya" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-06T081701.897_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Kasus Kanker di Bawah 50 Tahun Melonjak 80% dalam Tiga Dekade, Ini Penyebabnya" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-06T081701.897_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-06T081701.897_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-06T081701.897_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-2023-09-06T081701.897_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Mengkhawatirkan! Kasus Kanker di Bawah 50 Tahun Melonjak 80% dalam Tiga Dekade, Ini Penyebabnya 28"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><em>Penelitian terbaru menunjukkan peningkatan dramatis dalam kasus kanker pada individu di bawah 50 tahun di seluruh dunia. Apa penyebabnya dan bagaimana kita bisa mencegahnya?</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cekricek.id</strong> - Dalam tiga dekade terakhir, dunia telah menyaksikan lonjakan dramatis dalam kasus <a href="https://cekricek.id/tag/kanker">kanker</a> pada orang di bawah 50 tahun. Menurut penelitian terbesar yang pernah dilakukan, angka diagnosis kanker pada kelompok usia ini meningkat hampir 80%.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari 1,82 juta kasus pada tahun 1990, angka tersebut melonjak menjadi 3,26 juta pada tahun 2019. Lebih mengkhawatirkan lagi, kematian akibat kanker pada orang dewasa yang berusia 40-an, 30-an, atau lebih muda meningkat sebesar 27%. Saat ini, lebih dari satu juta individu di bawah 50 tahun meninggal akibat kanker setiap tahunnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski para ahli masih berupaya memahami alasan di balik lonjakan ini, penulis studi yang diterbitkan dalam <em>BMJ Oncology</em> menduga bahwa pola makan yang buruk, konsumsi alkohol dan tembakau, kurangnya aktivitas fisik, dan obesitas berkontribusi pada peningkatan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak tahun 1990, laporan tersebut menekankan bahwa insiden dan kematian akibat kanker dini telah meningkat secara signifikan di seluruh dunia. Salah satu cara untuk mengurangi beban kanker dini adalah dengan mendorong gaya hidup sehat, termasuk pola makan yang seimbang, pembatasan konsumsi tembakau dan alkohol, serta aktivitas luar ruangan yang tepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa insiden kanker pada orang dewasa di bawah 50 tahun meningkat di berbagai wilayah dunia dalam beberapa dekade terakhir. Namun, penelitian terbaru yang dipimpin oleh University of Edinburgh di Skotlandia dan Zhejiang University School of Medicine di Hangzhou, Cina, adalah yang pertama kali meneliti masalah ini dalam skala global dan faktor risiko bagi orang dewasa muda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam penelitian global ini, para peneliti menganalisis data dari 204 negara yang mencakup 29 jenis kanker. Mereka memeriksa kasus baru, kematian, konsekuensi <a href="https://cekricek.id/tag/kesehatan">kesehatan</a>, dan faktor risiko kontributif untuk semua individu berusia 14 hingga 49 tahun untuk memperkirakan perubahan antara tahun 1990 dan 2019.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 2019, diagnosis kanker baru di kalangan individu di bawah 50 tahun mencapai 3,26 juta, meningkat 79% dari angka tahun 1990. Kanker payudara menjadi penyebab terbesar dari kasus dan kematian, dengan 13,7 dan 3,5 untuk setiap 100.000 populasi global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus kanker dini pada saluran napas dan prostat meningkat paling cepat antara tahun 1990 dan 2019, dengan perubahan persentase tahunan diperkirakan sebesar 2,28% dan 2,23% masing-masing. Di sisi lain, kasus kanker hati dini menurun sekitar 2,88% setiap tahunnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak 1,06 juta individu di bawah 50 tahun meninggal akibat kanker pada tahun 2019, meningkat 27% dari angka tahun 1990. Setelah kanker payudara, kematian tertinggi dikaitkan dengan kanker saluran napas, paru-paru, lambung, dan usus. Kenaikan kematian terbesar terjadi pada pasien dengan kanker ginjal atau ovarium.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 2019, tingkat kanker dini tertinggi tercatat di Amerika Utara, Oceania, dan Eropa Barat. Namun, negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah juga terkena dampak, dengan tingkat kematian tertinggi di kalangan individu di bawah 50 tahun tercatat di Oceania, Eropa Timur, dan Asia Tengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, kanker dini memiliki dampak yang jauh lebih besar pada wanita dibandingkan pria, baik dalam hal kesehatan yang buruk maupun kematian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan tren yang diamati selama tiga dekade terakhir, para peneliti memperkirakan bahwa jumlah kasus kanker dini dan kematian terkait akan meningkat sekitar 31% dan 21% lagi pada tahun 2030, dengan individu yang berusia 40-an berisiko paling tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Faktor genetik kemungkinan berperan, namun pola makan tinggi daging merah dan garam serta rendah buah dan susu, bersama dengan konsumsi alkohol dan tembakau, menjadi faktor risiko utama untuk kanker paling umum di kalangan individu di bawah 50 tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dr. Claire Knight, manajer informasi kesehatan senior di Cancer Research UK, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menekankan perlunya kehati-hatian. Meskipun tren ini mungkin mengkhawatirkan, kanker pada dasarnya adalah penyakit usia tua, dengan mayoritas kasus kanker baru di seluruh dunia didiagnosis pada mereka yang berusia 50 tahun ke atas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika Anda khawatir tentang risiko kanker, ada banyak cara untuk membantu menguranginya, seperti tidak merokok, menjaga pola makan seimbang, berolahraga dengan cukup, dan menjaga diri dari paparan sinar matahari yang berlebihan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/mengkhawatirkan-kasus-kanker-di-bawah-50-tahun-melonjak-80-dalam-tiga-dekade-ini-penyebabnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">254645</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kelenjar Thymus: Bukan Sekadar Organ &#039;Tidak Berguna&#039; Tetapi Pelindung Terhadap Kanker?</title>
		<link>https://cekricek.id/kelenjar-thymus-bukan-sekadar-organ-tidak-berguna-tetapi-pelindung-terhadap-kanker/</link>
					<comments>https://cekricek.id/kelenjar-thymus-bukan-sekadar-organ-tidak-berguna-tetapi-pelindung-terhadap-kanker/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nadia Putri]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Aug 2023 11:22:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nuansa]]></category>
		<category><![CDATA[Editor Choice]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Kelenjar Thymus]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=253139</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/kelenjar-thymus-bukan-sekadar-organ-tidak-berguna-tetapi-pelindung-terhadap-kanker/" title="Kelenjar Thymus: Bukan Sekadar Organ &#039;Tidak Berguna&#039; Tetapi Pelindung Terhadap Kanker?" rel="nofollow"><img width="1200" height="713" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/08/Foto-2023-08-17T181807.831.jpg?fit=1200%2C713&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Kelenjar Thymus: Bukan Sekadar Organ &#039;Tidak Berguna&#039; Tetapi Pelindung Terhadap Kanker?" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/08/Foto-2023-08-17T181807.831.jpg?w=1200&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/08/Foto-2023-08-17T181807.831.jpg?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/08/Foto-2023-08-17T181807.831.jpg?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/08/Foto-2023-08-17T181807.831.jpg?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px" title="Kelenjar Thymus: Bukan Sekadar Organ &#039;Tidak Berguna&#039; Tetapi Pelindung Terhadap Kanker? 29"></a>Penelitian terbaru menunjukkan kelenjar thymus, yang sering dianggap 'tidak berguna' pada orang dewasa, mungkin memiliki peran penting dalam melawan kanker. Temukan bagaimana kelenjar ini berkontribusi pada kesehatan manusia. Cekricek.id - Dibalik dada kita, tersembunyi sebuah kelenjar berlemak kecil yang selama ini dianggap 'tidak berfungsi' saat kita dewasa. Namun, sebuah penelitian retrospektif baru-baru ini menantang pandangan tersebut. Para peneliti dari AS menemukan bahwa individu yang menjalani pengangkatan kelenjar thymus memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dari berbagai penyebab di kemudian hari. Lebih mengejutkan lagi, risiko mengembangkan kanker juga meningkat. Meski penelitian ini bersifat observasional dan tidak dapat membuktikan bahwa pengangkatan thymus secara langsung menyebabkan kanker atau penyakit fatal lainnya, temuan ini cukup mengkhawatirkan. "Besarnya risiko ini di luar dugaan kami," ungkap onkolog David Scadden kepada Anne Manning dari Harvard Gazette, dalam laporan Sciencealert. Diketahui bahwa pada masa kanak-kanak, thymus memainkan peran penting dalam pengembangan sistem imun. Jika kelenjar ini diangkat pada]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/kelenjar-thymus-bukan-sekadar-organ-tidak-berguna-tetapi-pelindung-terhadap-kanker/" title="Kelenjar Thymus: Bukan Sekadar Organ &#039;Tidak Berguna&#039; Tetapi Pelindung Terhadap Kanker?" rel="nofollow"><img width="1200" height="713" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/08/Foto-2023-08-17T181807.831.jpg?fit=1200%2C713&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Kelenjar Thymus: Bukan Sekadar Organ &#039;Tidak Berguna&#039; Tetapi Pelindung Terhadap Kanker?" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/08/Foto-2023-08-17T181807.831.jpg?w=1200&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/08/Foto-2023-08-17T181807.831.jpg?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/08/Foto-2023-08-17T181807.831.jpg?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/08/Foto-2023-08-17T181807.831.jpg?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px" title="Kelenjar Thymus: Bukan Sekadar Organ &#039;Tidak Berguna&#039; Tetapi Pelindung Terhadap Kanker? 30"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><em>Penelitian terbaru menunjukkan kelenjar thymus, yang sering dianggap 'tidak berguna' pada orang dewasa, mungkin memiliki peran penting dalam melawan kanker. Temukan bagaimana kelenjar ini berkontribusi pada kesehatan manusia.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cekricek.id</strong> - Dibalik dada kita, tersembunyi sebuah kelenjar berlemak kecil yang selama ini dianggap 'tidak berfungsi' saat kita dewasa. Namun, sebuah penelitian retrospektif baru-baru ini menantang pandangan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para peneliti dari AS menemukan bahwa individu yang menjalani pengangkatan <a href="https://cekricek.id/tag/kelenjar-thymus">kelenjar thymus</a> memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dari berbagai penyebab di kemudian hari. Lebih mengejutkan lagi, risiko mengembangkan <a href="https://cekricek.id/tag/kanker">kanker</a> juga meningkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski penelitian ini bersifat observasional dan tidak dapat membuktikan bahwa pengangkatan thymus secara langsung menyebabkan kanker atau penyakit fatal lainnya, temuan ini cukup mengkhawatirkan. "Besarnya risiko ini di luar dugaan kami," ungkap onkolog David Scadden kepada Anne Manning dari Harvard Gazette, dalam laporan <em>Sciencealert</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diketahui bahwa pada masa kanak-kanak, thymus memainkan peran penting dalam pengembangan sistem imun. Jika kelenjar ini diangkat pada usia muda, pasien menunjukkan penurunan T-cells jangka panjang, sel darah putih yang melawan kuman dan penyakit. Tanpa thymus, respons imun terhadap vaksinasi juga terganggu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, saat seseorang memasuki masa pubertas, kelenjar ini mulai menyusut dan memproduksi lebih sedikit T-cells. Karena posisinya yang dekat dengan jantung, thymus sering diangkat selama operasi cardiothoracic.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan menggunakan data pasien dari sistem kesehatan negara bagian, tim peneliti di Boston membandingkan hasil operasi cardiothoracic pada lebih dari 6.000 orang yang tidak mengalami pengangkatan thymus dengan 1.146 orang yang mengalaminya. Hasilnya, mereka yang menjalani thymectomy memiliki risiko kematian dan kanker yang jauh lebih tinggi dalam waktu 5 tahun pasca operasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyebab hubungan ini masih belum jelas, namun diduga ketiadaan thymus mempengaruhi fungsi sistem imun orang dewasa. Sebagian pasien dalam penelitian ini menunjukkan variasi yang lebih sedikit pada reseptor T-cell, yang mungkin berkontribusi pada perkembangan kanker atau penyakit autoimun setelah operasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa thymus memainkan peran penting dalam kesehatan manusia hingga akhir hayat. Penelitian ini telah diterbitkan di The New England Journal of Medicine.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/kelenjar-thymus-bukan-sekadar-organ-tidak-berguna-tetapi-pelindung-terhadap-kanker/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">253139</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Depresi dan Kecemasan: Apakah Meningkatkan Risiko Kanker?</title>
		<link>https://cekricek.id/depresi-dan-kecemasan-apakah-meningkatkan-risiko-kanker/</link>
					<comments>https://cekricek.id/depresi-dan-kecemasan-apakah-meningkatkan-risiko-kanker/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nadia Putri]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Aug 2023 04:10:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nuansa]]></category>
		<category><![CDATA[Depresi]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=252761</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/depresi-dan-kecemasan-apakah-meningkatkan-risiko-kanker/" title="Depresi dan Kecemasan: Apakah Meningkatkan Risiko Kanker?" rel="nofollow"><img width="1200" height="713" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/08/Foto-2023-08-14T085916.358.jpg?fit=1200%2C713&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Depresi dan Kecemasan: Apakah Meningkatkan Risiko Kanker?" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/08/Foto-2023-08-14T085916.358.jpg?w=1200&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/08/Foto-2023-08-14T085916.358.jpg?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/08/Foto-2023-08-14T085916.358.jpg?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/08/Foto-2023-08-14T085916.358.jpg?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px" title="Depresi dan Kecemasan: Apakah Meningkatkan Risiko Kanker? 31"></a>Penelitian terbaru mengungkap hubungan antara depresi, kecemasan, dan risiko kanker. Temukan temuan mengejutkan dari Dr. Lonneke A. van Tuijl dan timnya. Cekricek.id - Sebuah penelitian terbaru mengeksplorasi hubungan antara depresi, kecemasan, dan risiko kanker. Dr. Lonneke A. van Tuijl, yang memimpin penelitian ini, mengungkapkan bahwa meskipun banyak yang percaya depresi dan kecemasan dapat meningkatkan risiko kanker, bukti ilmiah sebenarnya menunjukkan hasil yang beragam. Dr. van Tuijl, yang sebelumnya menjabat sebagai peneliti post-doktor di Fakultas Ilmu Kedokteran di University Medical Center Groningen dan kini menjadi asisten profesor di Departemen Psikologi Klinis di Universitas Utrecht, menekankan bahwa studi sebelumnya seringkali memiliki pendekatan dan definisi yang berbeda, membuatnya sulit untuk menarik kesimpulan yang konsisten. Dalam konsorsium PSY-CA, tim peneliti berupaya untuk menyelaraskan definisi dan pendekatan yang digunakan dalam berbagai studi. "Kami memastikan untuk mempertimbangkan faktor risiko seperti perilaku merokok saat melakukan analisis," kata Dr. van Tuijl. Data yang dianalisis berasal dari Konsorsium Faktor]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/depresi-dan-kecemasan-apakah-meningkatkan-risiko-kanker/" title="Depresi dan Kecemasan: Apakah Meningkatkan Risiko Kanker?" rel="nofollow"><img width="1200" height="713" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/08/Foto-2023-08-14T085916.358.jpg?fit=1200%2C713&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Depresi dan Kecemasan: Apakah Meningkatkan Risiko Kanker?" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/08/Foto-2023-08-14T085916.358.jpg?w=1200&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/08/Foto-2023-08-14T085916.358.jpg?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/08/Foto-2023-08-14T085916.358.jpg?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/08/Foto-2023-08-14T085916.358.jpg?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px" title="Depresi dan Kecemasan: Apakah Meningkatkan Risiko Kanker? 32"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><em>Penelitian terbaru mengungkap hubungan antara depresi, kecemasan, dan risiko kanker. Temukan temuan mengejutkan dari Dr. Lonneke A. van Tuijl dan timnya.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cekricek.id </strong>- Sebuah penelitian terbaru mengeksplorasi hubungan antara depresi, kecemasan, dan risiko <a href="https://cekricek.id/tag/kanker">kanker</a>. Dr. Lonneke A. van Tuijl, yang memimpin penelitian ini, mengungkapkan bahwa meskipun banyak yang percaya <a href="https://cekricek.id/tag/depresi">depresi</a> dan kecemasan dapat meningkatkan risiko kanker, bukti ilmiah sebenarnya menunjukkan hasil yang beragam. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dr. van Tuijl, yang sebelumnya menjabat sebagai peneliti post-doktor di Fakultas Ilmu Kedokteran di University Medical Center Groningen dan kini menjadi asisten profesor di Departemen Psikologi Klinis di Universitas Utrecht, menekankan bahwa studi sebelumnya seringkali memiliki pendekatan dan definisi yang berbeda, membuatnya sulit untuk menarik kesimpulan yang konsisten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konsorsium PSY-CA, tim peneliti berupaya untuk menyelaraskan definisi dan pendekatan yang digunakan dalam berbagai studi. "Kami memastikan untuk mempertimbangkan faktor risiko seperti perilaku merokok saat melakukan analisis," kata Dr. van Tuijl.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data yang dianalisis berasal dari Konsorsium Faktor Psikososial dan Insiden Kanker Internasional, yang mencakup informasi dari lebih dari 300.000 orang dewasa di Belanda, Inggris, Norwegia, dan Kanada. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara depresi dan kecemasan dengan kanker payudara, prostat, kolorektal, dan yang terkait dengan alkohol selama periode pemantauan hingga 26 tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun demikian, Dr. van Tuijl mengungkapkan kejutan mereka ketika tidak menemukan hubungan tersebut, meskipun hipotesis awal mereka menunjukkan sebaliknya. Namun, temuan tersebut sangat konsisten dan jelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian menemukan bahwa depresi dan kecemasan berhubungan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru dan kanker yang terkait dengan merokok. Meskipun demikian, risiko ini berkurang signifikan setelah mempertimbangkan faktor risiko lainnya seperti konsumsi alkohol dan indeks massa tubuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dr. van Tuijl berharap temuan ini dapat memberikan ketenangan bagi pasien kanker yang merasa diagnosis mereka disebabkan oleh depresi atau kecemasan sebelumnya. Ia juga menambahkan bahwa penelitian selanjutnya akan fokus pada hubungan antara faktor risiko yang dikenal dengan depresi dan kecemasan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">"Misalnya, depresi mungkin menyebabkan seseorang lebih banyak merokok, yang pada gilirannya meningkatkan risiko kanker paru-paru," jelasnya, dalam laporan <em>Medicalnewstoday</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dr. van Tuijl juga menyebutkan bahwa mereka telah mempresentasikan temuan mereka di konferensi ilmiah tahun lalu, dan seorang onkolog di audiens merasa lega dengan hasil tersebut karena dapat memberikan bukti kepada pasien yang merasa diagnosis kanker mereka disebabkan oleh depresi atau kecemasan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, penelitian selanjutnya mungkin akan mengeksplorasi kemungkinan hubungan antara kecemasan dan kanker yang terkait dengan merokok hanya terlihat pada orang yang kelebihan berat badan. Mereka sedang meneliti lebih lanjut mengenai hal ini dalam PSY-CA, dan hasilnya akan segera dipublikasikan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/depresi-dan-kecemasan-apakah-meningkatkan-risiko-kanker/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">252761</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gejala Kanker Wajah yang Tidak Boleh Diabaikan</title>
		<link>https://cekricek.id/gejala-kanker-wajah-yang-tidak-boleh-diabaikan/</link>
					<comments>https://cekricek.id/gejala-kanker-wajah-yang-tidak-boleh-diabaikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jul 2023 06:02:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nuansa]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker Wajah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=252094</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/gejala-kanker-wajah-yang-tidak-boleh-diabaikan/" title="Gejala Kanker Wajah yang Tidak Boleh Diabaikan" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/07/Foto-2023-07-29T130124.850.jpg?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Gejala Kanker Wajah yang Tidak Boleh Diabaikan" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/07/Foto-2023-07-29T130124.850.jpg?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/07/Foto-2023-07-29T130124.850.jpg?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/07/Foto-2023-07-29T130124.850.jpg?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/07/Foto-2023-07-29T130124.850.jpg?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Gejala Kanker Wajah yang Tidak Boleh Diabaikan 33"></a>Berikut ini adalah ulasan tentang gejala kanker wajah yang tidak boleh diabaikan, kita bisa mengambil pelajaran dari diagnosis kanker kulit wajah yang diderita oleh seorang chef televisi, James Martin. Cekricek.id - James Martin, seorang chef televisi terkenal, baru-baru ini membagikan berita tentang diagnosis kanker kulit di wajahnya dan operasi yang telah dia jalani untuk mengobati penyakit tersebut. Kanker kulit atau kanker wajah adalah salah satu jenis kanker yang paling umum di dunia, menurut NHS, dan ada sejumlah gejala yang perlu diwaspadai. Martin, yang berusia 51 tahun, mengungkapkan diagnosisnya dalam permintaan maaf atas perilaku kasar di set acara ITV-nya, James Martin's Spanish Adventure. Dia mengklaim bahwa insiden tersebut terjadi selama "periode paling sulit dalam hidupnya" dan sejak operasinya, kanker tersebut telah "kembali beberapa kali" yang memerlukan "perawatan rutin". Di Inggris, sekitar 147.000 kasus baru kanker kulit non-melanoma didiagnosis setiap tahun dan kondisi ini dipercaya lebih banyak mempengaruhi pria daripada wanita. Gejala]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/gejala-kanker-wajah-yang-tidak-boleh-diabaikan/" title="Gejala Kanker Wajah yang Tidak Boleh Diabaikan" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/07/Foto-2023-07-29T130124.850.jpg?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Gejala Kanker Wajah yang Tidak Boleh Diabaikan" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/07/Foto-2023-07-29T130124.850.jpg?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/07/Foto-2023-07-29T130124.850.jpg?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/07/Foto-2023-07-29T130124.850.jpg?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/07/Foto-2023-07-29T130124.850.jpg?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Gejala Kanker Wajah yang Tidak Boleh Diabaikan 35"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><em>Berikut ini adalah ulasan tentang gejala kanker wajah yang tidak boleh diabaikan, kita bisa mengambil pelajaran dari diagnosis kanker kulit wajah yang diderita oleh seorang chef televisi, James Martin. </em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cekricek.id</strong> - James Martin, seorang chef televisi terkenal, baru-baru ini membagikan berita tentang diagnosis <a href="https://cekricek.id/tag/kanker-wajah">kanker kulit di wajahnya</a> dan operasi yang telah dia jalani untuk mengobati penyakit tersebut. Kanker kulit atau kanker wajah adalah salah satu jenis kanker yang paling umum di dunia, menurut NHS, dan ada sejumlah gejala yang perlu diwaspadai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Martin, yang berusia 51 tahun, mengungkapkan diagnosisnya dalam permintaan maaf atas perilaku kasar di set acara ITV-nya, James Martin's Spanish Adventure. Dia mengklaim bahwa insiden tersebut terjadi selama "periode paling sulit dalam hidupnya" dan sejak operasinya, kanker tersebut telah "kembali beberapa kali" yang memerlukan "perawatan rutin".</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Inggris, sekitar 147.000 kasus baru kanker kulit non-melanoma didiagnosis setiap tahun dan kondisi ini dipercaya lebih banyak mempengaruhi pria daripada wanita. </p>



<figure class="wp-block-image size-full is-style-default"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/07/Foto-2023-07-29T130029.831.jpg?resize=800%2C475&#038;ssl=1" alt="Gejala Kanker Wajah yang Tidak Boleh Diabaikan" class="wp-image-252095" title="Gejala Kanker Wajah yang Tidak Boleh Diabaikan 34" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/07/Foto-2023-07-29T130029.831.jpg?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/07/Foto-2023-07-29T130029.831.jpg?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/07/Foto-2023-07-29T130029.831.jpg?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/07/Foto-2023-07-29T130029.831.jpg?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption class="wp-element-caption">James Martin. [ist]</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Gejala utama kanker kulit non-melanoma, yang awalnya bisa sangat sederhana, adalah benjolan baru atau bercak yang berubah warna pada kulit, yang tidak hilang setelah beberapa minggu dan berkembang selama bulan atau tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada dua jenis utama kanker kulit - non-melanoma, yang paling umum, dan melanoma, yang kurang umum. Kanker kulit non-melanoma biasanya dibagi menjadi Karsinoma sel basal (BCC) dan Karsinoma sel skuamosa (SCC), dan kedua jenis kanker ini memiliki gejala yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BCC biasanya dimulai sebagai benjolan kecil yang berkilauan, merah muda atau putih mutiara dengan penampilan "translucen atau berlilin", namun juga bisa tampak seperti bercak merah dan bersisik. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Bercak ini mungkin memiliki pigmen coklat atau hitam di dalamnya dan akan perlahan menjadi lebih besar, berpotensi menjadi keropeng dan berdarah, atau hanya berkembang menjadi bisul yang tidak sakit. SCC di sisi lain dimulai sebagai benjolan merah muda yang kokoh dengan permukaan "kasar atau berkerak".</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengobatan untuk kanker kulit non-melanoma seringkali melibatkan operasi untuk mengangkat tumor kanker dan sebagian kulit di sekitarnya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Bentuk pengobatan lainnya dapat mencakup krioterapi, krim anti-kanker, radioterapi, dan terapi cahaya yang disebut terapi fotodinamik. Jenis pengobatan yang digunakan akan bergantung pada jenis kanker yang dimiliki seseorang, serta ukuran dan lokasinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melanoma adalah jenis kanker kulit lain yang dapat terjadi, yang biasanya berkembang dari tahi lalat, yang bisa jadi tahi lalat yang selalu Anda miliki atau yang baru. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Jenis <a href="https://cekricek.id/tag/kanker">kanker</a> ini kurang umum tetapi mencakup Karsinoma sel Merkel, Sarkoma Kaposi, Limfoma sel T kulit, dan Kanker kelenjar sebasea. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Cancer Research UK, gejala kanker kulit melanoma dapat mencakup perubahan pada tahi lalat atau bintik, jadi disarankan untuk selalu waspada dalam memeriksa kulit Anda secara teratur untuk perubahan dalam ukuran, bentuk, warna, dan rasa.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/gejala-kanker-wajah-yang-tidak-boleh-diabaikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">252094</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Minified using Disk

Served from: cekricek.id @ 2026-07-01 04:54:15 by W3 Total Cache
-->