Ranggawarsita

Ranggawarsita adalah seorang pujangga dalam sejarah kesusteraan Jawa. Laki-laki yang memiliki nama asli Bagus Burhan ini lahir pada 14 Maret 1802, yaitu pada masa pemerintahan Paku Buwono IV.

Ranggawarsita. [Foto: Istimewa]

Siapa Ranggawarsita?

Ranggawarsita adalah seorang pujangga dalam sejarah kesusteraan Jawa. Laki-laki yang memiliki nama asli Bagus Burhan ini lahir pada 14 Maret 1802, yaitu pada masa pemerintahan Paku Buwono IV.

Ia tumbuh dan besar dari keluarga yang akrab dengan sastra dan agama. Sang ayah, Panjangsworo, adalah seorang juru tulis kerajaan, sedangkan kakek buyutnya, Yosodipuro I merupakan seorang pujangga besar.

Ia adalah seorang penulis yang banyak menghasilkan karya, baik tulisannya sendiri maupun adaptasi terhadap tulisan-tulisan kuno dari berbagai sastra yang ada di wilayah Jawa maupun mancanegara.

Ranggawarsita di mata masyarakat dikenal sebagai pendakwah yang bersuara lantang. Ia banyak berkeliling ke pelosok-pelosok untuk menyebarkan agama.

Dari sinilah ia mendapatkan banyak sekali pengalaman, inspirasi, dan cerita memilukan tentang penderitaan rakyat yang ketika berada dalam kekuasaan kolonial, Gubernur Jenderal Herman William Daendels (1808—1811).

Beberapa hasil karyanya, yaitu Bambang Dwihastha: Cariyos Ringgit Purwa, Serat Cemporet, dan Bausastra Kawi atau Kamus Kawi-Jawa.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi sisa gerbang batu bekas istana Melayu di tepi jalan dikelilingi rumah baru
Istana Kesultanan Serdang Jadi Perumahan, Koordinatnya Meleset 10 Km
Ilustrasi tumpukan koran berbahasa Melayu ejaan lama era 1920-an di atas meja kayu
Ketika Haji Merah Menyerang Muhammadiyah dari Mimbar dan Koran
Ilustrasi batu nisan kuno berukir sulur rapat di kompleks makam tua
Satu-satunya Nisan Bertulis di Lombok Menyebut Angka Tahun 1729
Ilustrasi dua buku terbuka di meja kayu perpustakaan
Guru Besar Bima dan Boyolali di Meja Bedah Metodologi Sejarah
Ilustrasi balok batu berprasasti dipotret kamera di atas tripod
Sisi Batu yang Tak Pernah Dibaca Akhirnya Terbuka Lewat Fotogrametri
Ilustrasi ruang pertemuan dengan kursi lipat dan meja bermikrofon
Usul Suksesi 1998 Ditolak Tanwir dan Jalan Amien Rais ke PAN