AI Bombadil Dibuat untuk Membaca Bahasa Listrik Tanaman

A A

Sensor Electric Plant yang dipasang pada batang pohon untuk membaca sinyal listrik tanaman. [Foto: Electric Plant]

Cekricek.id — Perusahaan rintisan Electric Plant membangun model AI bernama Bombadil untuk membaca sinyal listrik halus yang mengalir di batang tanaman, lalu menerjemahkannya menjadi informasi tentang kebutuhan tanaman bagi petani.

Melansir laporan TechCrunch, Selasa (20/10/2026), Electric Plant menghabiskan tiga tahun mengumpulkan data untuk membangun Bombadil, model bahasa besar yang mampu menafsirkan sinyal listrik dari sekitar 125 spesies tanaman, mulai dari pakis, pohon redwood, dan tomat hingga bunga dahlia.

“Kami lebih banyak mendengarkan daripada berbicara, tetapi mendengarkan adalah langkah pertama,” kata salah satu pendiri sekaligus CEO Electric Plant, Justin Mast. Para pendirinya yakin model itu kelak bisa menjadi alat yang memungkinkan orang “berbicara” dengan tanaman.

Baca juga Ternyata Ujung Daun Cemara Dapat Menghasilkan Listrik

Mast mendirikan Electric Plant bersama Lee von Kraus, ahli saraf yang pernah bekerja sama dengan DARPA. Ketertarikan Mast bermula dari riset tentang tanaman hias yang dihubungkan ke dudukan bermotor. Saat tanaman itu membutuhkan cahaya, sinyal listrik mengalir di jaringannya, lalu papan kendali menangkap arus itu dan menggerakkan tanaman mendekati sumber cahaya. “Saya seperti, apa-apaan ini? Itulah pintu masuk saya ke lubang kelinci,” kata Mast.

Sensor Electric Plant berukuran kira-kira sebesar iPhone biasa yang dilipat memanjang dan dipasang pada tanaman dengan sekrup baja tahan karat. Sekrup itu harus menembus kambium, lapisan jaringan hidup tepat di bawah kulit kayu, agar bisa menangkap perubahan tegangan dalam skala mikrovolt.

Baca juga Anthropic Sisihkan 5 Persen Saham untuk Dana Manfaat Publik

Data dari sensor dikirim lewat jaringan nirkabel berdaya rendah, ditafsirkan Bombadil di komputasi awan, lalu hasilnya dikirim ke pelanggan untuk mengatur jadwal penyiraman atau pemupukan. Menurut Mast, cukup beberapa sensor untuk setiap acre lahan agar hasilnya akurat, dan sistem itu diklaim bisa menaikkan hasil panen sambil memangkas penggunaan air hingga 20 persen atau lebih.

“Harganya puluhan dolar,” kata Mast, membandingkan sensornya dengan alat yang ada saat ini yang umumnya berharga ribuan dolar. Electric Plant baru saja meraih pendanaan awal 11,2 juta dolar AS yang dipimpin Onto Ventures dan Climactic.

“Ini model paling beragam yang pernah dibuat berdasarkan sinyal listrik biologis. Belum ada yang pernah membuat hal serupa di dunia hewan,” ujar Mast.

Baca juga Rivian Buka Peluang Lisensikan Teknologi ke Banyak Merek

Bagikan

Baca Juga

Ribuan Tautan Percakapan AI Meta Muse Terlacak di Internet
Pengingat Ponsel Bantu Pasien TB di Asia Menuntaskan Pengobatan
Label Pintar di Botol Alkohol Melompati Aturan Kesehatan
Clicks Communicator, Ponsel Papan Ketik Fisik Rilis Desember
Rivian Buka Peluang Lisensikan Teknologi ke Banyak Merek
RUU Power to the Players Act Jamin Pembeli Gim Jadi Pemilik