Kabinet Wilopo

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Kabinet Wilopo?

Kabinet Wilopo adalah Kabinet yang resmi dibentuk pada 1 April 1952 berdasarkan Keputusan Presiden nomor 85 Tahun 1952. Program kabinet ini di tunjukkan pada persiapan pelaksanaan pemilihan umum untuk konstituante, DPR dan DPRD, kemakmuran, pendidikan rakyat, dan keamanan.

Adapun untuk program luar negeri kabinet ini memfokuskan diri pada penyelesaian masalah hubungan Indonesia-Belanda dan pengambilan Irian Barat ke Indonesia serta menjalankan politik luar negeri bebas aktif demi perdamaian dunia.

Kabinet Wilopo dikenal juga dengan zaken kabinet (kabinet yang terdiri dari para pakar yang ahli dalam bidangnya).

Tantangan yang muncul pada masa Kabinet Wilopo diantaranya krisis ekonomi yang semakin memburuk, hal ini disebabkan kemampuan ekspor Indonesia menurun sedangkan kebutuhan terhadap kebutuhan impor terus meningkat.

Dampak dari hal tersebut adalah terjadinya defisit kas Negara karena penerimaan negara yang berkurang terlebih setelah terjadi penurunan hasil panen sehingga membutuhkan biaya besar untuk mengimpor beras.

Kondisi diperparah dengan adanya gerakan separatis dan sikap provinsialisme yang mengancam keutuhan bangsa.

Tantangan Kabinet Wilopo yang lainnya yaitu peristiwa 17 Oktober 1952, peristiwa ini muncul karena adanya upaya pemerintah untuk menempatkan TNI sebagai alat sipil sehingga muncul sikap tidak senang di kalangan partai politik sebab dipandang akan membahayakan kedudukannya.

Puncak peristiwa ini adalah saat diarahkannya moncong Meriam ke Istana Negara dengan menuntut dibubarkannya parlemen. Latar belakang peristiwa ini adalah reformasi dan reorganisasi Angkatan Perang yang dilakukan parlemen sehingga ada pemangkasan anggaran untuk TNI.

Dan yang terakhir adalah adanya peristiwa Tanjung Morawa yaitu terjadinya bentrokan antara aparat kepolisian dengan para petani liar mengenai persoalan tanah perkebunan di Sumatera Timur (Deli) karena sesuai dengan perjanjian KMB pemerintah mengizinkan penguasa asing untuk kembali ke Indonesia dan memiliki tanah-tanah perkebunan.

Akibat peristiwa Tanjung Morawa munculan mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia terhadap kabinet Wilopo. Sehingga Wilopo harus mengembalikan mandatnya pada presiden.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda