M.M. Rachmat Kartakusuma

M.M. Rachmat Kartakusuma adalah Kepala Staf Hankam pada masa pemerintahan Orde baru yang diberi tugas untuk membenahi ABRI. Untuk memulai tugasnya, Kartakusuma memilih pendekatan doktrin sebagai penjabaran TAP MPRS No. XXIV/MPR/1966.

M.M. Rachmat Kartakusuma. [Foto: Istimewa]

Siapa M.M. Rachmat Kartakusuma?

M.M. Rachmat Kartakusuma adalah Kepala Staf Hankam pada masa pemerintahan Orde baru yang diberi tugas untuk membenahi ABRI. Untuk memulai tugasnya, Kartakusuma memilih pendekatan doktrin sebagai penjabaran TAP MPRS No. XXIV/MPR/1966.

Doktrin ini terkenal dengan Doktrin Pertahanan Keamanan yang diberi nama Catur Eka, Eka Karma Doktrin Pertahanan Keamanan dan Doktrin Kekaryaan ABRI atau Dwifungsi ABRI.

Gagasan doktrin tersebut lahir dari pemikiran Kartakusuma karena melihat setiap Angkatan memiliki doktrin-doktri tersendiri oleh sebab itu Kartakusuma menilai doktrin itulah yang membuat kondisi Angkatan terpecah belah dan tidak memiliki kebanggaan pada Korp ABRI.

Doktrin tersebut dibuat sebagai tuntunan penyelenggaraan ketahanan keamanan dan kekaryaan secara terpusat, sehingga tugas pokok Angkatan dapat dikendalikan.

Setelah gagasannya diterima maka Rachmat Kartakusuma membentuk tim peneliti ABRI dan menghasilkan buku berjudul Petunjuk ABRI tentang Dasar bagi Pedoman Implementasi Pancasila untuk ABRI.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Dapatkan update terkini dari Cekricek.id melalui Google News.

Baca Juga

Martinus Putuhena adalah salah satu mantan Menteri Pekerjaan Umum Indonesia pada kabinet yang diperintah oleh Presiden Sukarno.
Martinus Putuhena
Marsinah adalah seorang karyawati PT Catur Putera Perkasa yang ikut aksi unjuk rasa pada 3 dan 4 Mei 1993 menuntut kenaikan gaji sebesar 20% dari perusahaan tempat ia bekerja.
Marsinah
Manai Sophiaan adalah seorang politikus. Karier politiknya berawal dari seorang Jurnalis dalam harian pewarta di Sulawesi dan menjadi Pemimpin Redaksi Suluh Indonesia dan Suluh Marhaen. Setelah itu, menjadi Dewan Gementee periode 1933-1945 dan menjadi anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) pada 1946-1950.
Manai Sophiaan
Maludin Simbolon adalah seorang tokoh militer, pejuang kemerdekaan, dan Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang lahir pada 13 September 1916.
Maludin Simbolon
Lukman Njoto atau Nyoto adalah seorang Marxis yang pernah menjabat sebagai Menteri Negara pada masa pemerintahan Sukarno. Nyoto adalah Wakil Ketua CC PKI dan dekat dengan D.N. Aidit dan Sukarno.
Lukman Njoto
Liem Sioe Liong atau yang akrab dikenal Sudono Salim adalah seorang pengusaha yang kekayaannya membawa ia mendapat peringkat pertama sebagai orang terkaya di Indonesia dan bahkan Asia.
Liem Sioe Liong