- Komisi independen menyatakan Manchester City bersalah melanggar aturan keuangan Premier League selama sembilan musim, 2009 hingga 2018.
- Skema kontrak sponsor fiktif disebut menggelembungkan pendapatan dan menekan biaya klub lebih dari 900 juta pound.
- CEO Manchester City, Ferran Soriano, menyebut putusan itu mendukung teori konspirasi Premier League dan memastikan klub akan banding.
Cekricek.id — Manchester City dinyatakan bersalah oleh komisi independen atas pelanggaran serius aturan keuangan Premier League selama sembilan musim, antara 2009 dan 2018, sebagaimana dikonfirmasi pada Selasa (29/09/2026).
Komisi menemukan City mengatur kontrak fiktif dengan sejumlah mitra komersial untuk menggelembungkan pendapatan dan menekan biaya secara artifisial, seperti diberitakan AFP, Selasa (29/09/2026). Skema itu bernilai lebih dari 900 juta pound sterling dan sebagian didanai Abu Dhabi United Group Investment and Development (ADUG), pemilik klub. City juga dinyatakan bersalah atas sebagian besar dakwaan terkait ketidakkooperatifan selama penyelidikan empat tahun.
“Putusan inti ini menetapkan fakta tentang apa yang terjadi di Manchester City selama periode tersebut. Putusan ini merinci bagaimana klub secara sistematis melanggar aturan Premier League selama hampir satu dekade,” kata Kepala Eksekutif Premier League, Richard Masters, dalam pernyataannya.
Chief Executive Officer Manchester City, Ferran Soriano, membantah putusan itu dalam pesan video kepada staf klub, dikutip dari RTÉ. “Seluruh kasus Premier League terhadap kami didasarkan pada satu tuduhan palsu, bahwa uang pribadi pemilik entah bagaimana dan secara rahasia dimasukkan ke klub melalui beberapa sponsor dari Abu Dhabi. Ini sama sekali tidak benar,” ujarnya.
“Mengejutkan bagi kami dan para pengacara kami, setelah hampir dua tahun, komisi Premier League mengeluarkan pendapat yang mendukung teori konspirasi Premier League,” kata Soriano. Ia memastikan pengacara klub akan mengajukan banding dengan alasan putusan itu mengandung kekeliruan material dalam hukum, prinsip, dan fakta.
Soriano mengingatkan City pernah memenangi banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada 2020 atas larangan tampil di kompetisi Eropa dari UEFA. “Ingat, kita pernah berada di sini sebelumnya. Pada 2020, kita juga diputus bersalah secara keliru untuk banyak persoalan yang sama. Kita mengajukan banding ke badan independen, CAS, dan kita menang,” ujarnya.
Hingga kini belum ada sanksi yang dijatuhkan. Menurut aturan Premier League, sanksi bisa berupa pengurangan poin, denda, hingga pengusiran dari kompetisi.
Baca juga: Haaland Bawa Manchester City Menang Ketiga, Ndiaye Debut
Baca juga: Enzo Fernandez ke Man City, Samai Rekor Transfer Inggris
Baca juga: Arteta: Brighton Layak Menang, Arsenal Lupa Hal Dasar di Kalah 0-3















