Reijnders ke Al Qadsiah, Incar Klub Terbesar Asia

A A

Tijjani Reijnders mengenakan seragam Al Qadsiah seusai kepindahannya dari Manchester City. [Foto: Liga Pro Saudi]

Cekricek.id — Gelandang timnas Belanda Tijjani Reijnders resmi berpindah dari Manchester City ke Al Qadsiah dengan kontrak berdurasi lima tahun, menurut keterangan tertulis Liga Pro Saudi, Rabu (19/08/2026). Pemain berusia 28 tahun itu menjadi rekrutan paling mencolok klub asal Dammam tersebut pada bursa transfer musim panas ini.

Ambisi Jadi Klub Terbesar di Asia

Reijnders menegaskan keputusannya bukan semata soal petualangan baru, melainkan soal rencana jangka panjang klub barunya. Ia menyebut ambisi Al Qadsiah sebagai faktor yang paling menariknya.

“Terutama ambisi klub ini. Klub ingin menjadi yang terbesar di Asia, dan apa yang sudah mereka lakukan pada masa lalu serta apa yang bisa kami lakukan pada masa depan, itu sangat memantik saya,” kata Tijjani Reijnders, gelandang anyar Al Qadsiah.

Baca juga: Ronaldinho Gabung Ravenna, Incar Gol Ke-300

Kontrak lima tahun yang diteken Reijnders menunjukkan perpindahan ini tidak dirancang sebagai singgahan singkat. Durasi sepanjang itu menempatkannya sebagai bagian dari kerangka tim untuk beberapa musim ke depan, bukan sekadar tambahan cepat demi satu kampanye.

Bekal Musim Terakhir di Manchester City

Reijnders meninggalkan Manchester City setelah musim yang produktif. Ia tampil 47 kali di seluruh ajang dan mencetak tujuh gol, sekaligus ikut mengantar klub itu menjuarai Piala Liga dan Piala FA. Rekam jejak tersebut membuatnya datang ke Arab Saudi bukan sebagai pemain yang mencari pemulihan karier, melainkan sebagai gelandang yang masih berada di puncak performa.

Pada level internasional, ia mencatatkan tiga penampilan bersama Belanda di Piala Dunia 2026. Kombinasi menit bermain di klub dan tim nasional itu menjadikannya salah satu gelandang tengah tersibuk di Eropa sepanjang musim lalu.

Baca juga: Bursa Asia Melemah Sepekan, Nikkei Anjlok 4,4 Persen

Target Empat Trofi Bersama Brendan Rodgers

Di Dammam, Reijnders akan bekerja di bawah arahan Brendan Rodgers. Al Qadsiah membidik persaingan di seluruh kompetisi yang mereka ikuti musim ini, dan kedatangan Reijnders dibaca sebagai penopang utama rencana tersebut.

“Saya datang ke sini untuk mencoba memenangi trofi bersama rekan-rekan setim. Kalau saya tidak keliru, kami bermain untuk empat trofi. Kami ingin memenangi sebanyak mungkin dan kami semua sangat bersemangat untuk melakukannya,” ujar Reijnders.

Bagi Rodgers, tambahan gelandang dengan pengalaman rutin di kompetisi elite Eropa memberi opsi menaikkan tempo dari lini tengah, area yang kerap menentukan hasil laga-laga besar di Arab Saudi.

Baca juga: Gading Marten Umumkan Duda Minus One dan d’Masiv ke Asia

Ujian Awal Melawan Al Ittihad

Debut Reijnders berpeluang terjadi pada pekan kedua Liga Pro Saudi saat Al Qadsiah berhadapan dengan Al Ittihad, juara kompetisi musim 2024–2025. Laga itu langsung memberi ukuran seberapa jauh jarak Al Qadsiah dari klub-klub papan atas Arab Saudi, sekaligus menguji seberapa cepat Reijnders beradaptasi dengan ritme dan iklim kompetisi barunya.

Sinyal bagi Peta Kekuatan Liga Asia

Perpindahan Reijnders memperlihatkan daya tarik Liga Pro Saudi tidak lagi bertumpu pada nama-nama veteran. Klub di luar empat besar tradisional kini sanggup mengambil pemain yang baru saja tampil di Piala Dunia dan masih menjadi pilihan utama di klub papan atas Liga Primer Inggris. Bagi kompetisi antarklub Asia, pergeseran ini berarti perebutan pemain kelas atas akan semakin ketat pada musim-musim berikutnya.

Bagikan

Baca Juga

Cavan Sullivan Jadi Pencetak Gol Termuda Timnas Amerika Serikat
Manchester City Bersalah, Soriano Sebut Konspirasi Premier League
Man City Tundukkan Sunderland 5-3, Maresca Lebih Suka Menang 1-0
Haaland Bawa Manchester City Menang Ketiga, Ndiaye Debut
Man City vs Bournemouth 2-1: Debut Manis Maresca
Enzo Maresca Akui Bangga dan Terhormat Latih Manchester City