<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	 xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Harimau Sumatera - Cekricek.id</title>
	<atom:link href="https://cekricek.id/tag/harimau-sumatera/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://cekricek.id</link>
	<description>Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 May 2024 01:57:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2021/01/cropped-Fav-512-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Harimau Sumatera - Cekricek.id</title>
	<link>https://cekricek.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189108407</site>	<item>
		<title>Video Harimau Mati Tertabrak di Tol Permai Ternyata Hoaks, Ini Faktanya</title>
		<link>https://cekricek.id/video-harimau-mati-tertabrak-di-tol-permai-ternyata-hoaks-ini-faktanya/</link>
					<comments>https://cekricek.id/video-harimau-mati-tertabrak-di-tol-permai-ternyata-hoaks-ini-faktanya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2024 01:56:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=266649</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/video-harimau-mati-tertabrak-di-tol-permai-ternyata-hoaks-ini-faktanya/" title="Video Harimau Mati Tertabrak di Tol Permai Ternyata Hoaks, Ini Faktanya" rel="nofollow"><img width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-4_11zon.webp?fit=800%2C450&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Berita Riau Hari Ini: Video Harimau Mati Tertabrak di Tol Permai Ternyata Hoaks, Ini Faktanya" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-4_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-4_11zon.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-4_11zon.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-4_11zon.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-4_11zon.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Video Harimau Mati Tertabrak di Tol Permai Ternyata Hoaks, Ini Faktanya 1"></a>Pekanbaru, Cekricek.id - Beredar video dan foto seekor harimau mati tergeletak di jalan tol dengan kepala berdarah. Dalam video yang beredar luas di media sosial, lokasi kejadian tampak seperti di jalan tol, sehingga menimbulkan spekulasi bahwa insiden ini terjadi di Jalan Tol Pekanbaru - Dumai (Permai). Menanggapi hal ini, Branch Manager Tol Permai, Jarot Seno Wibawa, pada Jumat (17/5/2024) memberikan klarifikasi. Jarot menegaskan bahwa insiden tersebut tidak terjadi di Tol Permai maupun di tol Pekanbaru - Bangkinang. "Itu bukan di Tol Permai atau pun tol Pekanbaru - Bangkinang. Kami pastikan tidak benar," ujar Jarot. Menurutnya, pihaknya telah melakukan pengecekan titik koordinat dan menelusuri berbagai pemberitaan terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa video berdurasi 28 detik tersebut sebenarnya terjadi di Malaysia. "Kami sudah mengecek semuanya. Petugas di lapangan juga telah melaporkan bahwa tidak ada kejadian seperti yang disebutkan dalam video tersebut," jelas Jarot. Hasil penelusuran oleh tim HK menemukan bahwa berita terkait harimau]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/video-harimau-mati-tertabrak-di-tol-permai-ternyata-hoaks-ini-faktanya/" title="Video Harimau Mati Tertabrak di Tol Permai Ternyata Hoaks, Ini Faktanya" rel="nofollow"><img width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-4_11zon.webp?fit=800%2C450&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Berita Riau Hari Ini: Video Harimau Mati Tertabrak di Tol Permai Ternyata Hoaks, Ini Faktanya" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-4_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-4_11zon.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-4_11zon.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-4_11zon.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-4_11zon.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Video Harimau Mati Tertabrak di Tol Permai Ternyata Hoaks, Ini Faktanya 2"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pekanbaru, Cekricek.id </strong>- Beredar video dan foto seekor harimau mati tergeletak di jalan tol dengan kepala berdarah. Dalam video yang beredar luas di media sosial, lokasi kejadian tampak seperti di jalan tol, sehingga menimbulkan spekulasi bahwa insiden ini terjadi di Jalan Tol Pekanbaru - Dumai (Permai).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menanggapi hal ini, Branch Manager Tol Permai, Jarot Seno Wibawa, pada Jumat (17/5/2024) memberikan klarifikasi. Jarot menegaskan bahwa insiden tersebut tidak terjadi di Tol Permai maupun di tol Pekanbaru - Bangkinang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">"Itu bukan di Tol Permai atau pun tol Pekanbaru - Bangkinang. Kami pastikan tidak benar," ujar Jarot. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, pihaknya telah melakukan pengecekan titik koordinat dan menelusuri berbagai pemberitaan terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa video berdurasi 28 detik tersebut sebenarnya terjadi di Malaysia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">"Kami sudah mengecek semuanya. Petugas di lapangan juga telah melaporkan bahwa tidak ada kejadian seperti yang disebutkan dalam video tersebut," jelas Jarot.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil penelusuran oleh tim HK menemukan bahwa berita terkait harimau mati tersebut pertama kali dilaporkan oleh media Malaysia, Sinar Harian, tujuh hari sebelumnya. Dilaporkan bahwa seekor harimau belang jantan seberat 130 kilogram mati akibat ditabrak kendaraan di Lebuhraya Pantai Timur (LPT) di Kilometer 50.8 arah Kuala Lumpur pada Kamis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengarah Jabatan Perlindungan Hidupan Liar dan Taman Negara (Perhilitan) Pahang, Rozidan Md Yasin, mengonfirmasi kejadian tersebut. Rozidan menyebutkan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 1.23 pagi dan bangkai harimau tersebut telah diambil oleh pihak berwenang pada Kamis pagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">"Berdasarkan perkiraan awal, hewan itu (dipercaya) berasal dari Hutan Simpanan Bukit Tinggi," ujar Rozidan kepada Sinar Harian.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga: <a href="https://cekricek.id/pasang-5-kamera-trap-bbksda-riau-awasi-harimau-sumatera-penyerang-manusia/" data-type="post" data-id="266643">Pasang 5 Kamera Trap, BBKSDA Riau Awasi Harimau Sumatera Penyerang Manusia</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan klarifikasi ini, diharapkan masyarakat tidak lagi menyebarkan informasi yang tidak benar dan lebih bijak dalam memverifikasi berita sebelum membagikannya. Penyebaran informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan kebingungan dan keresahan di masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/video-harimau-mati-tertabrak-di-tol-permai-ternyata-hoaks-ini-faktanya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">266649</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasang 5 Kamera Trap, BBKSDA Riau Awasi Harimau Sumatera Penyerang Manusia</title>
		<link>https://cekricek.id/pasang-5-kamera-trap-bbksda-riau-awasi-harimau-sumatera-penyerang-manusia/</link>
					<comments>https://cekricek.id/pasang-5-kamera-trap-bbksda-riau-awasi-harimau-sumatera-penyerang-manusia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2024 03:33:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=266643</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasang-5-kamera-trap-bbksda-riau-awasi-harimau-sumatera-penyerang-manusia/" title="Pasang 5 Kamera Trap, BBKSDA Riau Awasi Harimau Sumatera Penyerang Manusia" rel="nofollow"><img width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-2_11zon.webp?fit=800%2C450&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Berita Riau Hari Ini: Pasang 5 Kamera Trap, BBKSDA Riau Awasi Harimau Sumatera Penyerang Manusia" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-2_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-2_11zon.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-2_11zon.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-2_11zon.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-2_11zon.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasang 5 Kamera Trap, BBKSDA Riau Awasi Harimau Sumatera Penyerang Manusia 3"></a>Pekanbaru, Cekricek.id - Pasca insiden menyeramkan di mana seorang pekerja tewas diserang harimau Sumatera, Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Riau bertindak cepat dengan memasang lima kamera pengintai (camera trap) di lokasi kejadian. Langkah ini diambil dalam upaya memantau pergerakan harimau penyerang sekaligus mencegah terjadinya konflik serupa di kemudian hari. Peristiwa nahas terjadi pada Kamis (9/5) lalu di lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) Petak 466 Blok L PT SPA, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Korban, Rahmad (26) tewas diserang harimau Sumatera saat bekerja menyemprotkan herbisida untuk membersihkan gulma. "Secara berkala, kami akan melakukan pengecekan hasil tangkapan kamera trap tersebut. Diharapkan alat ini dapat mengidentifikasi individu harimau yang menyerang korban," jelas Genman Suhefti Hasibuan, Kepala BBKSDA Riau, Rabu (15/5). Pemasangan lima unit kamera pengintai itu dilakukan pada Senin (13/5) lalu di sekitar lokasi insiden. Menurut Genman, langkah ini perlu diambil mengingat wilayah jelajah (home range) harimau Sumatera]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pasang-5-kamera-trap-bbksda-riau-awasi-harimau-sumatera-penyerang-manusia/" title="Pasang 5 Kamera Trap, BBKSDA Riau Awasi Harimau Sumatera Penyerang Manusia" rel="nofollow"><img width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-2_11zon.webp?fit=800%2C450&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Berita Riau Hari Ini: Pasang 5 Kamera Trap, BBKSDA Riau Awasi Harimau Sumatera Penyerang Manusia" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-2_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-2_11zon.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-2_11zon.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-2_11zon.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/05/Ck2-2_11zon.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Pasang 5 Kamera Trap, BBKSDA Riau Awasi Harimau Sumatera Penyerang Manusia 4"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pekanbaru, Cekricek.id </strong>- Pasca insiden menyeramkan di mana seorang pekerja tewas diserang harimau Sumatera, Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Riau bertindak cepat dengan memasang lima kamera pengintai (camera trap) di lokasi kejadian. Langkah ini diambil dalam upaya memantau pergerakan harimau penyerang sekaligus mencegah terjadinya konflik serupa di kemudian hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peristiwa nahas terjadi pada Kamis (9/5) lalu di lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) Petak 466 Blok L PT SPA, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Korban, Rahmad (26) tewas diserang harimau Sumatera saat bekerja menyemprotkan herbisida untuk membersihkan gulma.</p>



<p class="wp-block-paragraph">"Secara berkala, kami akan melakukan pengecekan hasil tangkapan kamera trap tersebut. Diharapkan alat ini dapat mengidentifikasi individu harimau yang menyerang korban," jelas Genman Suhefti Hasibuan, Kepala BBKSDA Riau, Rabu (15/5).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemasangan lima unit kamera pengintai itu dilakukan pada Senin (13/5) lalu di sekitar lokasi insiden. Menurut Genman, langkah ini perlu diambil mengingat wilayah jelajah (home range) harimau Sumatera yang sangat luas. Hal ini memungkinkan terjadinya tumpang tindih pemanfaatan ruang antara manusia dan satwa liar tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">"Luasnya home range harimau memungkinkan adanya penggunaan ruang bersama oleh harimau Sumatera dengan masyarakat. Karena itu, perlu adanya pengaturan penggunaan ruang dan waktu antara masyarakat dengan harimau Sumatera," terang Genman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepada perusahaan pemilik konsesi lahan, BBKSDA Riau mengimbau agar mengatur jam kerja karyawan serta menghindari aktivitas seorang diri saat berada di area yang menjadi habitat harimau. Selain itu, pihaknya juga menghimbau adanya upaya pengayaan mangsa alami di habitat tersebut serta menindak tegas perburuan liar yang masih kerap terjadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">"Khusus di area pengusahaan yang menjadi habitat harimau, kami mengimbau agar dilakukan pengaturan waktu bekerja dan tidak beraktivitas secara sendiri. Perlu juga pengayaan mangsa alami dan menindak tegas siapa saja yang melakukan perburuan liar," imbau Genman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dikutip dari keterangan sebelumnya, insiden menyeramkan menimpa Rahmad saat menyemprotkan herbisida bersama dua rekannya, Rahman dan Almi. Namun jarak di antara mereka berjauhan. Saat Rahmad berteriak minta tolong, kedua rekannya tak dapat menemukannya hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://cekricek.id/harimau-sumatera-muncul-di-buton-siak-bbksda-riau-lakukan-peninjauan/" data-type="post" data-id="264231">Harimau Sumatera Muncul di Buton Siak, BBKSDA Riau Lakukan Peninjauan</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jasad Rahmad kemudian ditemukan dalam kondisi tangan putus dan berluka di sejumlah bagian tubuh. Jenazahnya segera dievakuasi ke klinik perusahaan sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan serangkaian upaya mitigasi yang dijalankan, BBKSDA Riau berharap insiden serupa tidak terulang di masa mendatang. Kepada masyarakat, pihaknya mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di habitat harimau Sumatera.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/pasang-5-kamera-trap-bbksda-riau-awasi-harimau-sumatera-penyerang-manusia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">266643</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harimau Berkeliaran di Kebun Sawit di Inhu, Warga Diminta Waspada</title>
		<link>https://cekricek.id/harimau-berkeliaran-di-kebun-sawit-di-inhu-warga-diminta-waspada/</link>
					<comments>https://cekricek.id/harimau-berkeliaran-di-kebun-sawit-di-inhu-warga-diminta-waspada/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ari Lesmana]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2024 10:34:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau di Batang Cenaku]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau di Inhu]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Inhu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=257874</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/harimau-berkeliaran-di-kebun-sawit-di-inhu-warga-diminta-waspada/" title="Harimau Berkeliaran di Kebun Sawit di Inhu, Warga Diminta Waspada" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/01/Foto-2024-01-03T181456.651_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id, Berita Inhu Hari Ini, Berita Riau Hari Ini: Harimau Berkeliaran di Kebun Sawit di Inhu, Warga Diminta Waspada" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/01/Foto-2024-01-03T181456.651_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/01/Foto-2024-01-03T181456.651_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/01/Foto-2024-01-03T181456.651_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/01/Foto-2024-01-03T181456.651_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Harimau Berkeliaran di Kebun Sawit di Inhu, Warga Diminta Waspada 5"></a>Cekricek.id, Inhu - Harimau Sumatera kembali membuat geger warga Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau. Munculnya harimau ini mengakibatkan keresahan di tengah-tengah areal perkebunan kelapa sawit milik warga. Video menunjukkan harimau tersebut bersama anaknya, dan kejadian ini telah menjadi perbincangan di media sosial. Video kemunculan harimau itu diabadikan warga dalam sebuah video lalu mengunggahnya di media sosial. Penduduk setempat mengatakan bahwa harimau sumatera tersebut terlihat di perkebunan kelapa sawit warga beberapa hari yang lalu. Wewen dan Sando, dua warga yang berada di pinggir jalan menuju perkebunan warga, berhasil merekam momen menegangkan tersebut pada Ahad (31/12/2023) lalu. Sebelumnya, kejadian serupa juga dilaporkan oleh warga Kecamatan Kelayang, Kabupaten Inhu. Harimau sumatera sepertinya berkeliaran di dua kecamatan, menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga mengungkapkan bahwa penampakan harimau tersebut membuat warga waswas ketika pergi ke kebun, terlebih ukuran harimau itu sudah tergolong dewasa. Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA)]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/harimau-berkeliaran-di-kebun-sawit-di-inhu-warga-diminta-waspada/" title="Harimau Berkeliaran di Kebun Sawit di Inhu, Warga Diminta Waspada" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/01/Foto-2024-01-03T181456.651_11zon.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id, Berita Inhu Hari Ini, Berita Riau Hari Ini: Harimau Berkeliaran di Kebun Sawit di Inhu, Warga Diminta Waspada" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/01/Foto-2024-01-03T181456.651_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/01/Foto-2024-01-03T181456.651_11zon.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/01/Foto-2024-01-03T181456.651_11zon.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/01/Foto-2024-01-03T181456.651_11zon.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Harimau Berkeliaran di Kebun Sawit di Inhu, Warga Diminta Waspada 6"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cekricek.id, Inhu</strong> - <a href="https://cekricek.id/tag/harimau-sumatera">Harimau Sumatera </a>kembali membuat geger warga Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten <a href="https://cekricek.id/tag/inhu">Indragiri Hulu (Inhu)</a>, Provinsi <a href="https://cekricek.id/riau">Riau</a>. Munculnya harimau ini mengakibatkan keresahan di tengah-tengah areal perkebunan kelapa sawit milik warga. Video menunjukkan harimau tersebut bersama anaknya, dan kejadian ini telah menjadi perbincangan di media sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Video kemunculan harimau itu diabadikan warga dalam sebuah video lalu mengunggahnya di media sosial. Penduduk setempat mengatakan bahwa harimau sumatera tersebut terlihat di perkebunan kelapa sawit warga beberapa hari yang lalu. Wewen dan Sando, dua warga yang berada di pinggir jalan menuju perkebunan warga, berhasil merekam momen menegangkan tersebut pada Ahad (31/12/2023) lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, kejadian serupa juga dilaporkan oleh warga Kecamatan Kelayang, Kabupaten Inhu. Harimau sumatera sepertinya berkeliaran di dua kecamatan, menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Warga mengungkapkan bahwa penampakan harimau tersebut membuat warga waswas ketika pergi ke kebun, terlebih ukuran harimau itu sudah tergolong dewasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Genman Hasibuan, menjelaskan bahwa kehadiran harimau sumatera ini terkait dengan cuaca hujan dan banjir yang melanda. kepada media, Genman menyarankan agar warga tidak pergi ke kebun atau area hutan yang sepi tanpa pendamping. Selain itu, jika bertemu dengan harimau, sebaiknya warga menghindar dan tidak mengganggu binatang tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam menghadapi situasi ini, BBKSDA Riau akan berkoordinasi dengan petugas lapangan di Resor Kerumutan. Genman Hasibuan menekankan perlunya tindakan hati-hati dan kehati-hatian untuk memastikan keamanan warga. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mematuhi saran-saran keamanan yang diberikan oleh pihak berwenang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Baca <strong>Berita Inhu Hari Ini</strong> dan<em><em><em><em> <strong><a href="https://cekricek.id/berita/riau">Berita Riau Hari Ini</a></strong> setiap hari dari <strong><a href="https://cekricek.id/"><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#ff9702" class="has-inline-color">Cekricek.id</mark></a></strong>. Ikuti kami melalui <strong><a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJi7ogsw28W6Aw?ceid=ID:id&amp;oc=3" rel="nofollow noopener" target="_blank"><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#4e8df6" class="has-inline-color">Google News</mark></a></strong>. Klik tautan untuk terhubung.</em></em></em></em></em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/harimau-berkeliaran-di-kebun-sawit-di-inhu-warga-diminta-waspada/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">257874</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harimau Sumatera di Kebun Binatang Inggris Lahirkan Dua Anak, Namanya Alif dan Raya</title>
		<link>https://cekricek.id/harimau-sumatera-di-kebun-binatang-inggris-lahirkan-dua-anak-namanya-alif-dan-raya/</link>
					<comments>https://cekricek.id/harimau-sumatera-di-kebun-binatang-inggris-lahirkan-dua-anak-namanya-alif-dan-raya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mitha]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Apr 2023 01:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nuansa]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=247403</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/harimau-sumatera-di-kebun-binatang-inggris-lahirkan-dua-anak-namanya-alif-dan-raya/" title="Harimau Sumatera di Kebun Binatang Inggris Lahirkan Dua Anak, Namanya Alif dan Raya" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/04/Untitled-design-191.jpg?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id – Harimau sumatera yang dipelihara oleh salah satu kebun binatang di Inggris, Chester Zoo, ini belum lama dikabarkan telah melahirkan dua ekor anak kembar. Bayi kucing besar yang terlihat menggemaskan itu sebenarnya lahir pada bulan Januari lalu tetapi baru sekarang mulai menjelajah dan menemukan dunia luar." style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/04/Untitled-design-191.jpg?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/04/Untitled-design-191.jpg?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/04/Untitled-design-191.jpg?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/04/Untitled-design-191.jpg?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Harimau Sumatera di Kebun Binatang Inggris Lahirkan Dua Anak, Namanya Alif dan Raya 7"></a>Cekricek.id – Harimau sumatera yang dipelihara oleh salah satu kebun binatang di Inggris, Chester Zoo, ini belum lama dikabarkan telah melahirkan dua ekor anak kembar. Bayi kucing besar yang terlihat menggemaskan itu sebenarnya lahir pada bulan Januari lalu tetapi baru sekarang mulai menjelajah dan menemukan dunia luar. Mereka bersenang-senang menjelajahi habitat mereka yang luas di bawah pengawasan ibu mereka. Melansir laman resminya, Chester Zoo, seorang pakar karnivora mengungkapkan bahwa kedua anak harimau itu berjenis kelamin betina dan menamainya Alif dan Raya. Alif merupakan salah satu nama populer di Indonesia, sedangan Raya diambil dari nama Gunung Raya di Sumatera. Harimau Sumatera yang Terancam Punah Harimau sumatera hanya ditemukan beberapa petak hutan yang ada di pulau Sumatera Indonesia, dimana hanya tersisa 350 ekor saja. Spesies ini terdaftar sebagai Sangat Terancam Punah di alam liar oleh otoritas dunia tentang keadaan alam, Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN). Hilangnya habitat, tekanan perburuan, dan konflik]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/harimau-sumatera-di-kebun-binatang-inggris-lahirkan-dua-anak-namanya-alif-dan-raya/" title="Harimau Sumatera di Kebun Binatang Inggris Lahirkan Dua Anak, Namanya Alif dan Raya" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/04/Untitled-design-191.jpg?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id – Harimau sumatera yang dipelihara oleh salah satu kebun binatang di Inggris, Chester Zoo, ini belum lama dikabarkan telah melahirkan dua ekor anak kembar. Bayi kucing besar yang terlihat menggemaskan itu sebenarnya lahir pada bulan Januari lalu tetapi baru sekarang mulai menjelajah dan menemukan dunia luar." style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/04/Untitled-design-191.jpg?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/04/Untitled-design-191.jpg?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/04/Untitled-design-191.jpg?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/04/Untitled-design-191.jpg?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Harimau Sumatera di Kebun Binatang Inggris Lahirkan Dua Anak, Namanya Alif dan Raya 9"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cekricek.id </strong>– Harimau sumatera yang dipelihara oleh salah satu kebun binatang di Inggris, Chester Zoo, ini belum lama dikabarkan telah melahirkan dua ekor anak kembar. Bayi kucing besar yang terlihat menggemaskan itu sebenarnya lahir pada bulan Januari lalu tetapi baru sekarang mulai menjelajah dan menemukan dunia luar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka bersenang-senang menjelajahi habitat mereka yang luas di bawah pengawasan ibu mereka. Melansir laman resminya, <em><a rel="external noopener" href="https://www.chesterzoo.org/news/adorable-twin-sumatran-tiger-cubs-emerge-from-their-den-for-the-first-time/" target="_blank">Chester Zoo</a></em>, seorang pakar karnivora mengungkapkan bahwa kedua anak harimau itu berjenis kelamin betina dan menamainya Alif dan Raya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alif merupakan salah satu nama populer di Indonesia, sedangan Raya diambil dari nama Gunung Raya di Sumatera.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Harimau Sumatera yang Terancam Punah</h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/04/Untitled-design-190.jpg?resize=800%2C475&#038;ssl=1" alt="Cekricek.id - Harimau Sumatera di Kebun Binatang Inggris Lahirkan Dua Anak, Namanya Alif dan Raya" class="wp-image-247405" title="Harimau Sumatera di Kebun Binatang Inggris Lahirkan Dua Anak, Namanya Alif dan Raya 8" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/04/Untitled-design-190.jpg?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/04/Untitled-design-190.jpg?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/04/Untitled-design-190.jpg?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/04/Untitled-design-190.jpg?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption class="wp-element-caption">Alif dan Raya. [YouTube]</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Harimau sumatera hanya ditemukan beberapa petak hutan yang ada di pulau Sumatera Indonesia, dimana hanya tersisa 350 ekor saja. Spesies ini terdaftar sebagai Sangat Terancam Punah di alam liar oleh otoritas dunia tentang keadaan alam, Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hilangnya habitat, tekanan perburuan, dan konflik manusia-satwa liar mendorong kucing besar tersebut mendekati kepunahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Hewan-hewan agung ini bertahan hidup dengan seutas benang di Sumatera. Mereka adalah salah satu subspesies harimau terlangka di dunia dan melihat kedua anaknya berkembang biak di sini sungguh luar biasa,” ujar Dayna Thain, Penjaga Karnivora di kebun binatang tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Anak-anaknya masih sedikit pemalu dan keluar masuk sarang bersama ibu Kasarna, tetapi akan menjadi hal istimewa untuk menyaksikan mereka tumbuh dalam kepercayaan diri dan kepribadian penuh semangat mereka benar-benar mulai terlihat,” sambungnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dayna Thain melanjutkan, dengan sedikitnya jumlah harimau sumatera yang tersisa, kehadiran Alif dan Raya ini sangat penting terutama dalam program pemuliaan konservasi yang mencegah kepunahan spesies ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meningkatnya populasi manusia telah menyebabkan lebih dari 90% habitat harimau sumatera musnah, membawa kucing besar tersebut ke dalam konflik yang erat dengan penduduk desa, petani, dan ternak. Spesies ini juga banyak diburu untuk diambil kulit, tulang, dan gigi taringnya, yang dijual secara ilegal di pasar obat tradisional Asia.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga: <a href="https://cekricek.id/begini-cerita-teror-harimau-sumatera-zaman-kolonial-belanda-berujung-aksi-pembasmian-oleh-kolonial/" data-type="post" data-id="187685">Begini Cerita Teror Harimau Sumatera Zaman Kolonial Belanda, Berujung Aksi Pembasmian</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Konservasionis Chester Zoo menyebut selama ini mereka telah berjuang melawan perburuan ilegal dan membantu mengurangi konflik antara manusia dan harimau di India dan Nepal sebagai bagian dari proyek Terai Tiger dan Living With Tigers kami , untuk lebih meningkatkan masa depan subspesies harimau lainnya, harimau Bengal.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/harimau-sumatera-di-kebun-binatang-inggris-lahirkan-dua-anak-namanya-alif-dan-raya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247403</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Begini Cerita Teror Harimau Sumatera Zaman Kolonial Belanda, Berujung Aksi Pembasmian</title>
		<link>https://cekricek.id/begini-cerita-teror-harimau-sumatera-zaman-kolonial-belanda-berujung-aksi-pembasmian-oleh-kolonial/</link>
					<comments>https://cekricek.id/begini-cerita-teror-harimau-sumatera-zaman-kolonial-belanda-berujung-aksi-pembasmian-oleh-kolonial/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mitha]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2022 07:18:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nuansa]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=187685</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/begini-cerita-teror-harimau-sumatera-zaman-kolonial-belanda-berujung-aksi-pembasmian-oleh-kolonial/" title="Begini Cerita Teror Harimau Sumatera Zaman Kolonial Belanda, Berujung Aksi Pembasmian" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/07/Foto-18-07-2022-1.jpg?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Harimau Sumatera adalah hewan buas yang pernah menguasai sebagian besar pulau Sumatera. Keberadaannya punah seiring arus modernisasi." style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/07/Foto-18-07-2022-1.jpg?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/07/Foto-18-07-2022-1.jpg?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/07/Foto-18-07-2022-1.jpg?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/07/Foto-18-07-2022-1.jpg?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Begini Cerita Teror Harimau Sumatera Zaman Kolonial Belanda, Berujung Aksi Pembasmian 10"></a>Harimau Sumatera adalah hewan buas yang pernah menguasai sebagian besar pulau Sumatera. Keberadaannya punah seiring arus modernisasi. Cekricek.id - Harimau Sumatera atau dikenal dalam bahasa latinnya phantera tigris sumatrae adalah hewan predator yang berasal dari pulau Sumatera, Indonesia. Dahulunya, hewan buas ini memiliki populasi yang sangat banyak di hutan Sumatera. Bahkan, mereka cukup sering menyerang pemukiman warga sekitar. Wajar saja karena Sumatera dulunya dipenuhi oleh hutan belantara. Namun, sejak kehadiran pemerintah kolonial Belanda dan perusahaan Hindia Timur Inggris populasi kucing besar ini akhirnya berangsur berkurang. Hal ini dilansir dari akun Youtube Nusa History yang merangkum sejarah kepunahan harimau sumatera. Disebutkan dahulunya hewan karnivora ini menguasai sebagian besar pulau. Adapun penduduk di sana umumnya bermukim di daerah dekat pantai atau dekat pegunungan bukit barisan yang terletak di tengah-tengah pulau Sumatera. Sementara pada masa kolonial belanda sekitar tahun 1600-an, harimau Sumatera banyak ditemukan di kawasan sepanjang sungai Batanghari di pedalaman Sumatera dan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/begini-cerita-teror-harimau-sumatera-zaman-kolonial-belanda-berujung-aksi-pembasmian-oleh-kolonial/" title="Begini Cerita Teror Harimau Sumatera Zaman Kolonial Belanda, Berujung Aksi Pembasmian" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/07/Foto-18-07-2022-1.jpg?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Harimau Sumatera adalah hewan buas yang pernah menguasai sebagian besar pulau Sumatera. Keberadaannya punah seiring arus modernisasi." style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/07/Foto-18-07-2022-1.jpg?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/07/Foto-18-07-2022-1.jpg?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/07/Foto-18-07-2022-1.jpg?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/07/Foto-18-07-2022-1.jpg?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Begini Cerita Teror Harimau Sumatera Zaman Kolonial Belanda, Berujung Aksi Pembasmian 12"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Harimau Sumatera adalah hewan buas yang pernah menguasai sebagian besar pulau Sumatera. Keberadaannya punah seiring arus modernisasi.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cekricek.id</strong> - <a href="https://cekricek.id/tag/Harimau-Sumatera">Harimau Sumatera</a> atau dikenal dalam bahasa latinnya <em>phantera tigris sumatrae</em> adalah hewan predator yang berasal dari pulau Sumatera, Indonesia. Dahulunya, hewan buas ini memiliki populasi yang sangat banyak di hutan Sumatera. Bahkan, mereka cukup sering menyerang pemukiman warga sekitar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wajar saja karena Sumatera dulunya dipenuhi oleh hutan belantara. Namun, sejak kehadiran pemerintah kolonial Belanda dan perusahaan Hindia Timur Inggris populasi kucing besar ini akhirnya berangsur berkurang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini dilansir dari akun Youtube <em>Nusa History</em> yang merangkum sejarah kepunahan <a href="https://cekricek.id/tag/harimau">harimau</a> sumatera. Disebutkan dahulunya hewan karnivora ini menguasai sebagian besar pulau. Adapun penduduk di sana umumnya bermukim di daerah dekat pantai atau dekat pegunungan bukit barisan yang terletak di tengah-tengah pulau Sumatera.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara pada masa kolonial belanda sekitar tahun 1600-an, harimau Sumatera banyak ditemukan di kawasan sepanjang sungai Batanghari di pedalaman Sumatera dan Jambi.</p>



<h2 class="wp-block-heading" style="font-size:23px">Insiden Serangan Harimau yang Menelan Korban</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 1931, dua orang tukang pikul barang dimangsa oleh harimau. Peristiwa itu diberitakan melalui koran Medan, Sinar Deli pada 14 September di tahun itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mulanya, pegawai topografi pemerintah colonial Belanda melakukan pemetaan di distrik Batanghari pada bulan Juli. Saat itu, distrik ini termasuk ke dalam wilayah Sumatera Westkust atau yang sekarang disebut Sumatera Barat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Orang-orang terebut menyewa sejumlah tukang pikul pribumi untuk membawa peralatan dan perbekalan mereka. Ketika berjalan di tengah hutan, tiba-tiba melompatlah seekor harimau berukuran besar kea rah mereka dan menerkam seorang tukang pikul yang diseret ke dalam hutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sontak kejadian itu membuat rombongan tersebut memasang siaga. Mereka menghidupkan api unggun yang besar dengan tujuan menakuti sang raja hutan. Nampaknya, cara tersebut berhasil karena tidak ada seekor harimau yang kembali menyerang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nahasnya, rombongan itu kembali mendapat serangan saat semuanya sedang tertidur di tenda. Salah seorang tukang pikul lainnya berhasil dimangsa dan diseret ke dalam hutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rombongan orang Belanda ini sebenarnya membawa senjata namun tak dapat menggunakannya karena saat itu kondisinya gelap gulita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tiga tahun setelahnya melalui koran terbitan Batavia, Pemandangan juga memuat berita penyerangan harimau pada 9 Agustus 1934. Seorang supir yang membawa bus kecil trayek Padang-Pekanbaru menjadi korbannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski tidak mengalami luka serangan, sang supir menceritakan kejadian serangan harimau tersebut ketika mengantar penumpang dari Padang ke Pekanbaru. Dalam perjalanan yang sudah memasuki waktu malam, Ia menemukan seekor harimau yang berlari ke arah bus yang Ia kendarai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mulanya si supir melihat ada cahaya dari kejauhan dan mengira itu adalah mobil lainnya. Karena jalanan yang kecil Ia memutuskan untuk menghentikan mobil dan mempersilahkan mobil itu lewat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cahaya yang diduga berasal dari lampu mobil itu ternyata seekor harimau yang sedang mengintai. Ketika harimau mendekat, supir itu langsung menyalakan bus dan menabrak harimau itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Serangan rupanya tidak berhenti di situ saja, keesokan harinya dua ekor harimau yang lain menyerang bus saat perjalanan pulang. Tapi untungnya supir bus itu berhasil menyelamatkan diri.</p>



<h2 class="wp-block-heading" style="font-size:23px">Harimau Sumatera Mulai Diburu</h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-style-default"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/07/Foto-18-07-2022-2.jpg?resize=800%2C475&#038;ssl=1" alt="Begini Cerita Teror Harimau Sumatera Zaman Kolonial Belanda, Berakibat Aksi Pembasmian Oleh Kolonial" class="wp-image-187716" title="Begini Cerita Teror Harimau Sumatera Zaman Kolonial Belanda, Berujung Aksi Pembasmian 11" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/07/Foto-18-07-2022-2.jpg?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/07/Foto-18-07-2022-2.jpg?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/07/Foto-18-07-2022-2.jpg?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/07/Foto-18-07-2022-2.jpg?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption>E.G.A. Lapré (Controleur di Painan) dan seorang pembantunya bersama seekor harimau yang telah mati. Foto pada tahun 1937. [KITLV]</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Teror harimau Sumatera ini membuat banyak pihak menjadi resah. William Marsden, pegawai perusahaan Hindia Timur Inggris di Bengkulu dalam buku <em>History of Sumatera</em> tahun 1783 menyebut harimau terbukti sebagai musuh manusia dan binatang-binatang lainnya di Sumatera. Oleh karena itu, siapapun yang berhasil memenggal kepala harimau akan mendapatkan hadiah dari perusahaan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga: <a href="https://cekricek.id/penebang-pohon-di-riau-tewas-diterkam-harimau/">Penebang Pohon di Riau Tewas Diterkam Harimau</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ukuran kekuatan harimau Harimau sangat luar biasa, kata Marsden, harimau Sumatera diduga dapat menghancurkan kaki kuda atau kerbau hanya dengan cakarnya. Mereka mampu menyeret bangkai mangsa yang jauh lebih besar dari tubuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, keberadaan hewan buas ini terus menyusut karena perburuan yang terus dilakukan karena dianggap mengganggu modernisasi yang dilakukan pemerintah Hindia Belanda. Terutama aktivitas penebangan besar-besaran yang ditujukan untuk pembangunan&nbsp; jalan dan pos-pos militer.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="HARIMAU MANGSA SEMUA WARGA SATU KAMPUNG" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/0KGzzIcSvoI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/begini-cerita-teror-harimau-sumatera-zaman-kolonial-belanda-berujung-aksi-pembasmian-oleh-kolonial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">187685</post-id><media:content url="https://www.youtube.com/embed/0KGzzIcSvoI" medium="video" width="1280" height="720">
			<media:player url="https://www.youtube.com/embed/0KGzzIcSvoI" />
			<media:title type="plain">HARIMAU MANGSA SEMUA WARGA SATU KAMPUNG</media:title>
			<media:description type="html"><![CDATA[#sejarah #sejarahindonesia #harimau #harimausumatera #harimausumatra #kolonialbelanda Harimau sumatera atau Panthera tigris sumatrae adalah hewan predator ya...]]></media:description>
			<media:thumbnail url="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2022/07/Foto-18-07-2022-1.jpg?fit=800%2C475&#038;ssl=1" />
			<media:rating scheme="urn:simple">nonadult</media:rating>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Minified using Disk

Served from: cekricek.id @ 2026-07-17 03:06:25 by W3 Total Cache
-->