<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	 xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Peru - Cekricek.id</title>
	<atom:link href="https://cekricek.id/tag/peru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://cekricek.id</link>
	<description>Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Apr 2024 23:47:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2021/01/cropped-Fav-512-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Peru - Cekricek.id</title>
	<link>https://cekricek.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189108407</site>	<item>
		<title>Seorang Petani di Peru Menemukan Gua Makam Alien: Ada Mumi Berkepala Lonjong dan Cuma Punya 3</title>
		<link>https://cekricek.id/seorang-petani-di-peru-menemukan-gua-makam-alien-ada-mumi-berkepala-lonjong-dan-cuma-punya-3/</link>
					<comments>https://cekricek.id/seorang-petani-di-peru-menemukan-gua-makam-alien-ada-mumi-berkepala-lonjong-dan-cuma-punya-3/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ari Lesmana]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Apr 2024 23:46:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Peru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=266485</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/seorang-petani-di-peru-menemukan-gua-makam-alien-ada-mumi-berkepala-lonjong-dan-cuma-punya-3/" title="Seorang Petani di Peru Menemukan Gua Makam Alien: Ada Mumi Berkepala Lonjong dan Cuma Punya 3" rel="nofollow"><img width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/04/Ck2-27_11zon.webp?fit=800%2C450&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Seorang Petani di Peru Menemukan Gua Makam Alien: Ada Mumi Berkepala Lonjong dan Cuma Punya 3" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/04/Ck2-27_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/04/Ck2-27_11zon.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/04/Ck2-27_11zon.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/04/Ck2-27_11zon.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/04/Ck2-27_11zon.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Seorang Petani di Peru Menemukan Gua Makam Alien: Ada Mumi Berkepala Lonjong dan Cuma Punya 3 1"></a>Cekricek.id - Leandro Rivera, seorang petani dari desa terpencil di dataran tinggi Nazca Peru, tidak menyangka bahwa penemuan gua kuno yang ditemukannya secara tidak sengaja akan menimbulkan kerusakan besar bagi situs arkeologi setempat. Rivera mengklaim telah menemukan gua yang berisi ratusan artefak pra-Hispanik, termasuk tubuh manusia dengan kepala memanjang dan hanya memiliki tiga jari di masing-masing tangan - ciri yang menimbulkan spekulasi bahwa mereka mungkin berasal dari makhluk luar angkasa. Dataran tinggi Nazca terkenal dengan garis-garis raksasa yang membentuk berbagai macam binatang dan glyph di dasar gurun, yang telah lama menarik perhatian para antropolog dan penggemar teori konspirasi alien. Kini, penemuan tersebut menambah daya tarik yang semakin kuat terhadap situs arkeologi yang rawan terhadap perampasan. "Saya hanya ingin menemukan sesuatu yang unik dan berharga," kata Rivera dilansir Reuters. "Tapi saya tidak pernah membayangkan bahwa hal itu akan menimbulkan begitu banyak kekacauan." Rivera dihukum pada tahun 2022 atas penyerangan terhadap monumen]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/seorang-petani-di-peru-menemukan-gua-makam-alien-ada-mumi-berkepala-lonjong-dan-cuma-punya-3/" title="Seorang Petani di Peru Menemukan Gua Makam Alien: Ada Mumi Berkepala Lonjong dan Cuma Punya 3" rel="nofollow"><img width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/04/Ck2-27_11zon.webp?fit=800%2C450&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Seorang Petani di Peru Menemukan Gua Makam Alien: Ada Mumi Berkepala Lonjong dan Cuma Punya 3" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/04/Ck2-27_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/04/Ck2-27_11zon.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/04/Ck2-27_11zon.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/04/Ck2-27_11zon.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/04/Ck2-27_11zon.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Seorang Petani di Peru Menemukan Gua Makam Alien: Ada Mumi Berkepala Lonjong dan Cuma Punya 3 2"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cekricek.id</strong> - Leandro Rivera, seorang petani dari desa terpencil di dataran tinggi Nazca Peru, tidak menyangka bahwa penemuan gua kuno yang ditemukannya secara tidak sengaja akan menimbulkan kerusakan besar bagi situs arkeologi setempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rivera mengklaim telah menemukan gua yang berisi ratusan artefak pra-Hispanik, termasuk tubuh manusia dengan kepala memanjang dan hanya memiliki tiga jari di masing-masing tangan - ciri yang menimbulkan spekulasi bahwa mereka mungkin berasal dari makhluk luar angkasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dataran tinggi Nazca terkenal dengan garis-garis raksasa yang membentuk berbagai macam binatang dan glyph di dasar gurun, yang telah lama menarik perhatian para antropolog dan penggemar teori konspirasi alien. Kini, penemuan tersebut menambah daya tarik yang semakin kuat terhadap situs arkeologi yang rawan terhadap perampasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">"Saya hanya ingin menemukan sesuatu yang unik dan berharga," kata Rivera dilansir <em>Reuters</em>. "Tapi saya tidak pernah membayangkan bahwa hal itu akan menimbulkan begitu banyak kekacauan."</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rivera dihukum pada tahun 2022 atas penyerangan terhadap monumen umum karena menggali artefak. Dia menerima hukuman percobaan empat tahun dan denda sekitar 20.000 sol Peru ($5.190), jauh di bawah hukuman maksimum delapan tahun penjara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil tangkapannya menjadi sorotan tahun lalu ketika dua mumi tersebut berakhir di Meksiko dan menjadi pusat dengar pendapat kongres mengenai UFO dan kehidupan di luar bumi. Klaim kontroversial dari jurnalis Meksiko Jaime Maussan bahwa mayat-mayat itu merupakan bukti kehidupan alien telah dibantah oleh para ilmuwan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam wawancara dengan Reuters, Rivera mengklaim telah memindahkan sebanyak 200 set jenazah dari gua tersebut, dan beberapa jenazah telah diselundupkan keluar dari Peru ke Prancis, Spanyol, dan Rusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyerahan jenazah di Meksiko - serta klaim Rivera memiliki puluhan jenazah lainnya - telah mendorong beberapa ahli untuk bertanya-tanya apakah upaya Peru untuk mengendalikan perdagangan gelap mumi dan artefak pra-Hispanik lainnya benar-benar efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">"Peru telah melakukan banyak upaya untuk mencoba dan mengendalikan perdagangan ini," kata Christopher Heaney, seorang profesor sejarah Amerika Latin di Penn State University dan penulis buku tentang mumi Peru. "Tetapi hal ini menyiratkan bahwa klaim keberhasilan pemerintah perlu dikaji ulang jika benda seperti (jenazah di Meksiko) dapat meninggalkan negara tersebut."</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kementerian Kebudayaan Peru tidak menanggapi permintaan komentar mengenai efektivitas upaya pengendalian perdagangan manusia. Namun, Reuters diberi akses langka ke unit anti-penyelundupan kementerian di bandara internasional Lima dan berbicara dengan empat pejabat pemerintah yang mengatakan hukuman yang lebih ketat, lebih banyak sumber daya dan koordinasi yang lebih baik diperlukan untuk memerangi penjarahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kantor berita tersebut tidak dapat memverifikasi secara independen rincian penting dari akun Rivera. Kantor kejaksaan kementerian kebudayaan mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Reuters bahwa penyelidikannya terhadap Rivera hanya menghasilkan dua jenazah yang telah diubah dan dua set tulang yang tidak lengkap.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://cekricek.id/aksara-aneh-ditemukan-di-pulau-alaska-mungkinkah-peninggalan-alien/" data-type="post" data-id="264972">Aksara Aneh Ditemukan di Pulau Alaska, Mungkinkah Peninggalan Alien?</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, insiden ini memperlihatkan ancaman yang dihadapi Peru dalam melindungi warisan budayanya yang berharga dari aktivitas penjarahan yang terus-menerus. Dengan adanya 'demam alien' yang menggoda, situs arkeologi seperti Nazca menjadi semakin rawan terhadap perampokan dan penyelundupan, menantang upaya pemerintah untuk melestarikan kekayaan sejarah bangsa.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/seorang-petani-di-peru-menemukan-gua-makam-alien-ada-mumi-berkepala-lonjong-dan-cuma-punya-3/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">266485</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rusa Kerdil Spesies Baru Ditemukan di Peru, Dinamai Pudella carlae</title>
		<link>https://cekricek.id/rusa-kerdil-spesies-baru-ditemukan-di-peru-dinamai-pudella-carlae/</link>
					<comments>https://cekricek.id/rusa-kerdil-spesies-baru-ditemukan-di-peru-dinamai-pudella-carlae/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Irwan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Mar 2024 04:32:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Peru]]></category>
		<category><![CDATA[Rusa Kerdil]]></category>
		<category><![CDATA[Zoologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=266004</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/rusa-kerdil-spesies-baru-ditemukan-di-peru-dinamai-pudella-carlae/" title="Rusa Kerdil Spesies Baru Ditemukan di Peru, Dinamai Pudella carlae" rel="nofollow"><img width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/03/Ck2-2024-03-13T113145.871_11zon.webp?fit=800%2C450&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Rusa Kerdil Spesies Baru Ditemukan di Peru, Dinamai Pudella carlae" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/03/Ck2-2024-03-13T113145.871_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/03/Ck2-2024-03-13T113145.871_11zon.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/03/Ck2-2024-03-13T113145.871_11zon.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/03/Ck2-2024-03-13T113145.871_11zon.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/03/Ck2-2024-03-13T113145.871_11zon.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Rusa Kerdil Spesies Baru Ditemukan di Peru, Dinamai Pudella carlae 3"></a>Cekricek.id - Sebuah penemuan luar biasa dalam dunia satwa liar baru saja terjadi di Peru. Peneliti dari Universidad Austral de Chile telah mengidentifikasi spesies rusa kerdil baru yang sebelumnya tidak diketahui, dinamai Pudella carlae. Penemuan ini menjadi spesies cervid hidup pertama yang dideskripsikan pada abad ke-21 dan yang pertama dari Dunia Baru dalam lebih dari 60 tahun. Penelitian yang diterbitkan di Journal of Mammalogy ini mengungkap bahwa Pudella carlae termasuk dalam suku rusa Neotropis Odocoileini, yang memiliki 18 spesies hidup yang diakui saat ini dan dialokasikan ke dalam 7 genera. Namun, menurut Dr. Guillermo D'Elía dan rekan-rekannya, masih terdapat permasalahan mengenai sistematika dan taksonomi dalam kelompok ini. Beberapa analisis filogenetik menunjukkan bahwa beberapa genera tidak monofiletik dan kekayaan spesies dalam kelompok tersebut diremehkan. Salah satu genus yang menimbulkan masalah tersebut adalah rusa kerdil yang kekar dan berkaki pendek, Pudu. Sebelumnya, genus ini hanya mencakup dua spesies: pudu utara (Pudu mephistophiles)]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/rusa-kerdil-spesies-baru-ditemukan-di-peru-dinamai-pudella-carlae/" title="Rusa Kerdil Spesies Baru Ditemukan di Peru, Dinamai Pudella carlae" rel="nofollow"><img width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/03/Ck2-2024-03-13T113145.871_11zon.webp?fit=800%2C450&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Rusa Kerdil Spesies Baru Ditemukan di Peru, Dinamai Pudella carlae" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/03/Ck2-2024-03-13T113145.871_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/03/Ck2-2024-03-13T113145.871_11zon.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/03/Ck2-2024-03-13T113145.871_11zon.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/03/Ck2-2024-03-13T113145.871_11zon.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/03/Ck2-2024-03-13T113145.871_11zon.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Rusa Kerdil Spesies Baru Ditemukan di Peru, Dinamai Pudella carlae 4"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cekricek.id</strong> - Sebuah penemuan luar biasa dalam dunia satwa liar baru saja terjadi di Peru. Peneliti dari Universidad Austral de Chile telah mengidentifikasi spesies rusa kerdil baru yang sebelumnya tidak diketahui, dinamai Pudella carlae. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penemuan ini menjadi spesies cervid hidup pertama yang dideskripsikan pada abad ke-21 dan yang pertama dari Dunia Baru dalam lebih dari 60 tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian yang diterbitkan di <em><a rel="external noopener" href="https://academic.oup.com/jmammal/advance-article-abstract/doi/10.1093/jmammal/gyae012/7617670?redirectedFrom=fulltext&amp;login=false" target="_blank">Journal of Mammalogy</a></em> ini mengungkap bahwa Pudella carlae termasuk dalam suku rusa Neotropis Odocoileini, yang memiliki 18 spesies hidup yang diakui saat ini dan dialokasikan ke dalam 7 genera. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, menurut Dr. Guillermo D'Elía dan rekan-rekannya, masih terdapat permasalahan mengenai sistematika dan taksonomi dalam kelompok ini. Beberapa analisis filogenetik menunjukkan bahwa beberapa genera tidak monofiletik dan kekayaan spesies dalam kelompok tersebut diremehkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu genus yang menimbulkan masalah tersebut adalah rusa kerdil yang kekar dan berkaki pendek, Pudu. Sebelumnya, genus ini hanya mencakup dua spesies: pudu utara (Pudu mephistophiles) dari Peru, Ekuador, dan Kolombia; serta pudu selatan (Pudu puda) dari Chili selatan dan Argentina di dekatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa Pudu mephistophiles sebenarnya terdiri dari dua spesies yang berbeda. Pudu mephistophiles sendiri tersebar di utara Depresi Huancabamba dari Peru paling utara ke utara (Ekuador dan Kolombia), sedangkan spesies baru yang ditemukan, Pudella carlae, tersebar di selatan Depresi Huancabamba dan merupakan endemik Peru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa Pudu puda, spesies pudu selatan, bukan saudara dari dua spesies pudu utara. Oleh karena itu, para peneliti memvalidasi ulang genus Pudella untuk mengalokasikan dua spesies pudu utara, yaitu Pudu mephistophiles dan Pudella carlae.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://cekricek.id/penemuan-situs-megalit-kuno-di-peru-saksi-kebudayaan-prasejarah-benua-amerika/" data-type="post" data-id="265429">Penemuan Situs Megalit Kuno di Peru, Saksi Kebudayaan Prasejarah Benua Amerika</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Penemuan spesies baru ini memperkaya keanekaragaman hayati di Peru dan menjadi tonggak sejarah dalam dunia ilmu pengetahuan. Dengan adanya informasi baru ini, penelitian lebih lanjut tentang karakteristik, perilaku, dan habitat Pudella carlae diharapkan dapat dilakukan untuk melindungi dan melestarikan spesies langka tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/rusa-kerdil-spesies-baru-ditemukan-di-peru-dinamai-pudella-carlae/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">266004</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penemuan Situs Megalit Kuno di Peru, Saksi Kebudayaan Prasejarah Benua Amerika</title>
		<link>https://cekricek.id/penemuan-situs-megalit-kuno-di-peru-saksi-kebudayaan-prasejarah-benua-amerika/</link>
					<comments>https://cekricek.id/penemuan-situs-megalit-kuno-di-peru-saksi-kebudayaan-prasejarah-benua-amerika/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ari Lesmana]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Feb 2024 01:23:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Peru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=265429</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/penemuan-situs-megalit-kuno-di-peru-saksi-kebudayaan-prasejarah-benua-amerika/" title="Penemuan Situs Megalit Kuno di Peru, Saksi Kebudayaan Prasejarah Benua Amerika" rel="nofollow"><img width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-2024-02-25T081758.050_11zon.webp?fit=800%2C450&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Penemuan Situs Megalit Kuno di Peru, Saksi Kebudayaan Prasejarah Benua Amerika" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-2024-02-25T081758.050_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-2024-02-25T081758.050_11zon.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-2024-02-25T081758.050_11zon.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-2024-02-25T081758.050_11zon.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-2024-02-25T081758.050_11zon.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Penemuan Situs Megalit Kuno di Peru, Saksi Kebudayaan Prasejarah Benua Amerika 5"></a>Cekricek.id - Sebuah penemuan arkeologis mengejutkan di Peru Utara mengungkap bukti nyata mengenai kebudayaan prasejarah Benua Amerika. Sebuah alun-alun melingkar berdiameter 18 meter yang dibangun dari batu-batu besar tegak, baru saja diekskavasi di lembah Callacpuma. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa situs megalit ini berusia sekitar 4.750 tahun, menjadikannya salah satu struktur monolitik tertua yang pernah ditemukan di seluruh wilayah Amerika. Temuan penting ini menunjukkan bahwa struktur monumental tersebut dibangun jauh sebelum berkembangnya peradaban pertanian di kawasan tersebut, bahkan sebelum ditemukannya teknologi pembuatan keramik. Hal ini mengindikasikan bahwa para pembangun alun-alun ini kemungkinan masih hidup sebagai masyarakat pemburu-pengumpul nomaden. "Di dataran tinggi utara Peru, penduduk yang membangun alun-alun di Callacpuma mungkin sudah mulai bereksperimen dengan produksi pangan, tetapi mereka masih merupakan kelompok pemburu-pengumpul yang berpindah-pindah," tulis tim arkeolog dalam laporan yang diterbitkan di Science Advances. Dengan demikian, situs ini diyakini menjadi tempat berkumpul bagi masyarakat nomaden prasejarah untuk menegosiasikan identitas kelompok baru]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/penemuan-situs-megalit-kuno-di-peru-saksi-kebudayaan-prasejarah-benua-amerika/" title="Penemuan Situs Megalit Kuno di Peru, Saksi Kebudayaan Prasejarah Benua Amerika" rel="nofollow"><img width="800" height="450" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-2024-02-25T081758.050_11zon.webp?fit=800%2C450&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Penemuan Situs Megalit Kuno di Peru, Saksi Kebudayaan Prasejarah Benua Amerika" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-2024-02-25T081758.050_11zon.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-2024-02-25T081758.050_11zon.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-2024-02-25T081758.050_11zon.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-2024-02-25T081758.050_11zon.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2024/02/Ck2-2024-02-25T081758.050_11zon.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Penemuan Situs Megalit Kuno di Peru, Saksi Kebudayaan Prasejarah Benua Amerika 6"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cekricek.id</strong> - Sebuah penemuan arkeologis mengejutkan di Peru Utara mengungkap bukti nyata mengenai kebudayaan prasejarah Benua Amerika. Sebuah alun-alun melingkar berdiameter 18 meter yang dibangun dari batu-batu besar tegak, baru saja diekskavasi di lembah Callacpuma. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian terbaru menunjukkan bahwa situs megalit ini berusia sekitar 4.750 tahun, menjadikannya salah satu struktur monolitik tertua yang pernah ditemukan di seluruh wilayah Amerika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Temuan penting ini menunjukkan bahwa struktur monumental tersebut dibangun jauh sebelum berkembangnya peradaban pertanian di kawasan tersebut, bahkan sebelum ditemukannya teknologi pembuatan keramik. Hal ini mengindikasikan bahwa para pembangun alun-alun ini kemungkinan masih hidup sebagai masyarakat pemburu-pengumpul nomaden.</p>



<p class="wp-block-paragraph">"Di dataran tinggi utara Peru, penduduk yang membangun alun-alun di Callacpuma mungkin sudah mulai bereksperimen dengan produksi pangan, tetapi mereka masih merupakan kelompok pemburu-pengumpul yang berpindah-pindah," tulis tim arkeolog dalam laporan yang diterbitkan di <a rel="external noopener" href="https://www.science.org/doi/10.1126/sciadv.adl0572" target="_blank"><em>Science Advances</em></a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, situs ini diyakini menjadi tempat berkumpul bagi masyarakat nomaden prasejarah untuk menegosiasikan identitas kelompok baru dan melakukan kegiatan seremonial. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Tim peneliti menegaskan bahwa Plaza Callacpuma merupakan contoh awal dari konstruksi kolektif, pembangunan lokasi sakral, dan integrasi sosial di Pegunungan Andes.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara arsitektur, alun-alun ini dibatasi oleh dua dinding konsentris yang dibangun dari batu-batu megalitik yang belum mengalami proses pengerjaan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Batu-batu besar ini diperkirakan dipotong dari batuan dasar yang terbuka sekitar 50 meter dari lokasi. Setelah diangkut, batu-batu tersebut ditegakkan secara vertikal membentuk struktur melingkar dengan dua pintu masuk dan beberapa ruangan di dalamnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan analisis radiokarbon, alun-alun ini pernah digunakan antara tahun 2632-2884 SM, mungkin untuk keperluan keagamaan atau sosial. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penemuan ini menunjukkan bahwa pertanian bukanlah prasyarat mutlak bagi sebuah masyarakat untuk membangun struktur megalitik permanen, membantah pandangan lama yang mengabaikan kemampuan masyarakat pemburu-pengumpul.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://cekricek.id/penemuan-pemakaman-purba-jejak-pemburu-pengumpul-berusia-10-000-tahun-terungkap-di-brazil/" data-type="post" data-id="263642">Penemuan Pemakaman Purba: Jejak Pemburu-Pengumpul Berusia 10.000 Tahun Terungkap di Brazil</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Temuan serupa telah ditemukan di situs Göbekli Tepe di Turki yang dibangun 11.000 tahun lalu oleh masyarakat pemburu-pengumpul. Meski terlihat sederhana, situs Callacpuma menyingkap kisah penting tentang asal-usul peradaban manusia di Benua Amerika.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em>Baca <strong>Berita Riau Hari Ini</strong> setiap hari di <strong><a href="https://whatsapp.com/channel/0029VaJ0Pik545uqaSdu2G2b" rel="nofollow noopener" target="_blank">Channel Cekricek.id</a></strong>.</em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/penemuan-situs-megalit-kuno-di-peru-saksi-kebudayaan-prasejarah-benua-amerika/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">265429</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Zaman Peru Kuno Wanita Adalah Pemburu Hewan Besar</title>
		<link>https://cekricek.id/zaman-peru-kuno-wanita-adalah-pemburu-hewan-besar/</link>
					<comments>https://cekricek.id/zaman-peru-kuno-wanita-adalah-pemburu-hewan-besar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Irwan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Oct 2023 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Berburu]]></category>
		<category><![CDATA[Peru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=256183</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/zaman-peru-kuno-wanita-adalah-pemburu-hewan-besar/" title="Zaman Peru Kuno Wanita Adalah Pemburu Hewan Besar" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/10/Foto-39_11zon-1.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Zaman Peru Kuno Wanita Adalah Pemburu Hewan Besar" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/10/Foto-39_11zon-1.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/10/Foto-39_11zon-1.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/10/Foto-39_11zon-1.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/10/Foto-39_11zon-1.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Zaman Peru Kuno Wanita Adalah Pemburu Hewan Besar 7"></a>Cekricek.id - Sebuah temuan arkeologi di Peru mengubah pandangan kita tentang peran gender pada masa prasejarah, khususnya dalam aktivitas berburu besar. Bukan hanya pria, wanita pun terlibat secara aktif dan berperan penting dalam berburu hewan besar. Temuan ini membantah asumsi lama yang selama ini dipegang teguh, bahwa pria berburu sementara wanita mengumpulkan hasil alam. Man the Hunter, narasi yang telah lama beredar, digagas oleh antropolog pada awal abad ke-20 berdasarkan imajinasi dan sejumlah fosil terbatas. Mereka menganggap berburu, yang dilakukan oleh pria, sebagai faktor utama evolusi manusia, membentuk leluhur kita untuk berjalan tegak, memiliki otak besar, menguasai alat, dan memiliki insting agresif. Berburu juga dianggap melahirkan konsep keluarga inti, di mana wanita menunggu di rumah sementara pria berburu. Sebagai seorang antropolog yang mengkaji masyarakat pemburu dan pengumpul, saya peneliti terkesan dengan penemuan rangka wanita yang dimakamkan bersama perlengkapan berburu. Hal ini membuka pertanyaan penting mengenai peran gender di masa lalu.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/zaman-peru-kuno-wanita-adalah-pemburu-hewan-besar/" title="Zaman Peru Kuno Wanita Adalah Pemburu Hewan Besar" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/10/Foto-39_11zon-1.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Cekricek.id - Zaman Peru Kuno Wanita Adalah Pemburu Hewan Besar" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/10/Foto-39_11zon-1.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/10/Foto-39_11zon-1.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/10/Foto-39_11zon-1.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/10/Foto-39_11zon-1.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Zaman Peru Kuno Wanita Adalah Pemburu Hewan Besar 8"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cekricek.id -</strong> Sebuah temuan <a href="https://cekricek.id/tag/arkeologi">arkeologi</a> di <a href="https://cekricek.id/tag/Peru">Peru</a> mengubah pandangan kita tentang peran gender pada masa prasejarah, khususnya dalam aktivitas berburu besar. Bukan hanya pria, wanita pun terlibat secara aktif dan berperan penting dalam berburu hewan besar. Temuan ini membantah asumsi lama yang selama ini dipegang teguh, bahwa pria berburu sementara wanita mengumpulkan hasil alam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Man the Hunter, narasi yang telah lama beredar, digagas oleh antropolog pada awal abad ke-20 berdasarkan imajinasi dan sejumlah fosil terbatas. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka menganggap berburu, yang dilakukan oleh pria, sebagai faktor utama evolusi manusia, membentuk leluhur kita untuk berjalan tegak, memiliki otak besar, menguasai alat, dan memiliki insting agresif. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Berburu juga dianggap melahirkan konsep keluarga inti, di mana wanita menunggu di rumah sementara pria berburu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai seorang antropolog yang mengkaji masyarakat pemburu dan pengumpul, saya peneliti terkesan dengan penemuan rangka wanita yang dimakamkan bersama perlengkapan berburu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini membuka pertanyaan penting mengenai peran gender di masa lalu. Sayangnya, banyak laporan media yang tidak akurat mengenai temuan ini. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Jurnalis Annalee Newitz memberikan tanggapan yang menarik, “Man the Hunter, konsep bahwa pria dan wanita pada masyarakat kuno memiliki peran yang jelas terdefinisi, kini mungkin mulai runtuh.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Temuan ini mendukung data riil yang dihadirkan pada simposium “Man the Hunter” tahun 1966, di mana ditemukan bahwa wanita bekerja sekeras pria dan hasil pengumpulan mereka sangat penting dalam diet masyarakat pemburu dan pengumpul. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, banyak masyarakat pemburu dan pengumpul yang ternyata hidup damai dan egaliter. Oleh karena itu, berburu bukanlah satu-satunya faktor yang mendorong evolusi manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski penelitian lebih lanjut menunjukkan pembagian kerja sederhana di antara masyarakat pemburu dan pengumpul, di mana pria lebih banyak berburu dan wanita lebih banyak mengumpulkan, tetapi tidak bisa disamakan dengan mitos Man the Hunter. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandangan terbaru mengenai peran gender lebih fleksibel dan luas, mengakui bahwa wanita memiliki kapabilitas berburu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keterbatasan dalam hal pengasuhan anak dan pilihan risiko menjadi faktor penting dalam menentukan peran wanita dalam berburu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, wanita memiliki peran krusial dalam mendukung keberhasilan berburu, baik secara logistik maupun ritual. Di beberapa masyarakat, wanita bahkan terlibat langsung dalam berburu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian pada masyarakat Batek di hutan hujan Malaysia menunjukkan bahwa pembagian kerja tidak selalu berkaitan dengan status sosial. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Masyarakat ini dianggap sebagai salah satu masyarakat paling egaliter di dunia, di mana setiap individu memberikan kontribusi unik dan penting.</p>


]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/zaman-peru-kuno-wanita-adalah-pemburu-hewan-besar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">256183</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penemuan Situs Pemakaman Kuno di Peru: Jejak Budaya Wari Sebelum Kekaisaran Inca</title>
		<link>https://cekricek.id/penemuan-situs-pemakaman-kuno-di-peru-jejak-budaya-wari-sebelum-kekaisaran-inca/</link>
					<comments>https://cekricek.id/penemuan-situs-pemakaman-kuno-di-peru-jejak-budaya-wari-sebelum-kekaisaran-inca/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Irwan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Sep 2023 11:44:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Inca]]></category>
		<category><![CDATA[Peru]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Pemakaman Kuno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=254432</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/penemuan-situs-pemakaman-kuno-di-peru-jejak-budaya-wari-sebelum-kekaisaran-inca/" title="Penemuan Situs Pemakaman Kuno di Peru: Jejak Budaya Wari Sebelum Kekaisaran Inca" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-84_11zon-1.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Penemuan Situs Pemakaman Kuno di Peru: Jejak Budaya Wari Sebelum Kekaisaran Inca" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-84_11zon-1.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-84_11zon-1.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-84_11zon-1.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-84_11zon-1.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Penemuan Situs Pemakaman Kuno di Peru: Jejak Budaya Wari Sebelum Kekaisaran Inca 9"></a>Arkeolog dari Peru dan Jepang menemukan situs pemakaman kuno di Peru yang menunjukkan keberadaan budaya Wari, sebuah peradaban yang mendahului Kekaisaran Inca. Cekricek.id - Dalam sebuah ekspedisi yang menggabungkan keahlian dari Peru dan Jepang, tim arkeolog berhasil mengungkap misteri masa lalu di wilayah Cajamarca, Peru. Situs arkeologi yang ditemukan menunjukkan bukti kuat dari budaya Wari, sebuah peradaban yang hidup sebelum era Kekaisaran Inca. Shinya Watanabe, arkeolog asal Jepang yang menjadi bagian dari tim, mengungkapkan kepada AFP bahwa situs yang ditemukan berasal dari periode Wari dengan usia antara 800 hingga 1000 tahun Masehi. Lokasinya berada sekitar 900 kilometer ke utara Lima. Yang menarik, situs ini bukanlah sekadar pemukiman biasa. Ditemukan dua kamar pemakaman dengan lubang khusus untuk menempatkan mumi serta persembahan untuk leluhur. Setiap kamar pemakaman memiliki dua lantai dan masing-masing dilengkapi dengan lima ceruk di dinding yang berisi persembahan seperti cangkang moluska, serpihan keramik, dan sebuah mangkuk bertongkat tiga. "Situs]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/penemuan-situs-pemakaman-kuno-di-peru-jejak-budaya-wari-sebelum-kekaisaran-inca/" title="Penemuan Situs Pemakaman Kuno di Peru: Jejak Budaya Wari Sebelum Kekaisaran Inca" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-84_11zon-1.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Penemuan Situs Pemakaman Kuno di Peru: Jejak Budaya Wari Sebelum Kekaisaran Inca" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-84_11zon-1.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-84_11zon-1.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-84_11zon-1.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-84_11zon-1.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Penemuan Situs Pemakaman Kuno di Peru: Jejak Budaya Wari Sebelum Kekaisaran Inca 11"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><em>Arkeolog dari Peru dan Jepang menemukan situs pemakaman kuno di Peru yang menunjukkan keberadaan budaya Wari, sebuah peradaban yang mendahului Kekaisaran Inca.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cekricek.id</strong> - Dalam sebuah ekspedisi yang menggabungkan keahlian dari Peru dan Jepang, tim arkeolog berhasil mengungkap misteri masa lalu di wilayah Cajamarca, <a href="https://cekricek.id/tag/peru">Peru</a>. Situs arkeologi yang ditemukan menunjukkan bukti kuat dari budaya Wari, sebuah peradaban yang hidup sebelum era Kekaisaran <a href="https://cekricek.id/tag/inca">Inca</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Shinya Watanabe, arkeolog asal Jepang yang menjadi bagian dari tim, mengungkapkan kepada AFP bahwa situs yang ditemukan berasal dari periode Wari dengan usia antara 800 hingga 1000 tahun Masehi. Lokasinya berada sekitar 900 kilometer ke utara Lima.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang menarik, situs ini bukanlah sekadar pemukiman biasa. Ditemukan dua kamar pemakaman dengan lubang khusus untuk menempatkan mumi serta persembahan untuk leluhur. Setiap kamar pemakaman memiliki dua lantai dan masing-masing dilengkapi dengan lima ceruk di dinding yang berisi persembahan seperti cangkang moluska, serpihan keramik, dan sebuah mangkuk bertongkat tiga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">"Situs ini sangat penting karena kami sedang mencari bukti keberadaan budaya Wari," kata Watanabe, yang juga merupakan profesor di Universitas Nanzan, Jepang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam penelitian ini, tim juga menemukan seikat yang berisi karakter wanita, sebuah wadah upacara Wari berwarna hitam, dua alat musik tiup keramik, dan dua pengait tembaga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lokasi penemuan ini berada di lembah Jequetepeque, provinsi San Miguel di Cajamarca, sebuah wilayah yang berbatasan dengan Ekuador. Menurut Watanabe, daerah ini dulunya dihuni oleh banyak orang dari berbagai asal-usul. "Ini adalah pusat upacara yang didedikasikan untuk kultus leluhur," tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Judith Padilla, kepala kantor budaya Cajamarca, menekankan bahwa temuan ini memberikan pemahaman mendalam tentang "gaya hidup dan praktik ritual" masyarakat kuno yang pernah mendiami wilayah tersebut.</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-style-default"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-85_11zon-1.webp?resize=800%2C475&#038;ssl=1" alt="Penemuan Situs Pemakaman Kuno di Peru: Jejak Budaya Wari Sebelum Kekaisaran Inca" class="wp-image-254434" title="Penemuan Situs Pemakaman Kuno di Peru: Jejak Budaya Wari Sebelum Kekaisaran Inca 10" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-85_11zon-1.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-85_11zon-1.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-85_11zon-1.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-85_11zon-1.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sebuah vas keramik hias dengan wajah manusia ditemukan di situs tersebut.&nbsp;[Foto: Kementerian Kebudayaan Peru]</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Budaya Wari sendiri berkembang antara abad ke-7 dan ke-13 di wilayah yang kini dikenal sebagai Peru. Namun, sekitar tahun 1100 Masehi, mereka ditaklukkan oleh Kekaisaran Inca yang sedang berkembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penemuan ini merupakan bagian dari Proyek Investigasi Arkeologi (PIA) Terlen-La Bomba yang mencakup area sekitar 24 hektar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kementerian Kebudayaan Peru menyatakan bahwa tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami sistem sosio-politik budaya Cajamarca selama Horizon Tengah (900 hingga 1000 tahun Masehi) dan hubungannya dengan budaya Wari.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/penemuan-situs-pemakaman-kuno-di-peru-jejak-budaya-wari-sebelum-kekaisaran-inca/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">254432</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peneliti Menemukan Makam Dukun Berusia 3.000 Tahun di Peru</title>
		<link>https://cekricek.id/peneliti-menemukan-makam-dukun-berusia-3-000-tahun-di-peru/</link>
					<comments>https://cekricek.id/peneliti-menemukan-makam-dukun-berusia-3-000-tahun-di-peru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nadia Putri]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Sep 2023 01:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Makam Shaman]]></category>
		<category><![CDATA[Peru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/?p=254458</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/peneliti-menemukan-makam-dukun-berusia-3-000-tahun-di-peru/" title="Peneliti Menemukan Makam Dukun Berusia 3.000 Tahun di Peru" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-95_11zon-1.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Peneliti Menemukan Makam Dukun Berusia 3.000 Tahun di Peru" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-95_11zon-1.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-95_11zon-1.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-95_11zon-1.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-95_11zon-1.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Peneliti Menemukan Makam Dukun Berusia 3.000 Tahun di Peru 12"></a>Arkeolog menemukan makam dukun atau Shaman berusia 3.000 tahun di Peru. Dalam tradisi kuno peru, Shaman berperan sebagai perantara antara dunia spiritual dan duniawi. Cekricek.id - Di tengah-tengah keheningan kota Cajamarca, Peru, sebuah penemuan arkeologi mengungkap jejak spiritualitas kuno. Arkeolog telah menemukan makam berusia 3.000 tahun yang diduga milik seorang "imam" atau lebih tepatnya, seorang shaman. Makam ini ditemukan di Kompleks Arkeologi Pacopampa, sebuah situs yang telah menjadi pusat perhatian tim arkeologi dari Peru dan Jepang sejak tahun 2005. Dilansir Livescience, Kementerian Kebudayaan Peru mengatakan, dalam makam tersebut ditemukan tiga cap keramik dengan gambar yang terukir, salah satunya adalah gambar jaguar. Cap-cap ini diperkirakan digunakan untuk melukis tubuh. Selain itu, keramik yang dihiasi juga ditemukan di dalam makam. Yang menarik, wajah "imam" ini dilapisi dengan cinnabar merah, sebuah zat alami yang sulit didapatkan karena harus diangkut dari pegunungan. "Cinnabar berasal dari dataran tinggi Andean tengah, dan kami percaya hanya kalangan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/peneliti-menemukan-makam-dukun-berusia-3-000-tahun-di-peru/" title="Peneliti Menemukan Makam Dukun Berusia 3.000 Tahun di Peru" rel="nofollow"><img width="800" height="475" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-95_11zon-1.webp?fit=800%2C475&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Peneliti Menemukan Makam Dukun Berusia 3.000 Tahun di Peru" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-95_11zon-1.webp?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-95_11zon-1.webp?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-95_11zon-1.webp?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2023/09/Foto-95_11zon-1.webp?resize=150%2C89&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" title="Peneliti Menemukan Makam Dukun Berusia 3.000 Tahun di Peru 13"></a>
<p class="wp-block-paragraph"><em>Arkeolog menemukan makam dukun atau Shaman berusia 3.000 tahun di Peru. Dalam tradisi kuno peru, Shaman berperan sebagai perantara antara dunia spiritual dan duniawi.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cekricek.id</strong> - Di tengah-tengah keheningan kota Cajamarca, <a href="https://cekricek.id/tag/peru">Peru</a>, sebuah penemuan <a href="https://cekricek.id/tag/arkeologi">arkeologi</a> mengungkap jejak spiritualitas kuno. Arkeolog telah menemukan makam berusia 3.000 tahun yang diduga milik seorang "imam" atau lebih tepatnya, seorang shaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Makam ini ditemukan di Kompleks Arkeologi Pacopampa, sebuah situs yang telah menjadi pusat perhatian tim arkeologi dari Peru dan Jepang sejak tahun 2005. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dilansir <em>Livescience</em>, Kementerian Kebudayaan Peru mengatakan, dalam makam tersebut ditemukan tiga cap keramik dengan gambar yang terukir, salah satunya adalah gambar jaguar. Cap-cap ini diperkirakan digunakan untuk melukis tubuh. Selain itu, keramik yang dihiasi juga ditemukan di dalam makam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang menarik, wajah "imam" ini dilapisi dengan cinnabar merah, sebuah zat alami yang sulit didapatkan karena harus diangkut dari pegunungan. "Cinnabar berasal dari dataran tinggi Andean tengah, dan kami percaya hanya kalangan elit yang bisa mendapatkannya melalui perdagangan jarak jauh," kata Yuji Seki, arkeolog dari Museum Etnologi Nasional Jepang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski disebut sebagai "imam" dalam pernyataan resmi, Seki mengatakan bahwa individu ini mungkin lebih mirip dengan sosok shaman yang memanipulasi kekuatan jaguar, ular, dan burung pemangsa. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Masyarakat mungkin mengandalkan shaman ini untuk mendapatkan jawaban atau bantuan penyembuhan. "Dengan kata lain, dia harus memiliki kemampuan untuk menjadi perantara antara dunia spiritual dan duniawi," tambah Seki. Cap-cap yang ditemukan dalam makamnya mungkin merupakan simbol otoritas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun tim belum melakukan penanggalan radiokarbon, gaya artefak yang ditemukan sesuai dengan desain artefak lain yang ditemukan di wilayah tersebut dan diperkirakan berusia sekitar 3.000 tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, beberapa arkeolog lain yang tidak terlibat dalam penemuan ini menyarankan agar berhati-hati dalam menyebut individu ini sebagai "imam". </p>



<p class="wp-block-paragraph">Jason Nesbitt, profesor asosiasi arkeologi di Universitas Tulane yang telah melakukan banyak penelitian arkeologi di Peru, mengatakan bahwa bahan-bahan yang ditemukan dengan individu tersebut menunjukkan bahwa orang ini mungkin bagian dari kalangan elit awal. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Justin Jennings, kurator senior arkeologi Amerika di Museum Royal Ontario, Kanada, menyarankan agar berhati-hati dalam mengidentifikasi individu ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penemuan ini membuka pintu baru dalam memahami kehidupan dan kepercayaan masyarakat kuno di Peru. Dengan setiap penggalian, kita semakin mendekati pemahaman tentang bagaimana leluhur kita hidup, beribadah, dan berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/peneliti-menemukan-makam-dukun-berusia-3-000-tahun-di-peru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">254458</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Minified using Disk

Served from: cekricek.id @ 2026-07-11 18:58:11 by W3 Total Cache
-->