- Tikus termasuk ordo Rodentia, sedangkan curut termasuk ordo Insectivora.
- Tikus bisa membawa pes, leptospirosis, dan hantavirus yang berpotensi menginfeksi manusia.
- Curut berekor lebih pendek dengan moncong lebih panjang dan hidup di permukaan lantai.
Cekricek.id — Tikus dan curut kerap dianggap hewan yang sama karena sama-sama kecil, berwarna gelap, dan sering muncul di sekitar rumah. Padahal keduanya berbeda, termasuk soal risiko penyakit yang dibawa.
Dosen Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB University, Dr Swastiko Priyambodo, menjelaskan keduanya berasal dari kelompok hewan yang berbeda. “Tikus termasuk dalam ordo Rodentia atau kelompok hewan pengerat, pemakan segala terutama serealia. Sementara curut termasuk dalam ordo Insectivora yang umumnya memakan serangga dan cacing tanah,” jelasnya dalam keterangan tertulis IPB University, Jumat (16/10/2026).
Bentuk tubuhnya pun bisa dibedakan. Tikus umumnya berekor panjang dengan moncong sedang dan proporsional, sedangkan curut berekor lebih pendek dengan moncong relatif lebih panjang.
Tikus yang umum ditemukan di rumah adalah tikus rumah Rattus tanezumi, sementara curut yang sering dijumpai adalah curut rumah Suncus murinus. “Habitat tikus rumah di para-para atau langit-langit, sedangkan habitat curut rumah di permukaan tanah atau lantai,” ujarnya.
Risiko Penyakit Berbeda
Menurut Swastiko, tikus dapat membawa sejumlah penyakit yang berpotensi menginfeksi manusia, antara lain pes, leptospirosis yang ditularkan lewat paparan urine tikus, serta hantavirus. Curut, sebaliknya, tidak membawa penyakit seperti yang dibawa tikus.
Selain tikus rumah, masyarakat juga bisa menjumpai mencit rumah Mus musculus yang lebih kecil dan tikus got Rattus norvegicus yang lebih besar. Ketiganya disebut rodensia kosmopolit karena penyebarannya mengikuti persebaran manusia di seluruh benua.
Baca juga: Leptospirosis
Tikus rumah, mencit rumah, maupun curut rumah dapat ditangkap memakai perangkap berperekat atau glue trap. Penanganan selanjutnya perlu dilakukan hati-hati agar tidak terjadi kontak langsung dengan hewan atau bahan yang berpotensi terkontaminasi.
Baca juga: Tikus Binatang Paling Bikin Kesal, Kenali Penyebab Tikus Bersarang di Rumah
Swastiko berharap pemahaman ini membantu masyarakat mengenali hewan yang ditemukan di rumah sebelum menentukan cara penanganannya, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penyakit yang dibawa tikus.
Baca juga: Gigitan Tikus Toilet Berujung Infeksi Parah, Pria Kanada Ini Hampir Meregang Nyawa















