Cekricek.id — Amerika Serikat menjanjikan bantuan senilai US$1 miliar kepada Kolombia hanya beberapa jam setelah presiden baru negara itu, Abelardo de la Espriella, mengucapkan sumpah jabatan. Politikus populis sayap kanan tersebut menggunakan pidato perdananya untuk menjanjikan "perang habis-habisan" terhadap kartel narkoba.
Departemen Luar Negeri AS menyebut dana itu sebagai paket keamanan yang akan membantu Bogota mencapai "tujuan bersama kita", yang mencakup pemberantasan kejahatan terorganisasi dan imigrasi ilegal. Mengutip BBC, Minggu (9/8/2026), Presiden AS Donald Trump berulang kali mengkritik pendahulu de la Espriella yang berhaluan kiri dalam dua isu tersebut.
Sumpah Jabatan di Cali, Bukan di Bogota
De la Espriella memilih tidak dilantik di ibu kota, melainkan di Cali, kota di kawasan barat yang selama bertahun-tahun menjadi titik panas kekerasan geng. Pilihan lokasi itu dibaca sebagai sinyal bahwa pemerintahannya hendak merebut kembali kendali atas wilayah yang lepas dari genggaman negara.
Berpidato di hadapan pasukan di sebuah pangkalan militer, ia berjanji menghancurkan kelompok bersenjata, membangun kembali Kolombia, dan mempertahankan demokrasi "dengan nalar atau dengan kekuatan". Dalam apa yang disebutnya "era Sang Macan" — merujuk julukan yang ia lekatkan pada dirinya sendiri — negara akan bertindak tegas. "Tidak akan ada satu pun tempat di wilayah kita di mana penjahat bisa merasa aman," katanya.
Sebagai salah satu tindakan pertamanya, de la Espriella menyatakan Kolombia akan bergabung dengan kemitraan keamanan "Shield of the Americas" yang digagas Trump. Departemen Luar Negeri AS menyambut langkah itu dan menyebut agenda pro-pertumbuhan presiden baru Kolombia membuka peluang memperbesar perdagangan serta memperdalam hubungan ekonomi kedua negara.
Pembalikan Arah dari "Perdamaian Total"
Kebijakan de la Espriella berbanding terbalik dengan pendahulunya, Gustavo Petro, yang menjalankan strategi "perdamaian total" untuk mengakhiri konflik bersenjata internal antara kelompok gerilya, negara, dan kartel. Pendekatan Petro mengutamakan perundingan serta pemberian insentif bagi petani agar berhenti menanam koka.
Para pengkritik menilai cara itu gagal. Keanggotaan kelompok bersenjata justru meluas dalam beberapa tahun terakhir, dan konflik antar-kelompok pemberontak di sepanjang perbatasan Kolombia-Venezuela membuat puluhan ribu orang mengungsi tahun lalu.
Petro sendiri tidak dapat mencalonkan diri kembali. Ia dan penerusnya dari kubu kiri, Ivan Cepeda, berulang kali menegaskan Kolombia tidak boleh menjadi "vasal" Amerika Serikat. Petro juga termasuk pengkritik paling keras pengaruh Washington di kawasan.
Pengamat membandingkan rencana de la Espriella dengan penindakan keras ala Nayib Bukele di El Salvador dan Daniel Noboa di Ekuador — dua model yang efektif menekan angka kejahatan, tetapi menuai kritik keras dari organisasi hak asasi manusia.
Peta Politik Amerika Latin Bergeser
Pelantikan di Cali adalah bagian dari tren yang lebih luas: satu per satu negara Amerika Latin berbelok ke kanan di tengah kesulitan ekonomi dan kecemasan atas kekerasan geng. Trump menaruh perhatian jauh lebih besar pada kawasan ini pada masa jabatan keduanya, merangkul pemimpin yang sehaluan dan menjauhi yang tidak.
Argentina di bawah Presiden Javier Milei, yang dikagumi de la Espriella, menerima talangan senilai US$20 miliar dari Departemen Keuangan AS. Bersama terpilihnya Keiko Fujimori di Peru, pergeseran ini menyisakan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva sebagai satu-satunya pemimpin kiri besar yang tersisa di kawasan — dan Oktober nanti ia akan berhadapan dengan Flavio Bolsonaro.
Siapa Abelardo de la Espriella
Ia menyebut dirinya "El Tigre", sang macan. Seorang pengacara sekaligus pengusaha kaya yang piawai memainkan media, de la Espriella memasarkan dirinya sebagai orang luar yang menolak berkuasa bersama "wajah-wajah lama" elite politik Kolombia.
Sebelum terjun ke politik, ia membangun karier sebagai pengacara pembela yang mewakili kelompok paramiliter pengedar narkoba — jenis pelaku kejahatan yang kini ia janjikan akan dijebloskan ke penjara. Ia mengumumkan pencalonannya sebulan setelah seorang kandidat konservatif lain ditembak mati, dan kerap tampil di panggung kampanye di balik kaca antipeluru dengan rompi antipeluru. Sejak 2023 ia juga berstatus warga negara Amerika Serikat setelah bertahun-tahun tinggal dan bekerja di Miami.
Apa Artinya bagi Indonesia
Kolombia dan Indonesia sama-sama berada di jajaran produsen kopi terbesar dunia. Stabilitas keamanan di wilayah penghasil kopi Kolombia berpengaruh langsung pada pasokan global, dan pada gilirannya pada harga yang diterima petani kopi di Gayo, Toraja, maupun Solok Selatan.
Di luar komoditas, cara Washington bekerja dalam kasus ini juga layak dicermati: paket bantuan besar yang datang cepat, bersyarat, dan diumumkan bersamaan dengan janji pembukaan perdagangan. Pola serupa muncul dalam negosiasi dagang Indonesia dengan Amerika Serikat, yang berujung pada penurunan tarif impor produk Indonesia menjadi 19 persen.
Model penindakan keras terhadap kejahatan narkoba juga bukan wacana asing di Indonesia. Perdebatan antara pendekatan represif dan rehabilitatif sudah lama berjalan di Tanah Air, dan eksperimen Kolombia dalam empat tahun ke depan akan menjadi salah satu studi kasus paling besar yang bisa diamati — termasuk risikonya.


















