Cekricek.id — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali bergerak untuk memberhentikan Lisa Cook dari kursi Gubernur Federal Reserve, dua bulan setelah Mahkamah Agung mengizinkannya tetap menjabat selama gugatannya berjalan.
Mengutip Associated Press, Minggu (9/8/2026), langkah terbaru itu tertuang dalam surat yang dikirim ajudan Gedung Putih Dan Scavino kepada Cook. Surat tersebut menyebut Trump "sedang mempertimbangkan pemberhentian" dirinya, sekaligus memberi tenggat hingga 26 Agustus bagi Cook untuk mengajukan sanggahan.
Celah dalam Putusan Mahkamah Agung
Pada Juni lalu, Mahkamah Agung memutuskan dengan komposisi lima berbanding empat bahwa Cook — yang dicalonkan ke Dewan Gubernur The Fed oleh Presiden Joe Biden — boleh tetap menduduki jabatannya setidaknya selama gugatan yang ia ajukan masih berproses. Pemerintah kini mengajukan banding atas putusan pengadilan tingkat bawah yang memenangkan Cook.
Namun dalam catatan kaki opininya, Ketua Mahkamah Agung John Roberts menulis bahwa tidak ada yang melarang Trump untuk mencoba lagi memberhentikan Cook, sepanjang ia diberi pemberitahuan yang layak dan kesempatan membantah. Trump langsung menyatakan akan melakukan persis hal itu dan berjanji mengambil tindakan segera.
Surat Gedung Putih pekan ini pada dasarnya mengulang tuduhan yang sama seperti setahun lalu, dengan tambahan pemenuhan syarat prosedural yang diminta Mahkamah Agung.
Tuduhan Dua Rumah Utama
Upaya pemecatan bermula dari laporan pidana yang diajukan Agustus tahun lalu oleh Bill Pulte, Direktur Federal Housing Finance Agency. Cook dituduh melakukan penipuan kredit perumahan karena menyebut dua rumah berbeda — satu di Ann Arbor, Michigan, dan satu di Atlanta — sebagai "tempat tinggal utama". Di Amerika Serikat, status tempat tinggal utama memberi pembeli bunga kredit lebih rendah atau uang muka lebih kecil dibanding rumah kedua maupun vila.
Pengacara Cook, Abbe Lowell, menyatakan kliennya sebagian besar waktu memang tinggal di properti Ann Arbor sejak membelinya pada 2005, sehingga wajar bila ia menyebutnya tempat tinggal utama dalam pengajuan refinancing pada Juni 2021. Sebulan berselang Cook membeli kondominium di Atlanta dan pada dokumen Juli 2021 juga menuliskannya sebagai tempat tinggal utama.
Menurut Lowell, itu merupakan pencatatan tunggal yang tidak mencerminkan niat menipu. Ia menunjuk pengajuan kredit sebelumnya pada Mei 2021 kepada pemberi pinjaman yang sama, yang menyebut kondominium Atlanta sebagai rumah liburan. Cook juga menyebutnya sebagai rumah kedua dalam dokumen federal saat proses konfirmasi jabatannya sebagai gubernur The Fed.
Perdebatan yang Sesungguhnya: Independensi Bank Sentral
Cook membantah keras seluruh tuduhan. Ia menyatakan presiden berupaya menyingkirkannya dengan dalih yang dibuat-buat karena ia menolak tunduk pada tekanan politik dan tetap menetapkan suku bunga semata berdasarkan kepentingan rakyat Amerika.
Lowell menegaskan tuduhan itu sama tidak berdasarnya seperti setahun lalu, ketika Trump pertama kali mencoba menyingkirkan Cook dan, menurutnya, mencampuri independensi Federal Reserve. Apa pun langkah berikutnya, kata Lowell, pihaknya akan kembali melawan dan mempertahankan posisi kliennya.
Di balik perdebatan hukum soal dokumen kredit, taruhannya jauh lebih besar. Federal Reserve dirancang agar keputusan suku bunganya terlindung dari siklus politik. Jika seorang presiden terbukti dapat memberhentikan gubernur bank sentral yang berbeda pandangan, pasar akan menilai ulang seberapa kredibel komitmen The Fed terhadap sasaran inflasinya.
Mengapa Ini Penting bagi Indonesia
Arah suku bunga The Fed adalah salah satu variabel paling menentukan bagi pasar keuangan Indonesia. Selisih imbal hasil antara Surat Berharga Negara dan obligasi pemerintah Amerika Serikat menentukan seberapa deras dana asing masuk atau keluar dari pasar domestik, dan pada gilirannya menentukan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Ketidakpastian mengenai siapa yang duduk di Dewan Gubernur The Fed — dan atas dasar apa mereka bisa diberhentikan — menambah lapisan risiko baru yang selama ini tidak diperhitungkan pelaku pasar. Premi risiko semacam ini biasanya muncul lebih dulu di pasar obligasi, sebelum terasa pada kurs.
Bank Indonesia sendiri berulang kali menegaskan bahwa kebijakan moneternya diarahkan pada stabilitas nilai tukar sambil menjaga ruang pertumbuhan, seperti terlihat ketika BI mempertahankan suku bunga acuan. Semakin sulit arah kebijakan The Fed diprediksi, semakin sempit ruang manuver yang tersisa bagi bank sentral negara berkembang, termasuk Indonesia.


















