Spanyol Balas Italia dengan Kontrol Perbatasan, Schengen Retak

Petugas Policia Nacional Spanyol memeriksa dokumen seorang penumpang di terminal bandara

Polisi Spanyol memeriksa dokumen penumpang menyusul pemberlakuan kontrol perbatasan terhadap Italia. [Foto: Reuters]

Cekricek.id — Spanyol memberlakukan kontrol perbatasan terhadap seluruh perjalanan udara dan laut yang datang dari Italia, sebuah langkah yang mempertegas keretakan antara dua negara anggota Uni Eropa. Pemeriksaan mulai berlaku tengah malam waktu setempat dan akan berlangsung selama sebulan.

Mengutip BBC, Minggu (9/8/2026), langkah Madrid merupakan balasan atas kebijakan serupa yang lebih dulu diberlakukan Roma sepekan sebelumnya. Italia menutup pintu setelah sekitar 78.000 migran dari Maroko masuk ke Ceuta, wilayah kantong Spanyol di pesisir Afrika Utara.

Dua Ibu Kota, Dua Versi

Pejabat Spanyol menyatakan dokumen lima hingga sepuluh persen penumpang diperiksa sebelum mereka diizinkan turun dari pesawat. Italia juga menyebut pemeriksaannya bersifat acak.

Namun keterangan resmi itu tidak sepenuhnya cocok dengan pengalaman penumpang. Seorang perempuan yang tiba di Madrid pada Sabtu menuturkan kepada penyiar nasional RTVE bahwa seluruh penumpang di penerbangannya diminta menunjukkan paspor. "Mereka bilang kami tidak boleh turun dari pesawat tanpa menunjukkan dokumen," kata Elisa. Penumpang lain mengatakan mereka dihentikan dan dimintai identitas.

Italia menegaskan warga negara Spanyol dan Uni Eropa dikecualikan dari pemeriksaan tambahan, yang hanya berlaku bagi penduduk non-Uni Eropa. Persoalannya, tidak jelas bagaimana petugas perbatasan membedakan keduanya di lapangan. Harian El Pais melaporkan sejumlah terminal bandara di Italia mengalami antrean panjang dalam beberapa hari terakhir, dengan penumpang dari Spanyol diarahkan ke jalur khusus pemeriksaan.

Perseteruan Sanchez dan Meloni

Krisis ini mempertemukan dua kutub politik Eropa: Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dari kubu sosialis berhadapan dengan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dari kubu konservatif, yang sejak lama mendorong aturan migrasi Uni Eropa yang lebih ketat.

Italia tidak berbatasan darat dengan Spanyol. Pemerintah Meloni beralasan penangguhan sementara pengaturan bebas perbatasan Schengen diperlukan untuk mencegah migran yang masuk ke Ceuta melanjutkan perjalanan ke Italia. Madrid menolak mentah-mentah argumen itu dan menyebutnya tidak berdasar, karena para migran yang masuk Ceuta tidak memiliki jalur untuk memasuki kawasan Schengen.

Pada Jumat, Spanyol menuntut Italia mencabut pemeriksaannya paling lambat Minggu. Roma menjawab bahwa kebijakan itu akan bertahan setidaknya sampai 15 Agustus — waktu ketika, menurut Italia, Spanyol memperkirakan gelombang migrasi baru menghantam Ceuta. Spanyol sendiri menyatakan pemeriksaannya berlaku sampai 7 September, kecuali keadaan berubah.

Penangguhan sementara Schengen bukan hal yang belum pernah terjadi. Italia juga masih memberlakukan kontrol di perbatasannya dengan Slovenia. Langkah Roma kali ini didukung Finlandia dan Denmark, sementara Republik Ceko justru meminta keanggotaan Spanyol dalam Schengen ditangguhkan sementara.

Seratus Nyawa di Selat dan 1.400 Anak yang Tertinggal

Sebagian besar migran yang tiba di Ceuta pekan lalu dipulangkan dalam hitungan hari. Seratus orang diperkirakan meninggal dunia dalam upaya penyeberangan itu. Hampir 1.400 anak di bawah umur, sebagian di antaranya masih sangat belia, hingga kini masih berada di sana.

Spanyol belum mengumumkan adanya perkiraan gelombang penyeberangan kedua. Namun BBC Arabic menemukan puluhan unggahan Facebook yang menyerukan penyeberangan susulan pada pertengahan Agustus, termasuk sejumlah unggahan yang menawarkan perlengkapan renang. Enam grup di antaranya memiliki lebih dari 100.000 pengikut. Meta menyatakan telah menghapus unggahan yang melanggar kebijakannya. Kantor Perdana Menteri Spanyol mengatakan kepada El Pais bahwa situasi terus dipantau, tetapi mereka tidak memperkirakan pengulangan peristiwa pekan lalu.

Sampai sekarang belum jelas mengapa puluhan ribu orang serentak mencoba menyeberang ke Ceuta. Komisaris Migrasi Uni Eropa Magnus Brunner menduga jaringan kriminal yang menyebarkan disinformasi berada di baliknya — dugaan yang disepakati pemerintah Spanyol.

Gelombang itu terjadi setelah Mahkamah Agung Spanyol memutuskan bahwa migran yang dicegat di laut saat berupaya mencapai Ceuta atau Melilla tidak boleh dipulangkan begitu saja ke Maroko. Rabat menyalahkan putusan tersebut. Seorang sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada media lokal bahwa unsur penggentar dalam sistem itu runtuh bukan karena beban para pelaku kejahatan, melainkan karena keputusan seorang hakim.

Jumlah orang yang berenang ke Ceuta secara bersamaan juga memunculkan pertanyaan mengapa penjaga perbatasan Maroko tidak berusaha menghentikan mereka. Kedua wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara memang sejak lama menjadi sumber ketegangan diplomatik, karena Maroko tidak mengakui kedaulatan Spanyol atas keduanya.

Pelajaran yang Relevan bagi Indonesia

Bagi pembaca Indonesia, perkara ini menyentuh dua hal yang nyata. Pertama, mobilitas warga. Ratusan ribu warga Indonesia bepergian ke Eropa setiap tahun dengan visa Schengen, dan pemulihan kontrol perbatasan internal — meski bersifat sementara — mengubah asumsi dasar perjalanan lintas negara di kawasan itu. Penumpang non-Uni Eropa, termasuk pemegang paspor Indonesia, justru menjadi kelompok yang paling mungkin diperiksa.

Kedua, pola perekrutan lewat media sosial. Temuan mengenai grup Facebook yang menyerukan penyeberangan dan menjual perlengkapan renang memiliki kemiripan mencolok dengan modus perekrutan pekerja migran nonprosedural dari Indonesia, yang juga bergerak lewat grup tertutup dan iklan daring.

Indonesia sendiri berulang kali menghadapi persoalan penerimaan pendatang tak berdokumen, seperti ketika pengungsi Rohingya berdatangan ke Pekanbaru dan pemerintah kota kesulitan mencari solusi. Perdebatan yang berlangsung di Madrid dan Roma pada dasarnya sama: siapa yang menanggung, seberapa lama, dan dengan dasar hukum apa.

Baca Juga

Api membakar deretan garasi di distrik Holosiivskyi, Kyiv, setelah serangan rudal Rusia
Serangan Rudal Rusia Dekat Kyiv Tewaskan Tiga Orang, Termasuk Anak
Abelardo de la Espriella memberi hormat saat pelantikannya sebagai Presiden Kolombia
AS Janjikan US$1 Miliar untuk Kolombia di Hari Pertama Presiden Baru
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul berjalan meninggalkan lokasi penembakan sekolah di Nonthaburi
PM Thailand Janjikan Aturan Senjata Api Ketat Usai Penembakan Sekolah
Presiden FIFA Gianni Infantino saat mengunjungi kompleks olahraga di Cali, Kolombia
Infantino Bantah UEFA Bayar Pesangon ke Perempuan Itu
Kapal-kapal komersial terlihat di dekat Selat Hormuz dari Musandam, Oman
UEA Tuduh Iran Hantam Tanker ADNOC di Selat Hormuz
Menteri Perdagangan Budi Santoso menghadiri BRICS Trade Ministers Meeting di Jaipur, India
Mendag Temui UEA, Brasil, dan India di Sela BRICS