Cekricek.id — Topan Dolphin memutus aliran listrik ke sedikitnya 44.000 bangunan dan melukai lima orang setelah menerjang Pulau Okinawa, Jepang, pada Sabtu. Badai itu kini bergerak menuju pesisir timur China.
Mengutip BBC, Minggu (9/8/2026), Badan Meteorologi Jepang menggolongkan Dolphin sebagai topan "sangat kuat" dengan kecepatan angin maksimum 162 kilometer per jam pada Sabtu. Badan itu memperingatkan gelombang tinggi, badai rob, dan sambaran petir.
Penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Naha, bandara utama Okinawa, dibatalkan setelah bandara itu ditutup pada Jumat bersamaan dengan datangnya badai.
Pohon Tumbang dan Mobil Terbalik
Wilayah Jepang yang paling terdampak adalah Kepulauan Okinawa dan Amami di ujung barat daya negara itu. Menurut pemerintah Prefektur Okinawa, lima orang lanjut usia mengalami luka yang tidak mengancam jiwa — tiga di antaranya terjatuh akibat terpaan angin kencang.
Penyiar nasional Jepang NHK melaporkan banyaknya pohon tumbang diterjang angin di seluruh Kota Nago, Okinawa. Sebuah mobil ditemukan terbalik dan bocor oli di sebuah tempat parkir.
China Menutup Pelabuhan dan Sekolah
Dolphin diperkirakan mendarat di pesisir timur China pada Minggu malam atau Senin dini hari. Otoritas setempat sudah menutup pelabuhan dan sekolah menjelang kedatangannya.
Di Provinsi Zhejiang, Bandara Internasional Lishe Ningbo menyatakan menghentikan operasi mulai pukul 23.30 waktu setempat pada Sabtu dan membatalkan seluruh penerbangan pada Minggu. Peringatan topan pesisir di provinsi itu dinaikkan ke level tertinggi, sementara layanan pelabuhan dan feri dihentikan.
Tahun El Nino Kuat
Musim topan di Pasifik barat umumnya berlangsung antara Mei dan Oktober. Namun tahun ini, menurut BBC, merupakan tahun El Nino yang kuat — kondisi yang menurut para ahli membuat topan bisa tumbuh lebih dahsyat.
Dalam setahun rata-rata, sekitar 25 siklon di kawasan itu mencapai kekuatan badai tropis, dan sekitar tiga di antaranya mendarat di Jepang menurut catatan badan meteorologi negara tersebut. Sebagian cukup kuat untuk digolongkan sebagai topan, seperti Dolphin.
Istilah topan dipakai untuk badai yang terbentuk di Pasifik barat laut, sedangkan hurikan untuk badai yang terbentuk di Atlantik atau Pasifik timur.
Baca juga: Pariaman Siapkan Radar HF Tsunami di Pantai Taman Anas Malik
Bagi Indonesia, badai sekelas ini tidak mendarat langsung karena posisi negara yang berada di sekitar khatulistiwa membuat siklon tropis sulit terbentuk. Namun dampaknya tetap terasa lewat dua jalur: gangguan penerbangan dan pelayaran di rute Asia Timur yang banyak dipakai eksportir Indonesia, serta ekor sirkulasi badai yang kerap menarik massa udara dan memicu gelombang tinggi di perairan utara Nusantara.

















