Cekricek.id — Keyveatz, girl crew pertama yang diluncurkan label hip hop Korea Selatan AOMG, menyebut konsep “Messy Girls” yang mereka bawa sejak debut bukan citra yang sengaja dibangun. Hal itu disampaikan kelima anggotanya dalam wawancara khusus dengan allkpop.com yang terbit pekan ini, seusai perilisan EP perdana mereka, “OXY_GEN”.
Keyveatz debut pada Selasa, 30 Juni 2026, dengan EP berisi lima lagu dan lagu utama berjudul “OXY”. Kelompok ini beranggotakan Newy, Um Jione, Kang Yeseul, Son Juone, dan Kim Yuna. Sebelum debut, mereka lebih dulu memperkenalkan diri lewat single “Catch My Breath”.
Baca juga: Trump Pangkas Latihan Militer AS-Korsel Demi Kim Jong Un
“Rasanya bukan citra yang harus kami ciptakan. Rasanya seperti konsep yang secara alami memungkinkan kami mengekspresikan siapa diri kami,” kata anggota Keyveatz, Kim Yuna, tentang konsep tersebut.
Lima Kepribadian yang Tidak Diseragamkan
Alih-alih meleburkan karakter masing-masing, mereka mengaku sengaja membiarkan perbedaan itu terlihat. “Meskipun kami masing-masing punya kepribadian dan gaya yang berbeda, kami tidak berusaha membuat diri kami menjadi sama,” ujar anggota Keyveatz, Son Juone. Rekan satu grupnya, Um Jione, menambahkan, “Menurut saya setiap anggota kami punya kepribadian dan pesona yang sangat berbeda.”
Pertanyaan soal bagaimana kelompok baru ini mewarisi akar hip hop labelnya dijawab anggota Keyveatz, Kang Yeseul. “Alih-alih mendefinisikan subkultur dan budaya bawah tanah lewat gaya atau format tertentu, kami percaya keduanya adalah soal mengekspresikan individualitas unik setiap orang,” katanya.
Soal pemilihan “OXY_GEN” sebagai materi debut, Son Juone menyebut album itu sebagai potret paling jujur kelompoknya. “‘OXY_GEN’ adalah album yang menangkap energi dan individualitas Keyveatz dengan cara yang paling jujur,” ucapnya. Anggota Keyveatz, Newy, menimpali, “Kami berharap album ini menjadi langkah pertama saat pendengar benar-benar bisa mengenali siapa Keyveatz.”
Baca juga: Presiden Korsel Lee Ajak Korut Akhiri Perang Korea di Hari Kemerdekaan
Adapun alasan “OXY” dipilih sebagai lagu utama, menurut Um Jione, terletak pada bagaimana lagu itu bekerja di panggung. “‘OXY’ adalah lagu yang punya energi luar biasa dengan sendirinya, tetapi kami merasa pesonanya menjadi lebih kuat ketika dibawakan di atas panggung,” katanya.
Bekerja dengan Jay Park, pH-1, dan punchnello
Proses penggarapan EP tersebut mempertemukan Keyveatz dengan sejumlah nama yang lebih dulu mapan di kancah hip hop Korea, termasuk Jay Park dan pH-1. “Sungguh sebuah kehormatan bisa bekerja dengan artis-artis yang selalu kami kagumi,” kata Kim Yuna.
Kang Yeseul menyebut sesi itu memberi mereka bekal teknis. “Kami mendapat banyak wawasan soal penulisan lagu maupun komposisi,” ujarnya. Untuk lagu “SUB_ZERO”, kelompok ini menggandeng punchnello. “Warna suara dan energi khas punchnello berpadu sempurna dengan atmosfer lagu itu,” kata Kim Yuna.
Ditanya sosok yang mereka kagumi, Son Juone menyebut tiga nama sekaligus. “Artis yang paling saya kagumi adalah Tyla, G-Dragon, dan Jennie,” katanya. Kang Yeseul mengaku sudah menyukai Eminem sejak duduk di bangku sekolah dasar, sementara Newy menunjuk satu pertunjukan tertentu sebagai pemantik minatnya. “Konser pertama yang benar-benar menginspirasi saya adalah konser BIGBANG,” ujarnya.
Baca juga: LG Gandeng Nvidia Bangun Robot Humanoid dan Pusat Data AI
Target Lima Tahun ke Depan
Ketika ditanya membayangkan Keyveatz pada lima tahun mendatang, Son Juone menjawab singkat. “Saya berharap Keyveatz punya identitas yang bahkan lebih khas dibanding kami hari ini,” katanya.
Pada penutup wawancara, kelima anggota bergantian menyampaikan pesan kepada penggemar. “Terima kasih banyak kepada semua penggemar kami dan pembaca allkpop yang mendukung Keyveatz,” kata Son Juone. Kim Yuna menyampaikan hal senada, sedangkan Um Jione berkata, “Kami sungguh berterima kasih kepada semua orang yang mendukung kami.” Kang Yeseul menutup dengan ucapan terima kasih kepada mereka yang menaruh minat dan ingin mengenal kelompoknya lebih jauh.















