- Gugus tempur kapal induk USS Theodore Roosevelt berangkat dari San Diego menuju perairan sekitar Iran.
- Tiga kapal induk dan dua gugus pendarat amfibi AS akan berada di sekitar Iran pada akhir November.
- Trump menolak peta jalan tujuh hari yang ditawarkan Iran lewat Qatar.
- Menlu Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran sepenuhnya siap melanjutkan perang.
Cekricek.id — Amerika Serikat mengirim kapal induk ketiga ke perairan sekitar Iran, kata seorang pejabat AS, saat perang memasuki bulan kedelapan dan kedua pihak menimbang eskalasi maupun jalur diplomasi.
Pejabat itu menyebut gugus tempur kapal induk USS Theodore Roosevelt meninggalkan pangkalannya di San Diego pada Minggu menuju kawasan tersebut, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Jumat (2/10/2026). Sehari kemudian menyusul Pasukan Ekspedisi Marinir Makin Island yang membawa lebih dari 2.000 marinir. Pada akhir November, tiga kapal induk dan dua gugus pendarat amfibi akan ditempatkan di sekitar Iran.
Koresponden Al Jazeera di Washington, Tanya Noury, melaporkan pengerahan baru itu mencakup ribuan tentara dan tambahan kekuatan udara, termasuk jet tempur F-35, di luar sekitar 50.000 personel AS yang sudah berada di kawasan. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyatakan pasukan “siap berangkat” bila Presiden Donald Trump memerintahkan serangan baru.
Trump Tolak Peta Jalan Tujuh Hari dari Iran
Trump mengatakan kepada Fox News bahwa ia yakin AS “akan memenangi perang” dengan Iran “dalam waktu sangat dekat”, seraya menyebut kembalinya aksi militer “mungkin terjadi”. Washington pekan ini juga menjatuhkan sanksi atas konglomerat perkeretaapian dan otomotif Iran.
Di jalur diplomasi, Iran menawarkan peta jalan tujuh hari lewat Qatar: membuka kembali Selat Hormuz dan melanjutkan perundingan nuklir dengan imbalan diakhirinya blokade laut AS, keringanan sanksi, serta gencatan senjata kawasan yang mencakup Lebanon dan Yaman. Rencana itu ditolak Trump.
Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz mengatakan kepada NBC bahwa tuntutan pencairan dana beku dan keringanan sanksi dalam rencana itu tidak bisa dirundingkan. “Ini bukan hanya sanksi Amerika Serikat, ini sanksi global,” katanya, merujuk tujuh resolusi Dewan Keamanan PBB terkait program senjata nuklir Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada NBC bahwa Teheran “sepenuhnya siap” melanjutkan perang, lalu menulis di X, “Kami tidak datang ke New York untuk menjual perang. Kami datang untuk merajut perdamaian.”
Abas Aslani dari Center for Middle East Strategic Studies menilai sengketa telah bergeser dari soal berunding atau tidak menjadi “siapa yang lebih dulu melepas daya tawar utamanya”. Jajak pendapat AP-NORC terbaru menunjukkan hampir 70 persen warga Amerika menilai perang itu tidak layak dijalani.















