Cekricek.id — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan negaranya siap melancarkan serangan berikutnya ke Iran kapan pun dikehendaki. Pernyataan itu muncul saat korban jiwa akibat serangan udara AS terus bertambah.
Kementerian Kesehatan Iran mencatat 18 orang tewas dan lebih dari 108 lainnya terluka, menurut laporan Al Jazeera, Kamis (03/09/2026).
Baca juga Trump Usul Selat Hormuz Diganti Nama Jadi Trump Strait
Trump menggambarkan serangan semalam sebagai pukulan berat.
“It was a very heavy attack last night. And we're prepared to do another one. And anytime we want,” katanya, yang berarti serangan semalam sangat berat dan pihaknya siap mengulanginya kapan saja.
Baca juga Menhan Israel: Tak Ada Solusi Gaza Tanpa Migrasi Warga
Ia mengklaim operasi berjalan nyaris tanpa hambatan. “We are, for the most part, doing it without trouble. Every once in a while they shoot a drone, and we knock it down. We have control, very strong control,” ujarnya.
Baca juga Senator Republik Minta Trump Pecat Menhan Pete Hegseth
Salah satu serangan menghantam pesta pernikahan di Kuhestak dan menewaskan empat orang, termasuk anak berusia empat tahun. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menolak keterangan militer AS soal sasaran di Sirik.
“The reality is so horrifying that even American propaganda has never dared make the claim [the US military] is making today. Sirik is not a story. The civilians are real. The victims are real,” katanya, yang berarti kenyataannya terlalu mengerikan dan para korban sipil itu nyata.
Dukungan publik AS terhadap perang tercatat 31 persen, sementara yang menolak 63 persen. Tingkat kepuasan terhadap Trump turun dari 40 persen menjadi 33 persen. Harga minyak Brent naik sekitar 30 persen sejak perang berlanjut dan bertengger di kisaran 95 dolar AS per barel.
Lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang sebelumnya sekitar 130 kapal per hari kini tinggal segelintir.














