Awas, Kebanyakan Tidur Berbahaya Bagi Kesehatan Otak

Cekricek.id - Tidur adalah salah satu aspek paling penting dari kesehatan fisik dan mental seseorang. Tidur tidak hanya memungkinkan tubuh kita untuk beristirahat dan mengisi ulang energi, tetapi juga dapat membantu kita mengelola stres. Secara keseluruhan, tidur memainkan peran utama dalam pertumbuhan, perkembangan, kelangsungan hidup, dan kesejahteraan.

ilustrasi otak dan jam tidur. [Foto: Health Digest]

Cekricek.id - Tidur adalah salah satu aspek paling penting dari kesehatan fisik dan mental seseorang. Tidur tidak hanya memungkinkan tubuh kita untuk beristirahat dan mengisi ulang energi, tetapi juga dapat membantu kita mengelola stres. Secara keseluruhan, tidur memainkan peran utama dalam pertumbuhan, perkembangan, kelangsungan hidup, dan kesejahteraan.

Namun, yang paling penting dari semuanya, tidur membantu menjaga sistem saraf agar berfungsi dengan baik. Misalnya, tidur ternyata dapat mendukung kemampuan otak untuk beradaptasi dan memproses apa yang kita pelajari. Hal ini juga dikenal sebagai plastisitas otak.

Menurut Penerbitan Kesehatan Harvard, tidur yang berkualitas adalah bagian dari usaha menjaga kesehatan otak. Selama tidur, otak membuat koneksi yang mendukung pembelajaran dan memori. Dengan memiliki tidur yang cukup, tentunya dapat meningkatkan perhatian dan kreativitas seseorang. Jadi kamu mungkin bertanya-tanya, berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk mengistirahatkan tubuh dengan tidur?

Melansir dari situs kesehatan, rata-rata orang dewasa membutuhkan antara tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam. Namun, kebutuhan setiap individu dapat berbeda, karena beberapa orang ada yang hanya membutuhkan enam jam tidur, sementara yang lain membutuhkan sebanyak 10 jam. Sleep Foundation mengatakan bahwa kurang tidur dapat mengganggu kesehatan otak. Tapi bisakah terlalu banyak tidur juga berdampak negatif pada otak? Jawabannya mungkin akan sangat mengejutkan.

Dampak Terlalu Banyak Tidur untuk Kesehatan Otak

Melansir Health Digest, yang mengtuip situs kesehatan, terlalu banyak tidur dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan seperti diabetes, depresi, dan penyakit jantung. Khususnya menurut pendapat ahli kesehatan, John Hopkins, yang mengatakan bahwa ada arah hubungan sebab-akibat tidak pasti.

Bisa jadi salah satu dari penyebab penyakit tersebut karena juga ada kontribusi dari kondisi kurang tidur. Apapun itu, dalam penelitian terbaru kini telah diidentifikasi hubungan antara aspek tidur dan demensia.

Selain itu, jam tidur yang berlebih juga bisa terjadi jika seseorang tidur lebih awal. Sebuah studi tahun 2021 yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Neurology menemukan bahwa tidur lebih awal dapat meningkatkan risiko demensia bagi mereka yang belum mengidapnya.

Para peneliti menyimpulkan bahwa orang-orang yang tidur sebelum jam 9 malam dua kali lebih mungkin mengembangkan demensia dibandingkan dengan mereka yang tidur antara jam 9 dan 11 mala.

Sebuah studi tahun 2022 yang diterbitkan dalam Journal of American Geriatrics Society menemukan bukti serupa. Tidur sebelum jam 9 malam dapat menggandakan risiko terkena demensia.

Baca juga: Apa yang Terjadi pada Otak Kita Saat Tidur? Ini Jawaban Para Ahli

Para peneliti juga menemukan bahwa jika dibandingkan dengan mereka yang tidur selama tujuh hingga delapan jam, orang yang tidur lebih dari delapan jam memiliki risiko 69% lebih tinggi terkena demensia. Khususnya, kedua penelitian ini mengambil sampel orang dewasa dengan umur yang lebih tua dari China yang mengikuti penelitian tanpa diagnosis demensia.

Dapatkan update berita terkini, berita selebriti, hot gosip, tips, info kesehatan, berita bola dan pertandingan, musik dan film setiap hari dari Cekricek.id di Google News.

Tag:

Baca Juga

Otak kita memiliki struktur yang sangat rumit. Terdapat miliaran neuron dan dapat menghasilkan daya sekitar 25 watt. Namun, di balik itu semua, tidur adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi kinerja otak manusia.
Apa yang Terjadi pada Otak Kita Saat Tidur? Ini Jawaban Para Ahli
Cekricek.id – Mungkin sebagian wanita pernah menyadari bahwa mereka memiliki bentuk payudara yang asimetri atau berbeda. Bisa jadi salah satunya terlihat sedikit lebih besar dari yang lain, atau satu areolanya tampak lebih kecil atau lebih terpusat daripada yang lain, atau hal semacam itu.
Apakah Normal Memiliki Ukuran Payudara yang Berbeda? Ini Kata Ahli
cara hapus akun Facebook
Bosan dengan Facebook, Ingin Menghapus Akun Secara Permanen, Ini Caranya
Cekricek.id – Penting untuk mengetahui gebetan yang kamu taksir tertarik atau tidak denganmu. Meski, cukup mudah untuk mengetahuinya, namun terkadang kita harus berhadapan dengan si “dia” yang memiliki sifat tertutup dan lebih pendiam. Oleh karena itu, kamu harus mengenali tanda-tandanya.
Mau Nembak Tapi Masih Ragu? Ini 7 Tanda Gebetan Tidak Tertarik denganmu
Mengubah kebiasaan hidup yang tidak sehat menjadi sehat merupakan keinginan banyak orang, inilah beberapa tips yang dapat dilakukan.
Tips Ubah Kebiasaan Buruk Agar Hidupmu Bisa Jadi Lebih Sehat
Bagi Kamu yang kurus dan terlihat cacingan dapat melakukan tujuh kebiasaan ini agar berat badan naik dan dapatkan hidup sehat.
6 Kebiasaan Ini Ampuh Menaikkan Berat Badan Secara Alami Tanpa Obat