Cekricek.id — Pemerintah China memperketat uji mobil listrik dengan mewajibkan pengujian fitur inovatif sejauh minimal 30.000 kilometer selama sedikitnya satu tahun, setelah pedal rem mobil Maextro V800 patah dalam sebuah video uji.
Mengutip laporan Nikkei Asia yang dimuat ulang KrASIA, Sabtu (17/10/2026), aturan itu tercantum dalam rancangan regulasi Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT). Masa uji harus mencakup dua musim dingin dan satu musim panas, dan aturan baru dijadwalkan berlaku mulai 1 Januari.
Rancangan itu juga melarang fitur seperti gagang pintu yang sepenuhnya tersembunyi dan layar lipat di dalam kendaraan. “Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah produsen mobil terburu-buru meluncurkan produk baru demi mengikuti tren pasar tanpa pengujian dan validasi yang memadai, sehingga meningkatkan risiko keselamatan dan lingkungan,” tulis kementerian tersebut.
Baca juga Mercedes-Benz dan NVIDIA Perluas Kerja Sama Mengemudi Otomatis
Aturan tersebut muncul beberapa hari setelah video ulasan seorang bloger otomotif memperlihatkan pedal rem tiga unit Maextro V800 patah dan memicu kecaman luas. Mobil yang diluncurkan pada Agustus dengan harga mulai 766.000 yuan atau sekitar 114.000 dolar AS itu dikembangkan bersama oleh Huawei dan produsen mobil milik negara JAC Motors.
Maextro menyatakan sistem pengeremannya dirancang dan diuji sesuai standar yang melampaui ketentuan nasional, serta menawarkan opsi pembaruan gratis bagi pemilik mobil.
“Langkah MIIT secara efektif telah menyingkirkan ruang bagi ‘mobil yang dibuat terburu-buru’,” kata Li Yanwei, anggota komite ahli Asosiasi Dealer Mobil China. “Mereka memanfaatkan celah regulasi untuk mempercepat proses dan memangkas biaya. Namun, celah itu akan ditambal tahun depan.”
Baca juga Waymo Masuk Kanada, Robotaxi Toronto Ditargetkan Beroperasi 2028
Menurut laporan Huawei Central, Sabtu (17/10/2026), MIIT membentuk tim investigasi gabungan bersama Administrasi Ruang Siber China dan Administrasi Negara Regulasi Pasar untuk menyelidiki insiden tersebut. Video uji yang memperlihatkan pedal rem patah itu dirilis di platform otomotif Dongchedi milik ByteDance.
Ketua Unit Bisnis Konsumen Huawei, Richard Yu, menyatakan kebenaran di balik insiden itu akan segera terungkap. “Keadilan mungkin tertunda, tetapi tidak akan pernah absen,” ujarnya.
Baca juga Qualcomm Bantah Isu Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 Kepanasan
Huawei Central menyebut pernyataan Yu dilatarbelakangi belum adanya kegagalan serupa dalam pemakaian oleh konsumen, sementara video tersebut memperlihatkan kondisi uji yang tidak standar dan ekstrem.















