Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,45% Semester I 2026, Hilirisasi Jadi Penggerak

A A

Gedung Bank Indonesia. [Foto: Bank Indonesia]

Cekricek.id — Transformasi ekonomi menjadi agenda utama pembangunan nasional 2026 dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 persen pada semester I 2026, demikian dikutip dari siaran pers Kementerian PPN/Bappenas, Jumat (14/08/2026).

Pertumbuhan ini naik dari 5,03 persen pada 2024 menjadi 5,11 persen pada 2025, menunjukkan tren positif yang berkelanjutan. Hilirisasi industri, peningkatan investasi, dan penciptaan lapangan kerja menjadi penggerak utama.

Hilirisasi Perluas Nilai Tambah SDA

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan dalam keterangan tertulis Kemen PPN/Bappenas, Jumat (14/08/2026), bahwa hilirisasi menjadi strategi penting untuk memperbesar nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat kapasitas industri nasional.

"Dalam menavigasi dinamika pembangunan, Kemen PPN/Bappenas memegang peran sentral menerjemahkan visi Indonesia Emas 2045 dan agenda Asta Cita ke dalam Prioritas Nasional," ujar Rachmat.

Ekonomi Desa Via KDKMP Merambah 83 Ribu Titik

Penguatan ekonomi tidak hanya di pusat pertumbuhan. Hingga 5 Agustus 2026, sebanyak 83.382 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah berbadan hukum. Dari 38.109 titik pengajuan gerai fisik, 19.623 gudang dan gerai sudah selesai dibangun.

Pemerintah juga merekrut 30 ribu tenaga pendamping untuk mempercepat pengembangan ekonomi tingkat desa dan kelurahan menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga

Bagikan

Baca Juga

Pindad hingga PT DI Tampil di Paviliun Industri Strategis TEI
Kemendag Buka Peluang Ekspor Jasa Lewat Trade Expo Indonesia 2026
Kosmetik RI Catat Potensi Transaksi Rp39,8 Miliar di Dubai
Kemendag Bawa Program S'RASA ke TEI, Teken 13 Nota Kesepahaman
Mendag dan Menko Pangan Tinjau Koperasi Merah Putih Sukoharjo
Pembatasan Covid China Paling Memukul Ekonomi pada Tahun Pertama