Cekricek.id — PT BCA Finance mencatat lonjakan signifikan pada porsi pembiayaan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) menjadi 15% sepanjang 2026, demikian dikutip dari laporan perkembangan industri pembiayaan kendaraan, Jumat (21/08/2026).
Peningkatan ini mencerminkan percepatan adopsi mobilitas hijau di Indonesia didorong kebijakan pemerintah, infrastruktur pengisian yang membaik, serta penawaran model EV yang semakin beragam.
Dari Digit Tunggal ke Dua Digit
Sebelum 2026, porsi kredit EV di BCA Finance masih di angka satuan (di bawah 10%). Lonjakan ke 15% terjadi seiring hadirnya berbagai model EV baru dari merek Jepang, Korea, Tiongkok, dan Eropa yang masuk pasar Indonesia dengan harga lebih kompetitif.
"Kami melihat permintaan kredit EV tumbuh eksponensial, terutama di wilayah Jabodetabek dan kota-kota metropolitan besar," ujar pejabat BCA Finance dalam keterangan tertulis, Jumat (21/08/2026).
Kebijakan Mendukung: PPnBM dan Infrastruktur
Kebijakan pengenaan PPnBM 0% untuk kendaraan listrik berbasis batu bara (KBL) hingga 2025 dan insentif pajak daerah di sejumlah kota menjadi katalis. Pemerintah juga memperluas jaringan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di seluruh Pulau Jawa dan Sumatera.
BCA Finance menyiapkan skema pembiayaan khusus EV dengan tenor lebih panjang dan bunga kompetitif untuk mendukung percepatan transisi energi di sektor transportasi.
















