Folding: Pengertian, Jenis, dan Contoh pada Teks dan Email

A A

Ilustrasi: Istilah dalam Teknologi, Telekomunikasi dan Informasi. [Cekricek.id]

Folding adalah sebuah cara untuk mengubah data menjadi format tertentu yang berbeda dengan format sebelumnya. Dalam praktik komputasi, istilah ini antara lain dipakai untuk case folding, yaitu penyeragaman huruf besar dan kecil pada teks Unicode, serta untuk pelipatan baris kepala pesan pada surat elektronik.

Case folding pada teks Unicode

Unicode Consortium menerbitkan berkas data CaseFolding.txt sebagai bagian dari Unicode Character Database. Berkas itu menyediakan pemetaan case folding. Jika semua karakter dipetakan menurut pemetaan penuh di dalamnya, perbedaan huruf besar dan huruf kecil menjadi hilang.

Contoh paling sederhana adalah huruf Latin kapital A dengan kode 0041 yang dipetakan ke huruf a dengan kode 0061. Titik kode yang tidak tercantum dalam berkas itu dipetakan ke dirinya sendiri, sehingga tidak berubah. Edisi yang dirujuk di sini adalah versi 18.0.0 bertanggal 3 Februari 2026.

Jenis case folding: sederhana, penuh, dan Turkik

Berkas Unicode itu mendukung dua cara penerapan. Simple case folding menjaga panjang untai tetap sama, sedangkan full case folding dapat membuat untai bertambah panjang. Unicode menilai cara penuh lebih unggul bila dapat didukung, karena misalnya membuat kata “FUSS” dan “Fuß” dianggap cocok.

Setiap baris pemetaan diberi status. Status C menandai pemetaan umum yang dipakai kedua cara, F untuk pemetaan penuh, S untuk pemetaan sederhana, dan T untuk kasus khusus huruf I kapital serta I kapital bertitik pada bahasa Turkik seperti Turki dan Azerbaijan. Pemetaan T secara bawaan tidak dipakai.

Unicode juga memberi peringatan teknis bahwa case folding tidak mempertahankan bentuk normalisasi teks. Pengembang yang membutuhkan keduanya diarahkan ke bagian algoritma huruf bawaan dalam spesifikasi inti Unicode.

Folding pada kepala pesan email

Arti lain folding terdapat dalam RFC 5322, standar format pesan internet yang disunting P. Resnick dan terbit pada Oktober 2008. Standar itu menetapkan setiap baris pesan tidak boleh lebih dari 998 karakter dan sebaiknya tidak lebih dari 78 karakter, di luar tanda akhir baris CRLF.

Agar ruas kepala pesan yang panjang tetap memenuhi batas itu, RFC 5322 mengizinkan folding, yakni memecah satu ruas ke beberapa baris. Contoh dalam dokumen itu adalah ruas “Subject: This is a test” yang dilipat sehingga kata “is a test” pindah ke baris berikutnya dengan diawali spasi.

Proses kebalikannya disebut unfolding, yaitu membuang setiap CRLF yang langsung diikuti spasi kosong. RFC 5322 menyatakan setiap ruas kepala pesan harus diperlakukan dalam bentuk yang sudah dibuka lipatannya untuk pemeriksaan sintaksis dan makna selanjutnya.

Contoh penggunaan folding

Dua pemakaian itu sesuai dengan definisi dasarnya, yaitu mengubah data ke bentuk lain. Pada case folding, yang diubah adalah huruf agar dua teks dapat dicocokkan tanpa terganggu perbedaan huruf besar dan kecil. Pada email, yang diubah adalah susunan baris, sedangkan isi ruasnya tetap sama setelah lipatan dibuka.

Istilah terkait

Pembaca dapat melanjutkan ke entri Unicode dan change case yang berkaitan dengan huruf besar dan kecil, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) yang berkaitan dengan surat elektronik, serta format file di Kamus Telematika.

Rujukan

Sumber: Istilah-istilah dalam Bidang Teknologi, Telekomunikasi dan Informasi. Unicode Consortium, Unicode Character Database, berkas CaseFolding-18.0.0.txt, 2026. P. Resnick (ed.), RFC 5322, Internet Message Format, Oktober 2008, bagian 2.1.1 dan 2.2.3.

Bagikan

Baca Juga

V.42bis
V.90
VAX (Virtual Address eXtensio)
V.34
V.32
V.42