- Studi baru menemukan gletser Thwaites kehilangan massa dengan cepat karena air laut hangat masuk ke bawahnya.
- Thwaites bisa menambah 30 milimeter permukaan laut global pada 2100, dua kali perkiraan sebelumnya.
- Studi menyebut ada peluang 60 persen Thwaites terlepas dari punggungan Mouginot pada akhir abad ini.
Cekricek.id — Gletser Thwaites di Antartika Barat mencair jauh lebih cepat dan bisa menambah kenaikan permukaan laut global dua kali lipat dari perkiraan sebelumnya dalam satu abad ke depan, menurut studi terbaru.
Penelitian tim ahli glasiologi yang terbit pekan ini di jurnal Nature Communications menemukan gletser itu kehilangan massa dengan cepat karena air laut hangat masuk ke bawahnya dan mencairkan bagian intinya, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Sabtu (17/10/2026). Peneliti University of California bekerja sama dengan Jet Propulsion Laboratory milik NASA dalam studi itu.
Thwaites bisa menambah hingga 30 milimeter permukaan laut pada 2100, dua kali perkiraan saat ini, bahkan tanpa pemanasan global tambahan.
Dijuluki Gletser Kiamat, Thwaites membentang sekitar 192.000 kilometer persegi, kira-kira seluas Senegal. Kehilangan es dari Thwaites saat ini menyumbang sekitar empat persen kenaikan permukaan laut global. Gletser itu telah kehilangan lebih dari 1.000 miliar ton es sejak 2000 dan terus kehilangan 50 miliar ton per tahun.
Para peneliti memakai model komputer baru yang menggambarkan pencairan di garis pijak gletser, batas tempat es beralih dari bertumpu di batuan dasar menjadi lapisan es yang mengapung di laut. Mereka mengembangkan konsep zona pijak yang lebih luas, tempat air laut mengangkat dan menurunkan es dalam proses pemompaan pasang surut.
Proses itu memungkinkan air hangat mencapai “jauh ke bawah lapisan es dan menyebabkan pencairan hebat,” kata penulis utama Mattia Poinelli, ilmuwan proyek di UCLA.
Pencairan itu mempercepat terlepasnya Thwaites dari Mouginot Ridge, batuan dasar bawah laut yang kini menstabilkan gletser dari bawah. Studi itu menyimpulkan ada peluang 60 persen Thwaites terlepas dari punggungan tersebut pada akhir abad ini. Namun, para pakar menyebut masih dibutuhkan studi lanjutan untuk memprediksi volume kehilangan es Thwaites secara akurat.















