Hubungan Luar Negeri

Istilah-istilah umum, istilah-istilah dalam marxisme.

Ilustrasi: Istilah-istilah umum. [Canva]

Apa Itu Hubungan Luar Negeri?

Hubungan Luar Negeri adalah setiap kegiatan yang menyangkut aspek regional dan internasional yang dilakukan oleh Pemerintah di tingkat pusat dan daerah, atau lembaga-lembaganya, lembaga negara, badan usaha, organisasi politik, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, atau warga negara Indonesia.

Sumber: Istilah-istilah Umum

Dapatkan update berita terkini dan berita terbaru Cekricek.id melalui Google News.

Baca Juga

Rachmat Muljomiseno adalah seorang tokoh penting dalam dunia ekonomi dan politik di Indonesia. Ia dilahirkan di Temanggung, Jawa Tengah pada tanggal 9 Juni 1919. Dalam kariernya, Rachmat Muljomiseno pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan pada masa kepemimpinaan Presiden Sukarno.
Rachmat Muljomiseno
Mengenal Kitab Weda, Pembagian dan Sejarahnya
Mengenal Kitab Weda, Pembagian dan Sejarahnya
Rasuna Said adalah seorang perintis kemerdekaan asal Sumatra Barat yang aktif dalam perjuangan melalui Sarekat Rakyat. Ia juga dikenal aktif dalam Persatuan Muslim Indonesia (PERMI). Rasuna Said dikenal sebagai seorang orator ulung dan kritis. Berkat keberaniannya, ia pernah ditangkap dan dipenjara pada tahun 1932 di Penjara Semarang.
Rasuna Said
Radius Prawiro adalah seorang tokoh penting dalam dunia ekonomi, keuangan, dan perdagangan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Pengawasan Pengembangan pada periode 1988-1992, Menteri Keuangan pada 1983-1988, dan Menteri Perdagangan pada 1973-1983.
Radius Prawiro
Basoeki Probowinoto adalah seorang pemimpin spiritual yang memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia adalah seorang Pendeta GKJ, pendiri Parkindo, dan terlibat dalam beberapa gerakan dalam dan antar-agama di Indonesia.
Basuki Probowinoto
Raden Eddy Martadinata adalah salah satu pahlawan Angkatan Laut Indonesia. Ia pernah menjadi Menteri/Panglima Angkatan Laut masa Presiden Sukarno pada 1959.
Raden Eddy Martadinata