Kabinet Sukiman

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Kabinet Sukiman?

Kabinet Sukiman adalah kabinet yang berhasil diformulasikan oleh dua orang formatur yaitu Sidik Joyosukarto (PNI) dan DR. Sukiman (Masyumi). Setelah proses perundingan maka diumumkanlah susunan kabinet baru di bawah pimpinan Sukiman Wirjosanjoyo (Masyumi) dan Suwiryo (PNI) pada 26 April 1951.

Kabinet Sukiman memiliki beberapa program kerja yaitu: merencanakan kemakmuran nasional, menyelesaikan persiapan pembentukan Dewan Konstituante, mempersiapkan pemilu dan mempercepat terlaksananya otonomi daerah, menyiapkan Undang-Undang pengakuan serikat buruh, menjalankan politik bebas aktif dan memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah Republik Indonesia.

Jatuh bangun kabinet pada masa Demokrasi Liberal merupakan pemandangan yang lumrah terjadi pada masa itu. Setiap kabinet yang terbentuk dapat dipastikan tidak akan berumur panjang.

Begitupun yang dialami oleh Kabinet Sukiman. Kabinet ini mengalami kendala utama yang menjadi penyebab utama jatuhnya Kabinet Sukiman adalah adanya pertukaran nota antara Menteri Luar Negeri, Ahmad Subarjo dan Duta Besar Amerika, Marle Cochran.

Nota tersebut berisi tentang kesepakatan akan adanya pemberian bantuan ekonomi dan militer dari Pemerintah Amerika Serikat kepada pemerintah Indonesia berdasarkan Mutual Security Act (MSA) atau disebut juga dengan Undang-Undang kerjasama keamanan.

Adanya Nota tersebut dianggap menciderai politik luar negeri bebas aktif yang dianut oleh Indonesia. Sukiman dituduh sebagai antek Blok Barat.

Dengan kasus tersebut maka DPR menggugat kebijakan Sukiman dan akhirnya Kabinet Sukiman pun jatuh dan harus mengembalikan mandatnya kepada presiden.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Dapatkan update berita terkini dan berita terbaru Cekricek.id melalui Google News.

Baca Juga

Rachmat Muljomiseno adalah seorang tokoh penting dalam dunia ekonomi dan politik di Indonesia. Ia dilahirkan di Temanggung, Jawa Tengah pada tanggal 9 Juni 1919. Dalam kariernya, Rachmat Muljomiseno pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan pada masa kepemimpinaan Presiden Sukarno.
Rachmat Muljomiseno
Mengenal Kitab Weda, Pembagian dan Sejarahnya
Mengenal Kitab Weda, Pembagian dan Sejarahnya
Rasuna Said adalah seorang perintis kemerdekaan asal Sumatra Barat yang aktif dalam perjuangan melalui Sarekat Rakyat. Ia juga dikenal aktif dalam Persatuan Muslim Indonesia (PERMI). Rasuna Said dikenal sebagai seorang orator ulung dan kritis. Berkat keberaniannya, ia pernah ditangkap dan dipenjara pada tahun 1932 di Penjara Semarang.
Rasuna Said
Radius Prawiro adalah seorang tokoh penting dalam dunia ekonomi, keuangan, dan perdagangan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Pengawasan Pengembangan pada periode 1988-1992, Menteri Keuangan pada 1983-1988, dan Menteri Perdagangan pada 1973-1983.
Radius Prawiro
Basoeki Probowinoto adalah seorang pemimpin spiritual yang memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia adalah seorang Pendeta GKJ, pendiri Parkindo, dan terlibat dalam beberapa gerakan dalam dan antar-agama di Indonesia.
Basuki Probowinoto
Raden Eddy Martadinata adalah salah satu pahlawan Angkatan Laut Indonesia. Ia pernah menjadi Menteri/Panglima Angkatan Laut masa Presiden Sukarno pada 1959.
Raden Eddy Martadinata