- Kemendag dan HIPPINDO memfasilitasi 4.100 barcode bagi produk UMKM.
- Fasilitasi menyasar UMKM binaan di sektor pangan, minuman, kecantikan, kerajinan, dan kebutuhan rumah tangga.
- Jumlah barcode tiap UMKM disesuaikan dengan jumlah produk atau varian yang didaftarkan.
Cekricek.id — Kementerian Perdagangan bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) memfasilitasi 4.100 barcode bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar siap menembus ritel modern.
Program itu ditandai penyerahan simbolis sertifikasi barcode oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan dan Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026), dalam rangkaian Pangan Nusa Expo 2026, menurut keterangan tertulis Kementerian Perdagangan, Jumat (16/10/2026).
Fasilitasi itu ditujukan bagi UMKM binaan Kemendag di sektor pangan, minuman, kesehatan dan kecantikan, kerajinan, serta kebutuhan rumah tangga. Barcode berfungsi sebagai identitas unik produk untuk identifikasi, pendataan, dan pengelolaan produk secara lebih terstruktur.
“Pemerintah terus mendorong penguatan daya saing UMKM, salah satunya melalui dukungan fasilitasi barcode dari HIPPINDO. Bagi UMKM yang memiliki keinginan untuk maju dan berkembang, serta ingin memasarkan produknya melalui berbagai saluran pemasaran, pergunakanlah fasilitasi yang diberikan secara gratis ini,” kata Iqbal.
Menurut Budihardjo, jumlah barcode yang diterima setiap UMKM disesuaikan dengan jumlah produk atau varian yang didaftarkan melalui mekanisme kurasi bersama mitra pelaksana. “Sebanyak 4.100 barcode ini kami berikan bertepatan dengan Trade Expo Indonesia yang ke-41 dan Pangan Nusa 2026,” ungkapnya.
Salah satu penerima adalah Peyek Nyai. “Fasilitas barcode internasional yang kami terima sangat membantu Peyek Nyai dalam meningkatkan kesiapan produk dan profesionalisme untuk menembus pasar retail modern maupun global,” kata pendirinya, Yessi Calissa. Ia berharap Kemendag juga memperluas akses ritel ke berbagai kota dan mendampingi sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).















