Kemenkeu: Ekonomi Triwulan II 2026 Tumbuh 5,29% Didorong Konsumsi dan Investasi

A A

Kemenkeu: Ekonomi Triwulan II 2026 Tumbuh 5,29% Didorong Konsumsi dan Investasi. [Foto: Ilustrasi/Canva]

Cekricek.id — Perekonomian Indonesia tumbuh resilien sebesar 5,29 persen (year-on-year) pada Triwulan II 2026, melampaui pertumbuhan Triwulan II 2025 sebesar 5,12 persen (yoy), demikian dikutip dari siaran pers Kementerian Keuangan, Kamis (06/08/2026).

Pertumbuhan ini didorong konsumsi rumah tangga yang tetap solid, investasi yang membaik, serta kebijakan pemerintah yang mendukung aktivitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Sektor Konstruksi Tumbuh 6,68%

Kinerja sektoral didukung inisiatif pemerintah terarah. Sektor konstruksi tumbuh 6,68 persen (yoy) didorong program tiga juta rumah yang menjadi prioritas pembangunan Infrastruktur.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, menyampaikan dalam keterangan tertulis Kemenkeu, Kamis (06/08/2026), bahwa perbaikan pasar kerja turut mendukung pertumbuhan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 4,68 persen pada Februari 2026 menjadi 4,65 persen pada Mei 2026.

Kemiskinan Turun, Rakyat Lebih Sejahtera

Tingkat kemiskinan pada Maret 2026 menurun menjadi 8,07 persen dari 8,25 persen pada September 2025, sehingga jumlah penduduk miskin berkurang dari 23,36 juta menjadi 22,93 juta orang.

"Pemerintah akan terus memperkuat penciptaan lapangan kerja, menjaga daya beli, serta meningkatkan kualitas pertumbuhan agar manfaat pembangunan lebih inklusif dan merata," tutur Deni.

Baca juga

Bagikan

Baca Juga

Pembatasan Covid China Paling Memukul Ekonomi pada Tahun Pertama
Pembangunan Manusia Mempersempit Jurang Kaya-Miskin di Negara D-8
Judi Menjerat Tiga dari Empat Pekerja Remaja di Turki Tenggara
Tanpa Kulkas di Kantor, Pegawai Tamale Ghana Makan dari Jalanan
Bank Diminta Ubah Sikap Petugas Saat Layani Nasabah Disabilitas
Pekerja Rentan Finlandia Tak Lebih Cemas tapi Kerap Menganggur