Kerusakan Jalan Payakumbuh-Lintau: Gubernur Sumbar Tangguhkan Perbaikan Hingga Solusi Tambang Ditemukan

A A

Gubernur Sumbar tangguhkan perbaikan jalan Payakumbuh-Lintau hingga solusi tambang yang ditemukan. [Foto: Ist]

Cekricek.id - Kerusakan jalan Payakumbuh-Lintau, yang membentang sepanjang 8 Km pada segmen Lareh Sago Halaban-Lintau, menjadi isu hangat di Sumatera Barat (Sumbar). Dalam upayanya untuk menemukan solusi, Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menegaskan bahwa langkah perbaikan akan segera diambil, namun ada syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Sebuah catatan penting diberikan oleh Gubernur Mahyeldi saat perbincangan dengan Camat Lareh Sago Halaban dan para Walinagari dari Kec. Lareh Sago Halaban. Menurutnya, sebelum langkah konkret ditempuh, faktor penyebab kerusakan jalan tersebut harus ditelusuri dengan teliti.

Gubernur menyatakan kekhawatirannya, bahwa bila perbaikan dilakukan tanpa melihat akar masalah, dikhawatirkan jalan tersebut hanya akan rusak kembali dalam waktu singkat.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa kondisi jalan memburuk seiring berjalannya waktu, terutama karena sering dilalui oleh dump truk bermuatan material batu yang beratnya melebihi kapasitas.

"Peningkatan aktivitas tambang di Kec. Lareh Sago Halaban menambah intensitas kendaraan berat yang melintasi, sehingga merusak jalan kelas III ini," tukas Mahyeldi.

Dilain pihak, Medi Iswandi, Kepala Bappeda Sumbar, menarik paralel dengan situasi di jalan nasional ruas kabupaten Solok menuju Solok Selatan. Menurutnya, kegiatan pertambangan yang masif menjadi penyebab utama kerusakan jalan. Ia menyuarakan keberatan dari Balai Prasana Jalan kementerian PUPR terkait perbaikan jalan yang sering rusak karena aktivitas tambang.

Camat Lareh Sago Halaban, Wahyu Marmora, menggambarkan betapa banyaknya keluhan dari warga masyarakat terkait kondisi jalan.

Dalam pertemuan tersebut, ia berharap adanya solusi konkret dari Gubernur untuk mengatasi permasalahan tersebut.

"Kami, bersama para Walinagari, sangat mengharapkan solusi nyata dari Bapak Gubernur," ujar Wahyu dengan penuh harap.

Mencari solusi dari permasalahan ini, tentunya bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, namun juga seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat. Semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan bahwa kegiatan tambang dilakukan sesuai aturan, sehingga infrastruktur vital seperti jalan dapat terjaga dengan baik untuk kepentingan bersama.

Temukan berita Sumatera Barat terbaru hari ini dan terkini seputar peristiwa, politik, hukum, kriminal, budaya, sejarah, hiburan, dan gaya hidup hanya di Cekricek.id.

Bagikan

Baca Juga

Saluang Pauah, Pendendang Laki-laki Pengiring Kaba Pauh
Jam Gadang Naik ke Catwalk, Lorong Batanya Jadi Potongan Busana
Desa Tabek Bebas BABS, Tangki Septiknya Belum Pernah Dikuras
Lokakarya Limbah Kelapa Koto Baru Terbentur Minat Warga
Ibu-ibu PKK Cupak Mengubah Jelantah dan Beras Solok Jadi Sabun
Rendang Gadih Payakumbuh Belajar Lean Manufacturing Satu Sore