Seorang Warga Tanah Datar Disambar Petir, Kini Dirawat Intensif di RSUD Batusangkar

A A

Ilustrasi. [Foto: Dibuat oleh Kreator Cekricek.id dengan AI]

Cekricek.id - Peristiwa memilukan menimpa Mira Susanti, seorang warga Tanah Datar, Sumatera Barat, disambar petir dalam perjalanan pulang dari kebun, pada Minggu, (10/12/2023). Kini, Mira, berusia 36 tahun, tengah dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah MA Ali Hanafiah Batusangkar, menghadapi luka bakar serius.

Dilansir dari laman Sumbarkita.com, Icad, suami Mira, mengisahkan detik-detik menegangkan tersebut. Kejadian tragis itu berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB, saat keluarga kecil itu berada dalam perjalanan pulang dari ladang.

Dalam sekejap, kilat menyambar, hanya mengenai Mira. Keberuntungan berpihak pada Icad dan anak mereka, yang berjalan beberapa langkah di depan dan selamat dari sambaran kilat tersebut.

"Tanpa ragu, saya langsung menghantar istri saya ke rumah sakit," ujar Icad, menurut laporan resmi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar pada Senin, (11/12/2023) seperti dilansir dari Sumbarkita.com.

Pada hari yang sama, Mira Susanti mendapatkan kunjungan dari Bupati Tanah Datar, Eka Putra. Eka menyampaikan bahwa seluruh biaya pengobatan Mira akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

"Ibu Mira tak perlu khawatir soal biaya," tutur Eka, yang juga menyempatkan diri meninjau kondisi korban.

Menanggapi kejadian ini, Eka Putra mengajak warga Tanah Datar untuk lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar rumah selama cuaca buruk.

Baca juga: Kilatan Misterius di Venus: Hujan Meteor, Bukan Petir?

Eka menekankan pentingnya mencari perlindungan secepatnya ketika cuaca menunjukkan tanda-tanda akan turun hujan disertai petir. "Hindari aktivitas di luar, terutama di sawah, di padang terbuka, atau di bawah pohon yang bergetah," imbau Eka kepada masyarakat.

Bagikan

Baca Juga

Satu Pohon Aren di Talamau Mengalirkan 37 Liter Nira Sehari
Induak dan Anak, Dua Suara di Balik Salawat Dulang
Mikoriza Lokal Tekan Kutu Kebul Cabai Kopay dari 30 Persen
Kain Sembilan Meter dari Adat Kapan Salampih
Kentang Cingkariang, Planlet Tumbuh tapi Akarnya Menyusut
Baboi Mentawai, Ibu Adat yang Tak Satu Pun Disebut Namanya