Kominfo Temukan Lebih dari 11.000 Konten Hoaks dalam 5 Tahun Terakhir

Kominfo Temukan Lebih dari 11.000 Konten Hoaks dalam 5 Tahun Terakhir

Ilustrasi. [Canva]

Tim Pengais Konten Negatif (AIS) Kominfo telah mengidentifikasi dan memvalidasi lebih dari 11.000 konten hoaks sejak 2018 hingga 2023. Baca artikel ini untuk mengetahui kategori hoaks yang paling sering ditemukan dan bagaimana cara melaporkan konten hoaks kepada Kominfo.

Cekricek.id, Jakarta - Tim Pengais Konten Negatif (AIS) yang berada di bawah Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Ditjen Aptika Kominfo) telah melakukan identifikasi terhadap lebih dari 11.000 konten hoaks sejak Agustus 2018 hingga Mei 2023. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memerangi penyebaran informasi palsu di ruang digital Indonesia.

Menurut Kabiro Humas Kominfo, Raden Rhina Anita Ernita Martono, dari total 11.642 konten hoaks yang diidentifikasi, diverifikasi, dan divalidasi oleh Tim AIS Kementerian Kominfo, konten hoaks yang paling banyak ditemukan berada dalam kategori kesehatan dengan jumlah mencapai 2.287 item hoaks. Konten hoaks mengenai kesehatan sering kali dapat menyesatkan masyarakat, sehingga perlu penanganan yang serius.

Selain konten hoaks kategori kesehatan, terdapat juga kategori lain yang sering ditemui. Kategori hoaks pemerintahan menempati posisi berikutnya dengan jumlah sebanyak 2.111 konten. Diikuti oleh kategori penipuan dengan 1.938 konten hoaks, dan kategori politik dengan 1.373 konten. Hal ini menunjukkan bahwa hoaks tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga melibatkan isu-isu penting lainnya.

Penelusuran yang dilakukan oleh Tim AIS Kementerian Kominfo juga mengungkapkan bahwa jumlah konten hoaks, disinformasi, dan misinformasi pada periode Januari hingga Mei 2023 cenderung meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022.

Hoaks yang berkaitan dengan pemerintahan, seperti pencatutan nama pejabat publik dan penipuan, mendominasi jumlahnya. Meskipun begitu, hoaks yang berkaitan dengan kesehatan, terutama pandemi COVID-19, masih sering ditemukan.

Tim AIS Kominfo, yang telah dibentuk sejak Januari 2018, memiliki tujuan untuk mengais, mengidentifikasi, memverifikasi, dan memvalidasi seluruh konten internet yang beredar di ruang siber Indonesia.

Tim AIS fokus pada pengungkapan konten hoaks, terorisme dan radikalisme, pornografi, perjudian, serta konten negatif lainnya. Dukungan dari mesin AIS yang bekerja 24 jam, tujuh hari seminggu, memberikan kontribusi yang signifikan dalam penanganan konten hoaks.

Untuk mengatasi peredaran konten hoaks di ruang digital Indonesia, Kominfo mengimbau kepada warganet agar melaporkan informasi elektronik yang patut diduga diragukan kebenarannya melalui kanal pengaduan konten Kominfo.

Pengaduan dapat dilakukan melalui email: aduankonten@kominfo.go.id, akun Twitter @aduankonten, atau melalui aplikasi pesan instan WhatsApp di nomor 081-1922-4545. Partisipasi aktif warganet dalam melaporkan konten hoaks merupakan langkah penting untuk menjaga keberlangsungan informasi yang akurat dan dapat dipercaya di era digital ini.

Dengan demikian, upaya yang dilakukan oleh Tim AIS Kominfo dalam mengidentifikasi dan melawan konten hoaks telah memberikan kontribusi positif dalam menjaga kebenaran informasi di ruang siber.

Dengan partisipasi dan kesadaran masyarakat, diharapkan penyebaran hoaks dapat diminimalisir sehingga kita dapat menggunakan internet sebagai sumber informasi yang bermanfaat dan dapat dipercaya.

Baca Juga

Panci Anti Lengket Cepat Rusak? Ini 5 Penyebabnya!
Panci Anti Lengket Cepat Rusak? Ini 5 Penyebabnya!
Prof. Idris berfoto bersama (Foto: Ist)
Mengenal Prof. Dr. dr. H. Idris idham SpJP (K), FIHA, FACC, FESC, FAsCC, FSCAI dan kiprahnya pada Pengembangan Kardiologi dan Kedokteran Vascular di Indonesia
Investor asal Bahrain, Mr. Fareed Bahder, meninjau langsung proses produksi di Pabrik Mini Cokelat Chokato, Payakumbuh, Sabtu (22/11/2025), sebagai langkah awal penjajakan kerja sama investasi. (Foto: *Ag)
Investor Bahrain Lirik Cokelat Chokato, Siap Dorong Produksi Skala Besar
Inggris saat ini sedang memasuki musim panas. Biaya listrik yang mahal menjadi kendala untuk menghidupkan kipas angin sepanjang malam.
Fakta di Balik Tidur dengan Kipas Angin Disebut Picu Asam Urat: Mitos atau Nyata?
Berita Riau Hari Ini: Pemprov Riau Adakan Pasar Tani untuk Tekan Harga Cabai Tinggi
Studi Temukan Hubungan Konsumsi Cabai Berlebih dengan Risiko Kanker Pencernaan
Perwakilan DPMPTSP Sumbar, Hendri Agung mempresentasikan Potensi Investasi Sumbar depan Konjen India Medan, Delegasi Confederation of India Industry dan para Undangan lainnya antara lain Gubernur Bengkulu, Wagub Kepri, Kepala BP Batam, Sekda Deli Serdang dan lain-lain (Foto: DPMPTSP Sumbar)
DPMPTSP Sumbar Promosikan Potensi Investasi ke Delegasi Confederation of Indian Industry di Medan