Kosmetik RI Catat Potensi Transaksi Rp39,8 Miliar di Dubai

A A

Ilustrasi botol-botol produk perawatan kulit di atas meja. [Foto: Polina Tankilevitch/Pexels]

  • Paviliun Indonesia di Beautyworld Dubai 2026 mencatat potensi transaksi USD 2,23 juta atau sekitar Rp39,8 miliar.
  • Enam perusahaan produk kecantikan dan perawatan tubuh Indonesia mengikuti pameran pada 6-8 Oktober 2026.
  • Tarif masuk produk kosmetik ke UEA turun bertahap hingga nol persen pada 2027 melalui I-UAE CEPA.
  • Ekspor produk kecantikan Indonesia ke dunia pada 2025 mencapai USD 1,57 miliar.

Cekricek.id — Paviliun Indonesia di pameran Beautyworld Dubai 2026 mencatat potensi transaksi produk kecantikan dan perawatan tubuh senilai USD 2,23 juta atau sekitar Rp39,8 miliar.

Pameran itu berlangsung pada 6–8 Oktober 2026 di Sheikh Saeed Hall 3 Dubai World Trade Center, Uni Emirat Arab (UEA), sebagaimana keterangan tertulis Kementerian Perdagangan, Senin (12/10/2026).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menilai Beautyworld Dubai 2026 menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan produk kecantikan dan perawatan tubuh Indonesia ke pasar global.

“Kehadiran Paviliun Indonesia di ajang Beautyworld Dubai 2026 merupakan langkah strategis, mengingat Dubai merupakan pusat industri kecantikan global dengan tingkat pengeluaran per kapita tertinggi di dunia. Partisipasi Indonesia ini bertujuan memperkuat citra produk kecantikan dan perawatan tubuh Indonesia sekaligus mengirimkan pesan bahwa Indonesia siap bersaing dengan standar dan tren pasar global,” kata Puntodewi.

Paviliun seluas 45 meter persegi itu merupakan inisiatif Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Dubai dan diresmikan Duta Besar RI di Abu Dhabi, Judha Nugraha. Enam perusahaan ikut serta, yaitu PT Sensatia Botanics, PT Bintang Mas Triyasa, BPT Aroma Prima Livindo, PT Mirael Global Manggala, PT Sumber Kosmetika Indah, dan PT Sadewi Ardhi Natha.

Tarif Kosmetik ke UEA Turun hingga Nol Persen pada 2027

Kepala ITPC Dubai Widy Haryono menjelaskan peluang ekspor produk kecantikan Indonesia ke UEA makin terbuka seiring turunnya tarif masuk secara bertahap melalui Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UAE CEPA) hingga nol persen pada 2027.

“Pengakuan internasional terhadap sertifikasi halal Indonesia serta kewajiban sertifikasi halal produk kosmetik pada 2026 juga turut menjadi kunci utama penunjang keberhasilan ekspor kita. Produsen Indonesia perlu menggabungkan strategi kepatuhan regulasi hingga pemasaran digital agar dapat memenangkan persaingan global,” ungkap Widy.

Susanty, perwakilan PT Sumber Kosmetika Indah yang pertama kali mengikuti Beautyworld Dubai, mengaku terbantu dengan fasilitasi pemerintah. “Tingginya antusiasme serta keragaman pengunjung dari berbagai belahan dunia berhasil mendatangkan banyak prospek klien potensial baru,” katanya.

Pada Januari–Agustus 2026, total perdagangan Indonesia dengan UEA mencapai USD 4,31 miliar, terdiri atas ekspor USD 2,38 miliar dan impor USD 1,93 miliar. Ekspor produk kecantikan Indonesia ke dunia pada 2025 mencapai USD 1,57 miliar, sementara ekspor jenis produk kecantikan ke UEA pada tahun itu didominasi sabun sebesar 60,41 persen.

Bagikan

Baca Juga

Kemendag Bawa Program S'RASA ke TEI, Teken 13 Nota Kesepahaman
Mendag dan Menko Pangan Tinjau Koperasi Merah Putih Sukoharjo
Pembatasan Covid China Paling Memukul Ekonomi pada Tahun Pertama
Pembangunan Manusia Mempersempit Jurang Kaya-Miskin di Negara D-8
Judi Menjerat Tiga dari Empat Pekerja Remaja di Turki Tenggara
Tanpa Kulkas di Kantor, Pegawai Tamale Ghana Makan dari Jalanan