- Yair Lapid menuding Benjamin Netanyahu menebar ketakutan setelah peringatan soal kemungkinan serangan musuh.
- Netanyahu mengunggah video di depan jet tempur yang menyebut musuh akan mencoba menyerang menjelang pemilu.
- Lapid memastikan pemilu 7 Oktober tetap berlangsung tepat waktu.
- Rata-rata jajak Reuters menempatkan partai Yashar pimpinan Gadi Eisenkot unggul 2 poin atas Likud.
Cekricek.id — Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid menuding Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menebar ketakutan setelah Netanyahu memperingatkan musuh negara itu mungkin menyerang sebelum pemilihan umum bulan depan.
Lapid, yang memimpin Partai Yesh Atid, menepis peringatan itu setelah bertemu perdana menteri pada Selasa, menurut laporan Al Jazeera, Rabu (30/9/2026). Sebelumnya pada hari yang sama, Netanyahu mengunggah video yang memperlihatkan dirinya berpose di depan jet tempur di sebuah pangkalan militer dan mengatakan ada “indikasi bahwa menjelang pemilu, musuh-musuh kita akan mencoba menyerang kita”.
Netanyahu tidak menyebut musuh yang dimaksud. Dalam beberapa pekan terakhir, ia telah memperingatkan Iran, Hamas, Hizbullah, dan Otoritas Palestina serta menjanjikan pembalasan bila terjadi serangan.
Lapid Pastikan Pemilu Israel Tetap Digelar Tepat Waktu
Lapid meminta pengarahan keamanan mendesak setelah peringatan itu. Dalam unggahan sesudahnya, ia yakin pemilu akan berlangsung tepat waktu dan “tidak ada alasan untuk membuat publik panik”. “Pemilu akan berlangsung tepat waktu, dan tidak ada seorang pun yang punya alasan untuk mengganggunya,” katanya.
Ia menuding Netanyahu memakai pangkalan militer sebagai “properti video kampanye pemilu” dan mengabaikan peringatan sebelum serangan pimpinan Hamas pada 7 Oktober 2023. “Netanyahu mengabaikan setiap peringatan sebelum 7 Oktober, dan kini, 28 hari sebelum pemilu, ia tiba-tiba sibuk menebar ketakutan,” kata Lapid. “Tentu saya tidak akan melanggar kerahasiaan pengarahan keamanan, tetapi harus dikatakan, ancaman keamanan harus ditangani secara profesional dan bertanggung jawab.”
Netanyahu dalam unggahan terpisah pada Selasa menyatakan telah menggelar pengarahan keamanan bersama Lapid dan menyampaikan peringatan tentang kemungkinan serangan “di berbagai front menjelang pemilu”. Ia menegaskan rutin memberi pengarahan kepada pemimpin oposisi.
Pemilu yang dijadwalkan pada 7 Oktober itu merupakan pemungutan suara pertama di Israel sejak serangan pimpinan Hamas. Menurut rata-rata jajak pendapat Reuters, partai Yashar pimpinan mantan panglima militer Gadi Eisenkot unggul 2 poin atas Partai Likud pimpinan Netanyahu. Berdasarkan rata-rata itu, partai-partai penentang Netanyahu akan meraih 64 dari 120 kursi Knesset, 15 kursi lebih banyak dibanding partai pendukungnya, meski mereka mungkin tidak mampu membentuk koalisi.















