Putra Netanyahu Dievakuasi dari AS Setelah Ada Ancaman

A A

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto arsip. (Foto: Speaker of the House/Wikimedia Commons, domain publik)

Sebuah pesawat membawa Yair Netanyahu keluar dari Amerika Serikat pada Sabtu (30/08/2026), bersama tim pengawalnya, dan mendarat di Israel.

Badan intelijen dalam negeri Israel, Shin Bet, menyatakan evakuasi itu dilakukan karena ancaman yang dinilai serius terhadap putra sulung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tersebut.

“Ada ancaman signifikan untuk mencelakai Yair Netanyahu, dan mengingat hal itu serta setelah penilaian dilakukan, diambil keputusan untuk mengevakuasinya secara mendesak bersama tim keamanannya dan memulangkannya ke Israel,” demikian pernyataan Shin Bet.

Baca juga Turki Minta Interpol Terbitkan Red Notice untuk Netanyahu

Lembaga itu tidak menyebut dari mana ancaman berasal.

Florida dan Sebuah Dugaan Plot

Yair Netanyahu tinggal di Florida selama beberapa tahun terakhir dengan pengawalan yang dibiayai negara Israel. Ia dikenal sebagai aktivis sayap kanan dan pengelola siniar.

Baca juga Suriah dan Israel Berunding di Yordania Dimediasi AS

Penyiar Amerika Serikat, Newsmax, sebelumnya melaporkan adanya dugaan rencana pembunuhan oleh Iran terhadap Yair pada Desember 2025, ketika ia berada di Florida. Menurut laporan itu, intelijen Israel memberi tahu otoritas Amerika Serikat setelah mengetahui dugaan rencana tersebut.

Perdana Menteri Netanyahu membenarkan kekhawatiran itu kepada Channel 14 Israel. “Iran menargetkan salah satu putra saya. Iran berusaha membunuh, membunuh salah satu putra saya,” katanya.

Kritik di Dalam Negeri

Keputusan Yair tinggal di luar negeri berulang kali menuai kritik publik di Israel, terutama sejak 7 Oktober 2023, ketika ratusan ribu tentara cadangan dimobilisasi.

Baca juga Kanada Balas Tarif 50 Persen AS, Negosiasi Disetop

Sampai laporan ini disusun, pemerintah Israel belum mengumumkan langkah lanjutan terkait ancaman tersebut.

Bagikan

Baca Juga

Kapal perang mengawal kapal tanker di laut
400 Kapal Terjebak, Iran Sebut Selat Hormuz Masih Ditutup
Deretan tangki penyimpanan minyak mentah dalam laporan tentang ancaman sanksi ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran.
Perang Ekonomi AS ke Iran Uji Gencatan Dagang China
Sejumlah kapal dan awaknya dalam latihan multinasional Panamax 2026 yang disponsori SOUTHCOM.
Serangan AS ke Kapal Narkoba di Pasifik Timur, 2 Tewas
Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani berbicara dalam wawancara di Damaskus.
Suriah dan Israel Berunding di Yordania Dimediasi AS
Sejumlah orang yang dideportasi dari Amerika Serikat tiba di Liberia
AS Deportasi ke Liberia, Nasib Migran Tak Pasti
Warga Palestina memeriksa bangunan yang hancur di Jalur Gaza tengah
102 Mantan Diplomat Desak Prancis-Inggris Sanksi Israel