Leonardus Benyamin Moerdani

Leonardus Benyamin Moerdani atau dikenal dengan Benny Moerdani adalah Menteri Pertahanan dan Keamanan pada masa kepresidenan Soeharto. Ia lahir di Cepu pada 2 Oktober 1932.

Leonardus Benyamin Moerdani atau dikenal dengan Benny Moerdani. [Foto: Istimewa]

Siapa Leonardus Benyamin Moerdani?

Leonardus Benyamin Moerdani atau lebih dekenal dengan nama Benny Moerdani adalah Menteri Pertahanan dan Keamanan pada masa kepresidenan Soeharto. Ia lahir di Cepu pada 2 Oktober 1932.

Keterlibatan Benny Murdani dalam aktivitas militer dimulai sejak remaja ketika ia ikut dalam penyerangan terhadap markas Kempetai pada Oktober 1945.

Ia menyelesaikan pendidikan militer di Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat (P3AD) dan Sekolah Pelatihan Infanteri (SPI) pada 1952. Pada 1954 Murdani diangkat sebagai Kepala Biro Pengajaran Kesatuan Komando Angkatan Darat (KKAD). Pada 1956, Murdani diangkat sebagai Komandan Kompi RPKAD.

Benny Murdani terlibat dalam meredam PRRI. Ia juga terlibat dalam Pembebasan Irian Barat, Konfrontasi Indonesia Malaysia, dan Pendudukan Indonesia di Timor Timur.

Pada 1983 Suharto mengangkat Murdani sebagai Panglima ABRI dan menaikkan pangkatnya menjadi Jenderal. Benny Murdani juga dianggap terlibat dalam peristiwa Tanjung Priok. Pada 1988 ia diangkat sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan. Benny Murdani meninggal pada 29 Agustus 2004.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda