Marsinah

Marsinah adalah seorang karyawati PT Catur Putera Perkasa yang ikut aksi unjuk rasa pada 3 dan 4 Mei 1993 menuntut kenaikan gaji sebesar 20% dari perusahaan tempat ia bekerja.

Marsinah. [Foto: Istimewa]

Siapa Marsinah?

Marsinah adalah seorang karyawati PT Catur Putera Perkasa yang ikut aksi unjuk rasa pada 3 dan 4 Mei 1993 menuntut kenaikan gaji sebesar 20% dari perusahaan tempat ia bekerja.

Kasus Marsinah (Mei 1993) dipicu oleh adanya himbauan dari Gubernur KDH TK I Jawa Timur yang menghimbau pengusaha supaya menaikkan kesejahteraan karyawan dengan memberikan kenaikan gaji sebesar 20% dari gaji pokok.

Himbauan tersebut disambut baik oleh karyawan, namun pengusaha justru malah keberatan karena akan adanya tambahan beban pengeluaran dari perusahaan.

Salah satu perusahaan yang resah dengan himbauan Gubernur Jawa Timur tersebut adalah PT Catur Putera Perkasa (PT CPS).

Perusahaan tersebut tidak mau memberikan kenaikan gaji seperti yang dihimbau sehingga akhirnya pada 3 dan 4 Mei 1993.

Setelah aksi tersebut Marsinah hilang selama 3 hari sampai akhirnya mayatnya ditemukan pada 9 Mei 1993. Kematian Marsinah mengundang tanda tanya besar apakah kematiannya ada kaitannya dengan PT CPS atau sekedar pembunuhan biasa.

Untuk memecahkan kasus ini maka pada 30 September 1993 dibentuklah Tim Terpadu Bakorstanasda Jatim untuk melakukan dan penyidikan kasus pembunuhan Marsinah.

Meskipun sudah dibentuk tim, namun proses penyelidikannya tidak transparan.

Kasus Marsinah memberikan pelajaran tentang bagaimana apparat hukum di Indonesia dalam menangani kasus wong cilik yang berhadapan dengan pemilik modal.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Dapatkan update terkini dari Cekricek.id melalui Google News.

Baca Juga

Martinus Putuhena adalah salah satu mantan Menteri Pekerjaan Umum Indonesia pada kabinet yang diperintah oleh Presiden Sukarno.
Martinus Putuhena
Manai Sophiaan adalah seorang politikus. Karier politiknya berawal dari seorang Jurnalis dalam harian pewarta di Sulawesi dan menjadi Pemimpin Redaksi Suluh Indonesia dan Suluh Marhaen. Setelah itu, menjadi Dewan Gementee periode 1933-1945 dan menjadi anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) pada 1946-1950.
Manai Sophiaan
Maludin Simbolon adalah seorang tokoh militer, pejuang kemerdekaan, dan Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang lahir pada 13 September 1916.
Maludin Simbolon
M.M. Rachmat Kartakusuma adalah Kepala Staf Hankam pada masa pemerintahan Orde baru yang diberi tugas untuk membenahi ABRI. Untuk memulai tugasnya, Kartakusuma memilih pendekatan doktrin sebagai penjabaran TAP MPRS No. XXIV/MPR/1966.
M.M. Rachmat Kartakusuma
Lukman Njoto atau Nyoto adalah seorang Marxis yang pernah menjabat sebagai Menteri Negara pada masa pemerintahan Sukarno. Nyoto adalah Wakil Ketua CC PKI dan dekat dengan D.N. Aidit dan Sukarno.
Lukman Njoto
Liem Sioe Liong atau yang akrab dikenal Sudono Salim adalah seorang pengusaha yang kekayaannya membawa ia mendapat peringkat pertama sebagai orang terkaya di Indonesia dan bahkan Asia.
Liem Sioe Liong