Mengintip Keajaiban Finlandia: Saat Terbaik untuk Menikmati Cahaya Utara dan Keindahan Alam

Mengintip Keajaiban Finlandia: Saat Terbaik untuk Menikmati Cahaya Utara dan Keindahan Alam

Mengintip Keajaiban Finlandia: Saat Terbaik untuk Menikmati Cahaya Utara dan Keindahan Alam. [Foto: Canva]

Temukan waktu terbaik untuk mengunjungi Finlandia, dari musim panas yang cerah hingga musim dingin yang menawan. Jangan lewatkan kesempatan melihat Aurora Borealis yang memukau!

Cekricek.id - Finlandia, negeri sauna, Santa Claus, dan kebahagiaan. Meski terdengar sederhana, ketiga hal tersebut memang menjadi ikon negeri Nordik ini. Sauna adalah bagian tak terpisahkan dari budaya Finlandia. Santa Claus? Rumah resminya berada di kota Rovaniemi, Lapland. Dan tak heran, Finlandia kerap dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia.

Keindahan Finlandia memang tak terbatas pada satu musim. Di musim panas, danau-danau memikat para wisatawan, sementara di musim dingin, lereng ski menjadi daya tarik. Musim gugur dan semi mungkin tak seramai musim lainnya, namun ada satu hal yang membuatnya spesial: Aurora Borealis. Menurut Rose Hipwood, pendiri The Luxury Arctic Travel Company, bulan-bulan terbaik untuk menyaksikan fenomena ini adalah September, Oktober, Februari, dan Maret.

Musim Ramai: Musim Panas dan Musim Dingin
Musim Sedang: Musim Gugur
Musim Sepi: Musim Semi

Jika Anda mencari ketenangan dengan sedikit keramaian, kunjungi Finlandia di musim semi.

Mengintip Keajaiban Finlandia: Saat Terbaik untuk Menikmati Cahaya Utara dan Keindahan Alam

Dilansir Travelandleisure, Meri Sipilä, manajer PR dan media dari Visit Finland, mengatakan bahwa di musim semi, hari mulai panjang dan matahari kembali bersinar setelah bulan-bulan gelap musim dingin. Musim semi juga menawarkan kondisi ski terbaik di Lapland hingga awal Mei. Aurora Borealis pun masih bisa dinikmati di musim ini.

Apa yang dimaksud dengan cuaca "baik" di Finlandia? Bagi mereka yang suka ski, cuaca dingin dengan salju adalah yang terbaik. Namun, bagi yang mencari kehangatan matahari, kunjungi di musim panas atau awal musim gugur. Hipwood mengatakan bahwa ia sangat menikmati aktivitas musim panas seperti mendaki dan berkanu. Sipilä menambahkan, musim panas adalah waktu terbaik untuk menjelajahi taman nasional Finlandia.

Mengintip Keajaiban Finlandia: Saat Terbaik untuk Menikmati Cahaya Utara dan Keindahan Alam

Dari segi harga, musim semi cenderung menawarkan tarif yang lebih murah untuk tiket pesawat dan hotel. Namun, karena Maret adalah bulan bersalju, harga di resor ski mungkin masih tinggi. Di akhir musim semi, saat cuaca mulai hangat, Anda mungkin menemukan diskon yang lebih baik.

Musim gugur, dengan pemandangan alam yang berubah warna, juga menawarkan harga yang lebih rendah. Sipilä mengatakan bahwa musim gugur adalah waktu terbaik untuk mendaki, berkemah, atau mencari buah-buahan dan jamur segar.

Aurora Borealis memang terjadi sepanjang tahun, namun tidak setiap malam Anda bisa melihatnya. Sipilä menjelaskan bahwa akhir Agustus hingga April adalah bulan terbaik untuk menyaksikan Aurora Borealis di Finlandia.

Mengintip Keajaiban Finlandia: Saat Terbaik untuk Menikmati Cahaya Utara dan Keindahan Alam

Sebenarnya, tidak ada waktu yang "buruk" untuk mengunjungi Finlandia. Semua tergantung pada pengalaman yang Anda cari. Namun, jika Anda ingin menghindari keramaian, hindari musim puncak di musim panas dan musim dingin. Meski demikian, kedua musim tersebut memang menawarkan pengalaman yang tak terlupakan di Finlandia.

Baca Juga

Kopiah Beludru, Kontribusi Historis Identitas Melayu bagi Indonesia
Kopiah Beludru, Kontribusi Historis Identitas Melayu bagi Indonesia
Resep Makanan Sahur yang Sederhana dan Bergizi
Berbagai Resep Makanan Sahur yang Sederhana dan Bergizi
Menemukan Jawaban: Berapa Banyak Piramida Mesir Kuno?
Menemukan Jawaban: Berapa Banyak Piramida Mesir Kuno?
Rahasia Hilangnya Ekor Manusia Terungkap: Mutasi DNA Jadi Penyebabnya
Rahasia Hilangnya Ekor Manusia Terungkap: Mutasi DNA Jadi Penyebabnya
Ternyata Penemu 'Titik Desimal' Bukan Christopher Clavius, Tapi Giovanni Bianchini pada Tahun 1440-an
Ternyata Penemu 'Titik Desimal' Bukan Christopher Clavius, Tapi Giovanni Bianchini pada Tahun 1440-an
Menelusuri Jejak Mumi Mesir: Sejak Kapan Tradisi Ini Dimulai?
Menelusuri Jejak Mumi Mesir: Sejak Kapan Tradisi Ini Dimulai?