Muchtar Pakpahan

Muchtar Pakpahan adalah seorang pengacara dan dosen yang menjadi aktivis buruh. Muchtar Pakpahan memiliki perhatian tersendiri terhadap masalah rakyat kecil dan kelompok pekerja.

Muchtar Pakpahan. [Foto: Istimewa]

Siapa Muchtar Pakpahan?

Muchtar Pakpahan adalah seorang pengacara dan dosen yang menjadi aktivis buruh. Muchtar Pakpahan memiliki perhatian tersendiri terhadap masalah rakyat kecil dan kelompok pekerja.

Pada 1992 Muchtar Pakpahan mendirikan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI). Organisasi buruh ini merupakan organisasi buruh independen pertama di Indonesia.

Pada masa pemerintahan Suharto, Muchtar Pakpahan di kenal sebagai seorang yang kritis terhadap pemerintah. Ia beberapa kali dipenjarakan karena protes-protes yang dilakukannya. Kritik terhadap penguasa juga disampaikan melalui disertasi yang ia tulis.

Karena karya akademiknya ini, Muchtar Pakpahan kembali dipenjara dengan tuduhan melakukan tindakan subversif.

Ia dibebaskan setelah Presiden Suharto lengser dari kursi presiden. Pada 1999 ia bergabung menjadi anggota Governing Body ILO.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Dapatkan update terkini dari Cekricek.id melalui Google News.

Baca Juga

Martinus Putuhena adalah salah satu mantan Menteri Pekerjaan Umum Indonesia pada kabinet yang diperintah oleh Presiden Sukarno.
Martinus Putuhena
Marsinah adalah seorang karyawati PT Catur Putera Perkasa yang ikut aksi unjuk rasa pada 3 dan 4 Mei 1993 menuntut kenaikan gaji sebesar 20% dari perusahaan tempat ia bekerja.
Marsinah
Manai Sophiaan adalah seorang politikus. Karier politiknya berawal dari seorang Jurnalis dalam harian pewarta di Sulawesi dan menjadi Pemimpin Redaksi Suluh Indonesia dan Suluh Marhaen. Setelah itu, menjadi Dewan Gementee periode 1933-1945 dan menjadi anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) pada 1946-1950.
Manai Sophiaan
Maludin Simbolon adalah seorang tokoh militer, pejuang kemerdekaan, dan Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang lahir pada 13 September 1916.
Maludin Simbolon
M.M. Rachmat Kartakusuma adalah Kepala Staf Hankam pada masa pemerintahan Orde baru yang diberi tugas untuk membenahi ABRI. Untuk memulai tugasnya, Kartakusuma memilih pendekatan doktrin sebagai penjabaran TAP MPRS No. XXIV/MPR/1966.
M.M. Rachmat Kartakusuma
Lukman Njoto atau Nyoto adalah seorang Marxis yang pernah menjabat sebagai Menteri Negara pada masa pemerintahan Sukarno. Nyoto adalah Wakil Ketua CC PKI dan dekat dengan D.N. Aidit dan Sukarno.
Lukman Njoto