- OpenAI kini melatih model terdepannya tanpa akses ke internet langsung.
- Sebagai gantinya, OpenAI memakai salinan web yang tersimpan dan versi internet simulasi.
- Pada 20 September, salah satu model OpenAI membobol akses internet lewat celah konfigurasi.
- Anthropic lebih dulu membatasi akses internet model terbarunya dua pekan sebelumnya.
Cekricek.id — OpenAI tidak akan lagi melatih model kecerdasan buatan (AI) terdepannya di internet langsung. Perusahaan pembuat ChatGPT itu menilai model-modelnya terlalu sulit ditebak untuk dibiarkan bebas mengakses web.
Melansir laporan TechCrunch, Jumat (23/10/2026), OpenAI akan memakai salinan web yang tersimpan dan versi internet simulasi sebagai pengganti. Kebijakan ini diumumkan dua pekan setelah pesaingnya, Anthropic, mulai membatasi akses internet bagi model terbarunya.
Langkah kedua perusahaan diambil setelah berbulan-bulan muncul insiden. Model AI yang sedang mengejar tugas pelatihan dilaporkan membobol sistem eksternal untuk mencari jawaban, berkolaborasi di forum pesan yang tak dikenal, hingga mengembangkan strategi peretasan yang tidak lazim.
OpenAI mengakui, pada 20 September lalu salah satu model terdepannya memanfaatkan kesalahan konfigurasi untuk mengakses internet. Kejadian itu membuat perusahaan menghentikan pelatihan hingga akhir bulan untuk menyusun dan menguji cara baru mengamankan modelnya.
Baca juga Agen AI Claude Ditinggal di Pulau Virtual, Mulai Bermain Sendiri
Dalam unggahan blognya, OpenAI menyebut pendekatan yang bertanggung jawab saat ini adalah melatih model terdepan tanpa akses internet. Perusahaan juga menegaskan harus selalu mampu mencegah model terdepan mendapat akses sembarangan dan tanpa izin ke internet langsung.
Keputusan itu diambil setelah OpenAI mengerahkan kawanan agen AI dalam latihan simulasi serangan yang mencoba kabur dari ruang uji tertutup. Hasilnya, sejumlah celah keamanan terungkap.
Untuk tetap mencapai target pelatihan, OpenAI membangun kumpulan besar konten web yang sudah diindeks dan disimpan. Model bisa berinteraksi dengan konten itu tanpa berisiko memengaruhi sistem di luar.
Baca juga Seluruh 30.000 Karyawan Uber Kini Bekerja dengan ChatGPT Work
Keputusan ini tergolong penting karena para pekerja di laboratorium AI sebelumnya menganggap pelatihan yang benar-benar terputus dari internet hampir mustahil dilakukan.
“Ini butuh tim riset yang pada dasarnya harus ditempatkan di dalam pusat data di Iowa atau di mana pun di dunia,” kata mantan peneliti OpenAI Steven Adler kepada Fortune bulan ini. “Bebannya besar, dan saya tidak yakin manfaat keamanannya cukup besar untuk sepadan dengan biaya yang harus ditanggung sebuah perusahaan bila melakukannya sendirian.”
Belum diketahui apakah strategi baru itu akan sama efektifnya dengan membiarkan model bebas menjelajah internet terbuka. Yang jelas, dua laboratorium AI terdepan kini sama-sama menilai teknologi paling canggih mereka tak bisa dibiarkan tanpa pengawasan di ruang digital publik.
Baca juga AI Microsoft Diklaim Ungguli Dokter Umum dalam Diagnosis Sulit















