Orang Tertua di Dunia, Suster Andre, Meninggal pada Usia 118 Tahun

Suster Andre, yang diakui sebagai orang tertua di dunia oleh Guinness World Record, meninggal pada usia 118 tahun. Ia hidup melalui dua perang dunia serta mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk agama Katolik. Meski buta dan bergantung pada kursi roda, dia tetap merawat orang tua yang lain sampai usia 108 tahun. Ia diingat sebagai sosok yang mengingatkan orang untuk saling membantu dan mencintai satu sama lain.

Suster Andre. [Foto: Istimewa]

Cekricek.id - Orang tertua di dunia, biarawati Prancis Suster Andre, meninggal pada usia 118 tahun. Wanita yang sebelumnya dikenal dengan nama Ms Randon, meninggal dunia pada tanggal 12 Januari 2023 dalam tidur di rumah sakitnya di Toulon, Prancis. Ia lahir pada tahun 1904 di Prancis selatan dan hidup melalui dua perang dunia serta menyisihkan sebagian besar hidupnya untuk agama Katolik. Ia menyandang predikat sebagai orang tertua di dunia dan meninggal pada usia yang sangat tua, yaitu 118 tahun.

Menurutnya, rahasia panjang umur panjangnya hanyalah rahasia Tuhan yang baik. Suster Andre lahir pada saat Tour de France baru digelar satu kali, ia juga melihat 27 kepala negara Prancis.

Dikutip dari BBC, seorang juru bicara dari rumah sakitnya, David Tavella, mengabarkan berita kematiannya kepada wartawan pada hari Selasa. Tavella mengatakan, "meskipun ada kesedihan yang luar biasa, tapi itu adalah keinginannya untuk bergabung dengan saudara laki-laki tercintanya. Bagi dia, ini adalah sebuah pembebasan."

Suster Andre dikatakan memiliki hubungan yang erat dengan saudara-saudaranya. Ia pernah mengatakan kepada wartawan bahwa salah satu kenangan terindahnya adalah kembalinya mereka dari perang dengan selamat pada akhir Perang Dunia I. Meski buta dan bergantung pada kursi roda, Suster Andre tetap merawat orang tua yang lain, beberapa di antaranya jauh lebih muda dari

Dalam wawancara tahun lalu dengan kantor berita AFP, Suster Andre mengatakan "Orang bilang pekerjaan itu membunuh, tapi bagi saya pekerjaan itu yang membuat saya tetap hidup, saya terus bekerja sampai berusia 108 tahun." Ia juga mengatakan bahwa dia akan lebih baik berada di surga, namun ia masih menikmati kesenangan duniawi seperti makan cokelat dan minum segelas anggur setiap hari.

Suster Andre telah menjadi orang tertua di Eropa selama beberapa waktu, tetapi dia masuk ke dalam Guinness World Record pada April tahun lalu sebagai orang tertua di dunia setelah kematian Kane Tanaka, seorang wanita Jepang yang hidup hingga berusia 119 tahun.

Ini bukan kali pertama dia masuk ke dalam buku rekor, pada tahun 2021, ia juga menjadi orang tertua yang sembuh dari Covid-19. Suster Andre dilahirkan dalam keluarga Protestan, tetapi kemudian menjadi Katolik dan dibaptis ketika berusia 26 tahun.

Dia bergabung dengan ordo biarawati yang dikenal sebagai Daughters of Charity sekitar 15 tahun setelah keputusannya untuk bergabung dengan Gereja Katolik. Dia ditugaskan ke rumah sakit di Vichy, tempat dia menghabiskan sebagian besar masa kerjanya selama 31 tahun.

Baca juga: Wanita 100 Tahun Ini Dinobatkan Guinness World Records Sebagai Powerlifter Tertua

Dalam salah satu wawancara terakhirnya, Suster Andre mengingatkan kepada orang-orang untuk saling membantu dan mencintai satu sama lain daripada saling membenci. Ia percaya, jika kita hidup dengan cara itu, dunia akan menjadi jauh lebih baik.

Dapatkan update berita terkini dan berita terbaru Cekricek.id melalui Google News.

Baca Juga

5 Transgender Tercantik di Dunia yang Berhasil Memikat Pria Kaya
5 Transgender Tercantik di Dunia yang Berhasil Memikat Pria Kaya
Dalam kariernya sebagai direktur pemakaman, Roger Jones telah mengalami permintaan pakaian penguburan yang unik dan aneh dari kerabat jenazah. Ini menunjukkan bahwa pemakaman bukan hanya proses fisik, tapi juga cara untuk meresapi kehilangan dan memperingati orang yang kita sayangi.
Pakaian Penguburan Unik dan Aneh: Kisah Direktur Pemakaman yang Menghormati Keinginan Terakhir dari Orang yang Meninggal
kecelakaan Yeti Airlines, Nepal, 72 korban jiwa, misteri akses internet, penumpang live streaming, investigasi CAAN, penerbangan, keselamatan, penyebab pasti
Kecelakaan Yeti Airlines di Nepal: 72 Korban Jiwa dan Misteri Akses Internet Penumpang yang Live Streaming
Temukan gantungan telinga unik yang mampu menyala dari seniman muda Diana Caldarescu di New York. Dibuat dari bahan logam seperti tembaga, perak sterling, emas 14 karat, dan kristal kaca, gantungan telinga ini akan menjadi pilihan yang menarik perhatian dan unik. Dijual dengan harga $128 hingga $158 per pasang dan dijamin dengan garansi 1 tahun. [Instagram]
Gantungan Telinga Unik yang Mampu Menyala dari Seniman Muda Diana Caldarescu di New York, Tren Baru dalam Dunia Perhiasan
Bisnis e-commerce di China diduga menggunakan model pria untuk menampilkan lingerie wanita agar dapat memanfaatkan celah hukum dalam industri live stream. Pemerintah China melakukan pembatasan terhadap industri ini, namun beberapa perusahaan menemukan celah hukum untuk meningkatkan penjualan. Ini adalah artikel tentang fenomena ini dan pandangan pemerintah China terkait feminisasi populasi pria.
Bisnis E-Commerce China Gunakan Model Pria untuk Tampilkan Lingerie Wanita
Sebuah pesawat domestik mengalami kecelakaan di Pokhara, Nepal, Pada hari Minggu (15/1/2023). Kecelakaan itu menyebabkan kematian 68 orang. Ini menjadi kecelakaan udara terburuk dalam tiga dekade di negara di wilayah Himalaya itu.
Kecelakaan Pesawat di Pokhara Nepal: 68 Tewas