Partai Separatis Parti Quebecois Menangi Pemilu Quebec di Kanada

A A

Pendukung Parti Quebecois membentangkan bendera Quebec di Montreal, Kanada, 5 Oktober 2026. [Foto: Andrej Ivanov/AFP via Al Jazeera]

  • Parti Quebecois meraih kursi terbanyak dalam pemilu Quebec dan akan membentuk pemerintahan berikutnya.
  • Pemimpin partai Paul St-Pierre Plamondon menjanjikan referendum ketiga soal pemisahan dari Kanada pada masa jabatan pertamanya.
  • Belum jelas apakah partai itu meraih 64 kursi yang dibutuhkan untuk mayoritas di Majelis Nasional beranggota 127 kursi.
  • Dukungan terhadap kemerdekaan Quebec bertahan di kisaran 30 persen.

Cekricek.id — Partai separatis Parti Quebecois memenangi kursi terbanyak dalam pemilu Quebec, Senin (5/10), dan akan membentuk pemerintahan berikutnya di provinsi Kanada yang mayoritas penduduknya berbahasa Prancis itu.

Hasil tersebut menghidupkan kembali pertanyaan apakah Quebec akan keluar dari Kanada dan menguji pesan persatuan nasional Perdana Menteri Mark Carney, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Selasa (06/10/2026).

Pemimpin partai, Paul St-Pierre Plamondon, akan menjadi premier. Selama kampanye ia menjanjikan referendum ketiga soal pemisahan dari Kanada pada masa jabatan pertamanya, meski ia mengatakan akan menunggu sampai Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninggalkan jabatannya pada Januari 2029.

Belum jelas apakah Parti Quebecois mencapai 64 kursi yang dibutuhkan untuk mayoritas di Majelis Nasional yang beranggota 127 kursi. Jika kurang, partai itu akan memimpin pemerintahan minoritas dan membutuhkan dukungan anggota parlemen oposisi untuk meloloskan undang-undang penting.

Parti Quebecois terakhir memerintah provinsi itu pada 2012 hingga 2014. Dalam pemilu provinsi 2022, partai tersebut hanya meraih tiga kursi.

Kemenangan ini juga mengakhiri delapan tahun kekuasaan Coalition Avenir Quebec, partai nasionalis Quebec berhaluan kanan-tengah yang tidak mendukung kemerdekaan.

Daniel Beland, profesor ilmu politik di Universitas McGill di Montreal, mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa kemenangan itu mencerminkan sistem multipartai Quebec, tempat dukungan terbagi di antara beberapa partai, bukan lonjakan sentimen separatis. Dukungan terhadap kemerdekaan, kata dia, tetap di kisaran 30 persen.

Meski begitu, Beland menilai pemerintahan separatis di Quebec menjadi tantangan baru bagi persatuan nasional Kanada, terlebih dengan pemungutan suara terkait kemerdekaan yang akan berlangsung di Alberta.

“Melihat partai prokemerdekaan menang di Quebec hanya dua pekan sebelum referendum terkait kemerdekaan berlangsung di Alberta mungkin memberi kesan kepada pemerintahan Trump bahwa persatuan nasional tetap menjadi persoalan besar di Kanada meskipun Mark Carney populer,” kata Beland.

Quebec telah dua kali menggelar referendum kemerdekaan, pada 1980 dan 1995, dan pemilih menolak pemisahan pada kedua kesempatan. Pemungutan suara kedua diputuskan dengan selisih tipis.

Bagikan

Baca Juga

Kanker di Laos Sebagian Besar Tak Pernah Tercatat Rumah Sakit
Nafkah Keluarga Pesisir Bangladesh Rapuh, Berat Anak Ikut Kurang
Biaya Berobat Diabetes di Desa Bangladesh Terbanyak untuk Obat
Pensiunan Sarawak Hidup Lebih Baik bila Masih Merasa Berdaya
Rektor Cornell Janji Transparan soal Kasus Pemerkosaan di Kampus
Trump Kampanye di Ohio, Yakin Republik Menang Besar Pemilu Sela