Von der Leyen Dukung Kanada Jadi Anggota Asosiasi Uni Eropa

A A

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney berbincang di Parlemen Eropa, Strasbourg. [Foto: EPA via BBC]

  • Ursula von der Leyen mendukung usulan agar Kanada menjadi anggota asosiasi Uni Eropa pertama.
  • Donald Trump menyebut rencana itu menggelikan dan mengancam tarif sangat berat terhadap Eropa.
  • Status anggota asosiasi belum ada, dan prosesnya bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Cekricek.id — Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mendukung usulan agar Kanada menjadi anggota asosiasi Uni Eropa pertama, di tengah memanasnya hubungan dagang Kanada dengan Amerika Serikat.

Laporan BBC, Rabu (16/09/2026), menyebutkan von der Leyen menyampaikan dukungan itu dalam pidato tahunan State of the Union di Parlemen Eropa, Strasbourg. Ia ingin bekerja untuk “membuka pintu” bagi Kanada, yang akan mencakup hubungan lebih erat di berbagai sektor kunci.

“Eropa dan Kanada melihat dunia dengan mata yang sama,” kata von der Leyen, merujuk isu kecerdasan buatan, perubahan iklim, hingga geopolitik. “Kita telah berdiri bersama: soal Ukraina, pertahanan, bahan baku, dan rantai pasok. Tetapi di atas semua itu, Eropa dan Kanada percaya pada demokrasi.”

Ia menegaskan kerja sama itu bukan “kemitraan untuk melawan pihak lain” dan tidak menyebut nama Donald Trump. Von der Leyen tidak merinci mekanismenya, tetapi menyebut manufaktur, teknologi, kecerdasan buatan, pertahanan, energi, mineral kritis, dan keamanan ekonomi sebagai bidang kerja sama utama.

Baca juga Uni Eropa beri tenggat Oktober untuk China soal dagang

Trump menyebut rencana itu “menggelikan” dan mengancam memutus perdagangan dengan Uni Eropa. “Jika mereka melakukan itu, jika saya pikir itu tindakan bermusuhan, saya akan mengenakan tarif yang sangat serius atau menghentikan perdagangan dengan Eropa dalam banyak hal,” kata Trump. “Jika niatnya baik, tidak masalah. Jika niatnya buruk, kami akan mengenakan tarif sangat berat kepada Eropa.”

Perdana Menteri Kanada Mark Carney pekan lalu menyatakan ingin menjalin “aliansi unik” dengan Uni Eropa. Perundingan dagang Kanada-AS gagal bulan lalu dan memicu serangkaian tarif baru, sementara Trump berulang kali berbicara soal menjadikan Kanada “negara bagian ke-51”.

Baca juga IMF: aksesi Uni Eropa bisa angkat PDB Balkan Barat 30–35 persen

Status anggota asosiasi Uni Eropa saat ini belum ada, dan prosesnya, jika disepakati, bisa memakan waktu bertahun-tahun. Sepuluh dari 27 negara anggota juga belum meratifikasi perjanjian perdagangan bebas dengan Ottawa yang disepakati hampir satu dekade lalu.

Dalam pidato yang sama, von der Leyen mengusulkan pembentukan Dewan Keamanan Eropa yang melibatkan Inggris dan Ukraina, serta rencana membatasi media sosial bagi anak, termasuk larangan platform bagi anak di bawah 13 tahun.

Baca juga Uni Eropa tambah investasi 200 juta euro untuk Greenland

Bagikan

Baca Juga

Rodrigo Duterte Hadir Langsung di ICC untuk Pertama Kali
21 Tewas, Termasuk 8 Anak, Akibat Gedung Runtuh di Gaza
The Fed Naikkan Suku Bunga AS, Pertama dalam Tiga Tahun
Lansia Jepang Berusia 100 Tahun Tembus 100.000 Orang
Jet NATO Tembak Jatuh Drone di Wilayah Udara Lituania
Drone ke Mekah Dicegat, Koalisi Saudi Sebut Garis Merah