- Ruben Amorim merasakan tekanan di AC Milan seperti saat menangani Manchester United.
- Amorim menyebut lebih memilih gagal besar dan belum tahu apakah akan diberi cukup waktu.
Cekricek.id — Pelatih AC Milan Ruben Amorim mengaku merasakan tekanan besar untuk segera meraih hasil, seperti yang ia alami saat menangani Manchester United.
Mengutip laporan Football Italia, Rabu (16/09/2026), Amorim menyampaikan hal itu kepada Sky Sport Italia sebelum laga pembuka Liga Europa melawan Benfica.
“Saya tahu di Manchester United dan Milan, dua klub besar dengan tekanan untuk menang, orang mengharapkan segalanya hanya dalam beberapa bulan. Saya merasakan tekanan yang sama di sini,” kata Amorim.
Meski Amorim rasakan tekanan serupa, ia menilai skuad Milan berbeda. Pemain Milan lebih terbiasa bermain dengan tiga bek serta sedikit lebih cepat dan kuat.
Baca juga pembelaan Amorim terhadap Luka Modric
“Tentu saya belum memiliki karakteristik yang sempurna saat ini, tetapi mustahil memiliki karakteristik sempurna itu begitu menangani tim baru,” lanjutnya.
Amorim rasakan tekanan itu sebagai bagian dari pekerjaan yang ia pilih di klub besar.
“Saya tahu butuh waktu, tetapi saya juga tahu ada tekanan besar di klub ini. Namun, saya lebih suka pekerjaan seperti ini karena jika suatu hari saya harus gagal, saya ingin gagal besar,” ujarnya.
Baca juga kemenangan Milan atas Manchester United pada laga pramusim
“Saya punya banyak gairah untuk klub ini dan ingin membantunya menjadi lebih baik. Saya tidak tahu apakah akan diberi waktu,” tambah Amorim.
“Tetapi saya melihat para pemain mendengarkan semua yang saya sampaikan saat latihan, dan itu memberi saya harapan,” katanya.
Soal Luka Modric yang tidak diturunkan sejak awal, Amorim menyebut timnya membutuhkan seluruh pemain karena harus bermain tiga kali dalam sepekan.
Baca juga penilaian Modric tentang ambisi AC Milan
Pada laga malam itu di San Siro, Milan kalah 0-2 dari Benfica.















