The Fed Naikkan Suku Bunga AS, Pertama dalam Tiga Tahun

A A

Kevin Warsh bersaksi dalam sidang konfirmasi sebagai calon Ketua Federal Reserve di hadapan Komite Perbankan Senat AS, Washington, 21 April 2026 (foto arsip). [Foto: Kevin Lamarque/Reuters via Al Jazeera]

  • Federal Reserve menaikkan suku bunga AS dari 3,5–3,75 persen menjadi 3,75–4 persen secara bulat.
  • Ketua The Fed Kevin Warsh menyebut inflasi terlalu tinggi dan sudah terlalu lama.
  • Mayoritas pembuat kebijakan The Fed memperkirakan suku bunga naik lagi ke 4–4,25 persen sebelum akhir tahun.

Cekricek.id — Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, menaikkan suku bunga AS untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun, dari kisaran 3,5–3,75 persen menjadi 3,75–4 persen, meski ditentang Presiden Donald Trump.

Melansir BBC, Rabu (16/09/2026), keputusan itu diambil secara bulat. Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan kenaikan dilakukan karena “inflasi terlalu tinggi dan sudah terlalu lama”, seraya menyebutnya sebagai keputusan yang matang dan “bertanggung jawab”.

Seperti banyak bank sentral, The Fed menargetkan inflasi 2 persen atau lebih rendah. Warsh menyebut inflasi AS sudah berada di atas target itu “selama lebih dari lima tahun”. Menurut Warsh, The Fed “tidak dapat memengaruhi harga individual apa pun, entah harga minyak, entah bahan makanan di toko”, tetapi dapat mencegah kenaikan harga meluas ke seluruh perekonomian.

Harga bahan bakar di AS melonjak mengikuti harga minyak grosir sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai, yang ikut mendorong naik biaya banyak barang dan jasa.

Baca juga Suku bunga The Fed diprediksi naik 50 basis poin, kata KPMG

Trump menyatakan tetap mendukung Warsh, tetapi menyebut dewan The Fed yang memberi suara atas keputusan suku bunga “bermusuhan”. “Saya mengandalkan Kevin, tetapi dia punya dewan yang sangat sulit. Suku bunga terlalu tinggi. Itu tidak tepat,” kata Trump kepada wartawan. Sebelumnya, di media sosial ia menulis, “TURUNKAN SUKU BUNGA UNTUK AMERIKA SERIKAT, DAN CEPAT!”

Pemimpin Partai Demokrat di Senat, Chuck Schumer, mengatakan, “Ini akan membuat segalanya menjadi lebih mahal. Ini karena Donald Trump tidak tahu cara mengelola ekonomi.”

Baca juga Imbal hasil obligasi global turun, dolar AS melemah

Kenaikan ini merupakan perubahan suku bunga pertama sejak The Fed memangkasnya pada Desember 2025, sedangkan kenaikan terakhir terjadi pada Juli 2023. Bank besar AS, yakni JP Morgan, KeyCorp, dan BNY, menaikkan suku bunga pinjaman utama menjadi 7 persen dari 6,75 persen pada Rabu.

Mayoritas pembuat kebijakan The Fed memperkirakan suku bunga AS akan dinaikkan lagi sebelum akhir tahun ini ke kisaran 4–4,25 persen. Bank Sentral Eropa sudah menaikkan suku bunga pekan lalu, sementara Bank of England dijadwalkan mengambil keputusan pada Kamis.

Baca juga Emas bertahan di atas 4.400 dolar AS saat inflasi AS melunak

Bagikan

Baca Juga

Perempuan Arab-Amerika yang Cemas Uang Makan Merasa Kurang Sehat
Abdul El-Sayed Menangi Kursi Senat AS dari Michigan
Partai Demokrat Rebut Kendali Senat AS dalam Pemilu Sela 2026
Perusahaan Minyak AS Raup Laba 130 Miliar Dolar dari Perang Iran
Serangan Rusia ke Pusat Bantuan di Ukraina Tewaskan 26 Orang
Dugaan Serangan Siber Panaskan Freezer Supermarket di Lima Negara