- KPMG memperkirakan suku bunga The Fed naik 50 basis poin sebelum akhir 2026.
- PDB riil AS diperkirakan tumbuh 2,1 persen pada 2026 dan 1,9 persen pada 2027.
- Inflasi PCE diperkirakan baru kembali ke target 2 persen pada akhir 2028.
- Imbal hasil surat utang AS bertenor 10 tahun diperkirakan menembus 5 persen dan bertahan dalam periode terpanjang sejak 2007.
- Kepala eksekutif perusahaan terbesar AS menerima bayaran sekitar 281 kali pekerja biasa pada 2024.
Cekricek.id — KPMG memperkirakan suku bunga The Fed naik 50 basis poin sebelum akhir 2026, di tengah inflasi Amerika Serikat yang bertahan lama dan imbal hasil obligasi jangka panjang yang terus meningkat.
Mengutip laporan Economic Compass edisi September 2026 berjudul The donut economy yang dirilis KPMG Amerika Serikat, Kamis (10/09/2026), langkah berikutnya untuk suku bunga The Fed diperkirakan tetap berupa kenaikan. Menurut laporan itu, pertanyaannya bukan lagi apakah suku bunga akan dinaikkan, melainkan kapan dan seberapa besar.
KPMG menggambarkan ekonomi AS sebagai “ekonomi donat”: pertumbuhan bertahan, tetapi bagian tengahnya kian kosong. Perang mengubah peta aliansi, tarif mengalihkan jalur perdagangan, dan banyak negara mengurangi ketergantungan pada AS. Laporan itu menyebut perang dagang dengan Kanada bisa menjadi titik balik, memicu balasan lanjutan atau keretakan lebih besar pada rantai pasok kendaraan yang paling terintegrasi di dunia.
Belanja pertahanan menambah pengeluaran dan utang pemerintah, sementara rantai pasok yang dulu dibangun untuk efisiensi kini ditata ulang demi ketahanan. Kecerdasan buatan (AI) disebut menjadi perlombaan senjata baru, terutama antara AS dan China. Pembangunan pusat data mengangkat investasi, tetapi membebani infrastruktur lokal, menaikkan biaya, dan memicu penolakan pemilih.
Daftar Isi
Pertumbuhan Ekonomi AS Bertahan 2,1 Persen, tetapi Tak Merata
Dalam tabel prakiraan KPMG, produk domestik bruto (PDB) riil AS tumbuh 2,1 persen pada 2026, sama dengan 2025, lalu melambat tipis menjadi 1,9 persen pada 2027. Pada triwulan III 2026, pertumbuhan diperkirakan mencapai 3,1 persen, lebih dari dua kali lipat laju triwulan II. Prospek triwulan IV tidak sebaik itu, dengan pertumbuhan diperkirakan turun ke 1,4 persen.
Belanja konsumen dipercepat oleh pemotongan pajak negara bagian dan lokal, perekrutan yang lebih kuat, serta belanja rumah tangga kaya. Rumah tangga berpendapatan rendah dan menengah justru makin berhati-hati. Penjualan kendaraan pada Agustus mencatat laju terkuat dalam lebih dari setahun, sebagian karena keinginan membeli sebelum tarif tambahan berlaku.
Sektor perumahan sudah sekitar dua tahun berada dalam resesi, diperdalam biaya pembiayaan dan konstruksi yang tinggi. Investasi bisnis masih didominasi AI, dengan pertumbuhan investasi tetap bisnis diperkirakan 7,1 persen pada 2026 dan 6,0 persen pada 2027. KPMG menilai pembangunan pusat data belum mencapai puncaknya dan data resmi belum menghitung seluruhnya.
Defisit perdagangan diperkirakan melebar. Harga energi yang lebih tinggi dan tarif menekan pertumbuhan di luar negeri dan melemahkan permintaan ekspor, sementara ledakan AI menopang impor chip, komputer, dan peralatan untuk pusat data. Risiko ekonomi disebut condong ke bawah: koreksi pasar saham dapat menekan belanja rumah tangga kaya, dan utang AS yang menembus 40 triliun dolar menguji toleransi investor obligasi.
Baca juga Utang Amerika Serikat tembus 40 triliun dolar
Inflasi Diperkirakan Baru Kembali ke 2 Persen pada Akhir 2028
KPMG memperkirakan indeks harga belanja konsumsi pribadi (PCE), ukuran inflasi yang paling diperhatikan The Fed, baru kembali ke target 2 persen pada akhir 2028. Dalam tabel prakiraannya, inflasi indeks harga konsumen (CPI) diperkirakan 3,3 persen pada 2026 dan 2,5 persen pada 2027, sedangkan inflasi inti 2,6 persen dan 2,7 persen.
Laporan itu menyebut inflasi sudah menjadi “memori otot”. Setelah lebih dari lima tahun di atas target, perusahaan lebih cepat meneruskan kenaikan biaya, pekerja menuntut kenaikan upah lebih besar, dan rumah tangga mengantisipasi kenaikan harga berikutnya. Harga jasa juga sulit turun karena penuaan penduduk menaikkan permintaan layanan kesehatan, dengan premi asuransi kesehatan diperkirakan naik dua digit pada 2027.
Tekanan dari hulu ikut menguat. Indeks harga sektor jasa Institute for Supply Management menunjukkan harga sudah naik hampir satu dekade, sedangkan indeks manufakturnya mencatat kenaikan 23 bulan berturut-turut. Riset The Fed Minneapolis yang dikutip KPMG menemukan tarif masih merembes ke harga lebih dari setahun setelah diberlakukan.
Solar tetap menjadi titik tekanan. Keterbatasan kilang dan persediaan rendah menjaga biaya angkutan, pertanian, dan konstruksi tetap tinggi, sementara harga solar yang mencetak rekor dan biaya tambahan bahan bakar menaikkan ongkos pengiriman. Harga minyak diperkirakan mereda setelah guncangan Timur Tengah surut, tetapi premi risiko geopolitik membuat biaya energi tetap di atas tingkat sebelum perang.
Baca juga Inflasi AS Juli 2026 melandai ke 3,4 persen
Suku Bunga The Fed: Pejabat Bank Sentral Terbelah
KPMG mencatat The Fed terbelah dua. Satu kubu memperkirakan guncangan tarif dan energi akan mereda sendiri dan khawatir menaikkan suku bunga The Fed di tengah ekonomi yang minim perekrutan. Kubu lain melihat inflasi menyebar dan memperingatkan bahwa penundaan dapat memaksa siklus kenaikan suku bunga yang lebih agresif.
Ketua The Fed Kevin Warsh memakai pertemuan Jackson Hole untuk menata ulang pesan setelah konferensi pers Juli yang sulit. “Inflasi harus bergerak dengan jelas dan cepat menuju 2 persen,” kata Warsh, sebagaimana dikutip KPMG. Jika tidak, menurut Warsh, The Fed masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan.
Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack menyatakan “…sudah waktunya bertindak.” Gubernur Chris Waller akan memilih menahan suku bunga The Fed jika disinflasi berlanjut, tetapi mempertimbangkan kenaikan bila inflasi Agustus tinggi. Presiden The Fed New York John Williams masih menunggu perkembangan. KPMG menilai keputusan apa pun berpotensi memicu perbedaan pendapat di dalam komite.
KPMG tetap memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed sebesar 50 basis poin sebelum akhir tahun, dan semakin lama The Fed menunggu, semakin besar langkah yang mungkin harus diambil kemudian. Dalam tabel prakiraannya, rata-rata suku bunga dana federal diperkirakan 3,9 persen pada triwulan IV 2026 dan 4,1 persen sepanjang tiga triwulan pertama 2027. Tingkat pengangguran diperkirakan 4,2 persen pada 2026 dan 4,1 persen pada 2027.
Risiko untuk suku bunga The Fed disebut condong pada kenaikan lebih banyak. Investasi AI, belanja pertahanan, defisit yang lebih besar, dan guncangan pasokan berulang mengisyaratkan suku bunga netral lebih tinggi dari perkiraan saat ini. Jika pembangunan AI memang kurang terhitung, hal yang kini sedang diselidiki lembaga statistik, risiko itu kian besar.
Baca juga Upaya Gedung Putih memecat Gubernur The Fed Lisa Cook
Imbal Hasil Obligasi 10 Tahun Diprediksi Bertahan di Atas 5 Persen
KPMG memperkirakan imbal hasil surat utang Pemerintah AS bertenor 10 tahun, acuan bunga KPR, pinjaman bisnis, dan pinjaman konsumen, menembus 5 persen dan bertahan di sana dalam periode terpanjang sejak 2007. Dalam tabel prakiraannya, rata-rata imbal hasil 10 tahun diperkirakan 4,6 persen pada 2026 dan 5,0 persen pada 2027, dengan 5,1 persen pada tiga triwulan pertama 2027.
Pendorongnya antara lain inflasi yang bertahan dan kenaikan suku bunga The Fed, banjir surat utang baru akibat defisit yang membesar, serta persaingan dana dengan utang korporasi dan penawaran saham perdana terkait AI. Permintaan asing juga melemah. KPMG menyebut dana pensiun Norwegia, yang terbesar di dunia, mengumumkan pengurangan kepemilikan surat utang AS pekan lalu.
Menurut laporan itu, The Fed dapat menetapkan suku bunga semalam, tetapi tidak dapat memaksa investor memegang utang jangka panjang. Imbal hasil jangka panjang yang lebih tinggi menaikkan cicilan KPR, menahan investasi bisnis, dan membebani pasar saham. Riset Brookings yang dikutip KPMG menemukan hilangnya pekerjaan, penuaan, biaya bunga, dan belanja pertahanan akan menyerap sebagian besar tambahan penerimaan dari AI.
Di balik angka pertumbuhan, ketimpangan melebar. Kepala eksekutif perusahaan terbesar AS menerima bayaran sekitar 281 kali pekerja biasa pada 2024, naik dari 21 kali pada 1965. Kelompok 1 persen berpenghasilan teratas kini menguasai lebih dari separuh saham dan reksa dana, sebuah rekor, sementara separuh terbawah hanya memegang sekitar 1 persen.
Sikap konsumen melemah lagi pada Agustus, dengan inflasi, harga bensin, dan keamanan kerja berada di urutan atas kekhawatiran. KPMG menyebut porsi laba terhadap PDB mencapai rekor tertinggi, sementara porsi upah tenaga kerja mencapai rekor terendah. Menurut laporan itu, kekuatan ekonomi saja tidak cukup, karena lebih banyak orang harus ikut merasakannya.















