Drone ke Mekah Dicegat, Koalisi Saudi Sebut Garis Merah

A A

Jemaah menunaikan umrah dan mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram, Kota Mekah, Arab Saudi, Senin (14/09/2026). [Foto: Ibraheem Abu Mustafa/Reuters via Al Jazeera]

  • Pasukan Pertahanan Udara Saudi mencegat drone Houthi sebelum memasuki wilayah udara terlarang Mekah.
  • Jubir koalisi Turki al-Maliki menyebut keamanan dua masjid suci dan peziarah sebagai garis merah.
  • Sumber militer Houthi membantah ada ancaman dari Yaman ke Mekah maupun situs suci lainnya.

Cekricek.id — Arab Saudi menyatakan drone ke Mekah yang diluncurkan kelompok Houthi berhasil dicegat dan dihancurkan, dalam eskalasi yang dinilai dapat mengancam kota suci umat Islam itu.

Al Jazeera bersama kantor berita Reuters melaporkan pada Rabu (16/09/2026) bahwa juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Turki al-Maliki, menyebut Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Saudi mencegat drone tersebut sebelum memasuki wilayah udara terlarang pada Selasa malam.

Al-Maliki mengecam insiden itu sebagai upaya menakut-nakuti jemaah dan mencelakai warga sipil. Ia menegaskan keamanan dua masjid suci dan para peziarah merupakan “garis merah”.

Houthi sebelumnya membantah menyasar Mekah dan menyatakan tidak menargetkan situs suci. Dalam pernyataan kepada kantor berita Yaman, SABA, pada Selasa, seorang sumber militer Houthi menolak keras klaim tersebut. “Kami membantah sama sekali bahwa ada ancaman dari Yaman yang ditujukan ke kota Mekah atau situs suci lainnya,” kata sumber itu, yang menyebut tudingan tersebut “misinformasi”.

Baca juga Serangan Houthi ke pelabuhan Mokha tewaskan tujuh orang

Arab Saudi mengeluarkan peringatan keamanan di Mekah pada Selasa, untuk pertama kalinya sejak Houthi terakhir mencoba menyasar kawasan suci itu pada 2017. Peringatan bahaya tersebut dicabut beberapa menit kemudian, dan peringatan serupa juga diaktifkan untuk Taif serta Jeddah, kota terbesar kedua Arab Saudi.

Mekah adalah tempat Kakbah, situs tersuci umat Islam, yang dihadapkan dua miliar muslim di dunia saat salat. Tahun ini Arab Saudi menerima sekitar 1,7 juta muslim pada musim haji akhir Mei, sementara sepanjang tahun jutaan peziarah datang untuk menunaikan umrah. Pada musim gugur lalu, Mekah menerima lebih dari 11,7 juta jemaah umrah antara September dan Oktober 2025.

Serangan terbaru menandai kebangkitan tajam konflik yang bermula pada 2015, ketika Arab Saudi turun tangan di Yaman setelah Houthi merebut Sanaa dan menggulingkan pemerintah yang diakui dunia internasional. Gencatan senjata yang ditengahi PBB pada April 2022 sempat menghentikan sebagian besar serangan Houthi ke wilayah Saudi.

Baca juga Militer Yaman serang Houthi, PBB peringatkan risiko perang skala besar

Permusuhan kembali meningkat sejak kelompok itu mengumumkan blokade terhadap pelayaran Saudi pada Juli dan menguasai simpul penting di pesisir Bab al-Mandeb. Pada awal September, kelompok yang bersekutu dengan Iran itu meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah lokasi di Arab Saudi, dan Riyadh menuduh Houthi menyerang sasaran sipil serta ekonomi.

Koalisi pimpinan Saudi menyatakan akan merespons “dengan tegas” serangan Houthi ke kawasan perkotaan yang melukai 13 orang di Khamis Mushait, Abha, dan Taif pada Selasa. Drone ke Mekah itu dicegat pada hari yang sama.

Baca juga Pembicaraan Selat Hormuz ditunda karena situasi Yaman, kata Iran

Bagikan

Baca Juga

Jet NATO Tembak Jatuh Drone di Wilayah Udara Lituania
Tanker El Gaia Diserang di Selat Hormuz, Dua Pelaut Hilang
Potensi Angin Lepas Pantai Afrika Selatan Capai 95 GW
Afrika Selatan Belum Tetapkan Zona Angin Lepas Pantai
AS Halangi Kepala Nuklir Iran Hadiri Konferensi IAEA di Wina
Ekspor Barang Antara China Naik 27 Persen pada Semester I 2026